TRIBUNJOGJA.COM-Belajar dan mengerjakan tugas di kos kerap berujung malas-malasan karena suasana yang monoton dan banyak distraksi. Kondisi tersebut membuat sebagian mahasiswa memilih berpindah tempat agar lebih fokus dan produktif. Namun, keterbatasan informasi sering kali menimbulkan kebingungan dalam menentukan lokasi yang tepat untuk mengerjakan tugas di luar kos.
Nah, untuk membantu kamu, Tim Tribunjogja merangkum 7 rekomendasi kafe dengan suasana cozy yang cocok untuk nugas. Ketujuh kafe ini menghadirkan nuansa tropis dengan dominasi tanaman hijau, ruang terbuka, serta sirkulasi udara yang baik, sehingga menciptakan atmosfer sejuk dan nyaman. Selain mendukung konsentrasi, pilihan kafe ini juga menawarkan lingkungan yang kondusif untuk belajar, bekerja, maupun sekadar melepas penat di sela aktivitas akademik.
Baca juga: 4 Rekomendasi Kafe Hidden Gem di Jogja yang Estetik dan Nyaman
Kopi Wet Pule merupakan tempat ngopi sekaligus work from café (WFC) yang berlokasi di wilayah Yogyakarta bagian barat. Kedai ini mengusung nuansa botani yang kuat, ditandai dengan dikembangkan berbagai tanaman hijau dan pink serta kolam ikan koi yang menciptakan suasana segar, tenang, dan menenangkan bagi pengunjung.
Konsep interior Kopi Wet Pule memadukan unsur arsitektur Jawa dengan sentuhan minimalis modern. Pemilihan material kayu, tata ruang terbuka, dan furnitur sederhana menghadirkan kesan hangat sekaligus fungsional. Perpaduan tersebut menjadikan Kopi Wet Pule tidak hanya nyaman untuk bersantai, tetapi juga ideal sebagai ruang bekerja, berdiskusi, maupun menikmati kopi dalam suasana yang lebih rileks dan harmonis dengan alam.
Seven Stone merupakan salah satu kedai kopi yang berlokasi di kawasan strategis Jalan Kaliurang (Jakal) bawah, tepatnya di Karang Wuni, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Area ini dikenal sebagai pusat aktivitas mahasiswa karena dikelilingi berbagai universitas ternama, sehingga Seven Stone kerap menjadi ruang singgah bagi mahasiswa, pekerja muda, hingga komunitas kreatif.
Mengusung konsep bangunan modern dengan dominasi material ekspos, Seven Stone memadukan elemen arsitektur minimalis dan suasana alami. Kehadiran pepohonan di sekitar area kedai menciptakan nuansa teduh dan nyaman, menjadikannya tempat yang ideal untuk bekerja, berdiskusi, maupun sekadar menikmati waktu luang. Penataan ruang yang terbuka juga memberi kesan lapang serta mendukung sirkulasi udara yang baik.
Omah Noto Plankton merupakan kedai kopi yang berlokasi jauh dari hiruk pikuk perkotaan, tepatnya berada di kawasan Tempel, Kabupaten Sleman. Bangunan kedai ini berdiri di tengah kebun salak, komoditas khas wilayah tersebut, sehingga menawarkan suasana alam yang tenang dan jauh dari kebisingan.
Konsep ruang yang diusung mengedepankan kesederhanaan dan kedekatan dengan alam. Struktur bangunan memanfaatkan material alami dengan desain terbuka, memungkinkan sirkulasi udara dan cahaya berjalan optimal. Lanskap kebun salak di sekeliling kedai menjadi daya tarik utama, menghadirkan pengalaman minum kopi yang berbeda dan lebih personal.
