Hilang Sosok Tercinta: Kucing Berduka Mencari Pemiliknya yang Tak Pernah Kembali.

Tribunnewsmaker  - Duka tidak selalu hadir dalam bentuk tangisan atau kata-kata. Kadang, kesedihan justru muncul dalam keheningan dalam jeda yang sunyi, seperti seekor kucing yang berlama-lama di tempat yang dikenalnya, seolah mencari seseorang yang tak akan pernah kembali.

Baca juga: Ambil Cuti Setengah Hari demi Menguburkan Kucing, Karyawan Malaysia Diejek Atasan

Ibu mendiang Christina Olivo dan kucingnya. (TikTok/Christina Olivo)

Berikut kisah pilu kucing berduka kehilangan pemiliknya

Momen itulah yang direkam oleh Christina Olivo ketika ia melihat kucing milik mendiang ibunya, Maggie, menggosokkan tubuhnya dan mengendus sebuah kursi yang dulu sering diduduki sang ibu. Dalam video TikTok yang kemudian menyebar luas, Maggie terlihat kembali ke kursi favorit itu dengan gerakan pelan dan penuh kehati-hatian, seakan masih berharap menemukan kehadiran yang sudah tiada.

“Kami semua sedang berduka, dan hidup terasa serba tidak pasti. Namun merawat Maggie terasa seperti sesuatu yang tidak bisa ditawar,” ujar Olivo. Baginya, merawat kucing ibunya bukanlah sekadar keputusan praktis, melainkan perpanjangan dari rasa cinta yang masih hidup.

Teks yang ditampilkan dalam video tersebut berbunyi: “Saya merawat kucing ibu saya, Maggie, setelah ibu meninggal tahun lalu. Ini adalah kursi favorit ibu. Kesedihan terasa sangat berat bagi semua anak perempuan seorang ibu.”

Banyak pengguna TikTok merasa tersentuh dan melihat pengalaman pribadi mereka tercermin dalam momen hening itu sebuah kesedihan yang tidak diucapkan, tetapi sangat terasa.

Olivo, yang kini berusia 42 tahun, mengatakan bahwa keputusannya untuk mengadopsi Maggie lahir dari cinta dan pengalaman hidup. Ia dan saudara kembarnya, Anna Olivo, telah lama menjadi relawan sebagai konselor adopsi kucing di SPCA Westchester di Briarcliff Manor, New York.

“Kami sering melihat keluarga yang memilih membawa pulang kucing milik orang terkasih yang telah meninggal, daripada menyerahkannya ke orang lain,” kata Olivo. Maka, ketika keluarganya sendiri menghadapi situasi serupa, mereka merasa sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Ibu Christina Olivo dan kucingnya saat masih kecil.
Ibu Christina Olivo dan kucingnya saat masih kecil. (People.com/Christina Olivo)

Bagi Olivo, Maggie bukan sekadar hewan peliharaan yang ditinggalkan. Ia adalah simbol keberlanjutan, kenyamanan, dan ikatan yang masih hidup dengan sang ibu. Merawat Maggie memberi keluarganya tujuan di tengah rasa kehilangan yang begitu dalam.

Ikatan itu berakar dari hubungan panjang dan penuh kasih antara Maggie dan ibu Olivo. Maggie datang ke keluarga mereka sebagai anak kucing, dibawa pulang oleh saudara laki-laki Olivo, dan dengan cepat menjadi bagian tak terpisahkan dari rumah.

“Ibu saya langsung memiliki ikatan yang sangat kuat dengan Maggie sejak hari pertama,” kenang Olivo. Di tengah perjuangan kesehatan yang dialami ibunya selama bertahun-tahun, kehadiran Maggie yang ceria sering kali membawa tawa dan kebahagiaan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Kursi yang muncul dalam video itu juga menyimpan makna mendalam. Olivo menjelaskan bahwa kursi tersebut dibeli agar ibunya memiliki tempat duduk yang nyaman dan familiar, terutama saat ia bolak-balik antara Florida dan New York.

Di kursi itulah sang ibu beristirahat, menyaksikan Maggie bermain, dan menikmati momen-momen tenang yang kini terasa sangat berharga. Kursi itu menjadi saksi kebersamaan sederhana yang tak tergantikan.

Bahkan di hari-hari terakhir hidupnya, Maggie tetap berada di sisi sang ibu. Olivo mengenang bagaimana keluarga sempat membawa Maggie ke rumah sakit menggunakan kereta dorong bayi agar ia bisa berpamitan.