Keberadaan Omah Noto Plankton sejalan dengan tren kedai kopi berbasis alam yang berkembang di Yogyakarta, yakni menghadirkan ruang rehat yang mendukung ketenangan, refleksi, dan interaksi sosial. Konsep tersebut tidak hanya tercermin dari lingkungannya yang asri, tetapi juga dari pengalaman pelayanan yang ditawarkan kepada pengunjung.
Barista di Omah Noto Plankton dikenal ramah dan komunikatif, kerap menyapa serta mengajak pengunjung berbincang ringan. Interaksi ini menciptakan suasana yang hangat dan personal, sehingga pengunjung tidak sekadar datang untuk menikmati kopi, tetapi juga merasakan kedekatan sosial
Tectoon Coffee dikenal sebagai kedai yang mengusung spesialisasi kopi dan bakery dengan konsep bangunan industrial yang dipadukan dengan nuansa green forest. Karakter industrial ditampilkan melalui penggunaan material ekspos seperti beton, besi, dan struktur terbuka, sementara unsur alam dihadirkan lewat dominasi tanaman hijau dan area terbuka yang menyatu dengan lingkungan sekitar.
Perpaduan desain tersebut menciptakan suasana yang modern sekaligus sejuk, sehingga pengunjung tetap merasa nyaman meski berada di bangunan bergaya industrial.
Arah Coffee mengusung konsep bangunan minimalis yang berpadu dengan lingkungan hijau, berbagai jenis pepohonan yang tumbuh di sekitar. Elemen alami tersebut menciptakan suasana teduh, sejuk, dan menenangkan, sehingga pengunjung dapat merasakan pengalaman berada jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Pemilihan interior dirancang fungsional dan selaras dengan konsep ruang kerja santai. Tata letak meja, kursi, serta pencahayaan yang memadai menjadikan Arah Coffee cocok sebagai tempat work from café (WFC). Suasana yang tenang dan nyaman mendukung konsentrasi, sekaligus membuat pengunjung betah untuk beraktivitas lebih lama, baik bekerja, berdiskusi, maupun sekadar menikmati waktu luang sambil menyeruput kopi.
Tempuran Space merupakan ruang kolaboratif yang berfungsi sebagai co-working space, pusat komunitas, sekaligus tempat diskusi yang berlokasi di kawasan hutan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Konsep yang diusung mengedepankan keterhubungan antara aktivitas kreatif dan alam, sehingga pengunjung dapat bekerja, berdiskusi, dan berinteraksi sosial dalam suasana yang lebih tenang dan alami.
Tempat ini menerapkan sistem penyewaan ruang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pertemuan formal hingga kegiatan komunitas. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang rapat tertutup, area diskusi luar ruangan, warung kopi, pawon makanan, serta panggung seni yang kerap dimanfaatkan untuk pertunjukan budaya dan acara kreatif. Keberadaannya di tengah hutan menghadirkan sensasi berbeda, dengan udara segar dan lingkungan hijau yang mendukung fokus, kreativitas, serta kenyamanan pengunjung selama beraktivitas.
Svarga Flora Gejayan merupakan salah satu kafe sekaligus toko tanaman hias yang berlokasi di kawasan Gejayan, Yogyakarta, wilayah yang dikenal dekat dengan pusat pendidikan dan permukiman. Tempat ini mengusung konsep perpaduan antara ruang hijau dan kedai kopi, sehingga menghadirkan suasana alami di tengah kawasan kota yang padat aktivitas.
Mengacu pada konsep urban greenery yang banyak diterapkan dalam industri gaya hidup dan kuliner, Svarga Flora menata ruangnya dengan dominasi tanaman hidup, baik di dalam maupun luar area kafe. Penataan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga menciptakan suasana sejuk dan menenangkan bagi pengunjung. Desain ruang yang terbuka dan rapi mendukung kenyamanan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bersantai, bekerja, hingga pertemuan santai.
Selain menawarkan minuman dan makanan ringan, Svarga Flora juga dikenal sebagai ruang edukatif terkait tanaman hias.
(MG Erlysta Nafa Azhary)