“Ibu saya sangat bahagia melihat Maggie berlarian di kamar, lalu akhirnya meringkuk di dekatnya,” kata Olivo.

Semua kenangan itu kembali menyeruak ketika Maggie kembali ke kursi tersebut setelah ibunya meninggal. Bagi Olivo, menyaksikan momen itu terasa sangat emosional dan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Melihat Maggie tertarik pada kursi ibu saya benar-benar mengharukan,” ujarnya. “Rasanya seperti kehadiran ibu saya masih ada di sana, dengan cara yang tenang dan lembut.”

Momen itu membawa rasa nyaman sekaligus kesedihan. Olivo menyadari betapa dalamnya cinta yang pernah diberikan ibunya kepada Maggie, dan betapa kuatnya ikatan itu hingga tetap terasa setelah kepergian sang ibu.

“Kami sangat dekat dengan ibu kami. Kehilangannya terasa seperti kehilangan sebagian dari diri kami sendiri,” kata Olivo. Merawat Maggie menjadi cara untuk menghadapi rasa sakit itu bersama-sama, bukan menghindarinya.

Dalam proses merawat Maggie, Olivo mulai melihat bahwa kesedihan tidak hanya dialami manusia. “Jika kami merasakan kehilangan ini begitu dalam, maka Maggie pasti juga merasakannya,” ujarnya.

Kesadaran tersebut mengubah cara Olivo memandang duka bukan hanya sebagai perasaan, tetapi sebagai sesuatu yang tercermin dalam perilaku, kebiasaan, dan keheningan.

Awalnya, Olivo tidak berniat membagikan video itu kepada publik. Ia juga tidak menyangka akan menerima respons sebesar itu. Video tersebut hanya dimaksudkan untuk merekam momen pribadi yang jujur dan bermakna.

“Saya tidak membagikannya dengan harapan akan menjangkau banyak orang,” katanya. “Saya hanya ingin menyimpan momen tenang yang terasa begitu mewakili duka kami.”

Sebagai seseorang yang bekerja di bidang kesejahteraan hewan, Olivo sudah lama memahami bahwa hewan peliharaan juga merasakan kehilangan. Membagikan video itu terasa seperti cara yang jujur untuk mengakui kenyataan tersebut.

Respons yang datang ternyata luar biasa. Banyak orang mengirimkan pesan, menceritakan pengalaman kehilangan mereka sendiri dan bagaimana hewan peliharaan juga menunjukkan tanda-tanda berduka.

“Mendengar cerita dari orang-orang asing yang mengalami kehilangan serupa sangat berarti,” kata Olivo. “Itu mengingatkan saya bahwa begitu banyak orang memikul kesedihan yang mungkin tidak pernah kita lihat.”

Banyak pula yang berbagi kisah tentang merawat hewan peliharaan milik orang terkasih yang telah meninggal, saling menguatkan melalui pengalaman bersama. Bagi Olivo, semua pesan itu menjadi pengingat bahwa belas kasih tetap ada, bahkan di tengah duka yang paling sunyi.

“Mengetahui begitu banyak orang melakukan hal yang sama demi keluarga atau hewan kesayangan mereka benar-benar menghibur,” ujarnya.

Tribunnewsmaker | People.com | Aleyda Salsa Sabillawati

Baca Lebih Lanjut
Gemes Banget, Ternyata Ini Alasan Kucing Suka Menjilati Pemiliknya
Grid
Venna Melinda Berduka, Ayahanda Meninggal Dunia
Sosok Ayah Anak yang Mengaku Ditelantarkan Denada Bikin Warganet Penasaran, Kisah Asmara Disorot
Profil Doraemon, Robot Kucing Legendaris yang Resmi Tinggalkan Layar RCTI
Mia Della Vita
Haru! Keluarga Memohon Lanjutan Pencarian Anak yang Hilang di Labuan Bajo
Detik
Lebih Peka Yuk! Kenali 5 Ciri-Ciri Kucing yang Sedang Sedih dan Stres
Grid
Penuh Haru, DJ Koo Tertangkap Kamera Bersihkan Makam Mendiang Barbie Hsu
KumparanWOMAN
Ayah Venna Melinda Meninggal, Sosok yang Paling Membelanya Saat Kasus KDRT
Ternyata Air Liur Kucing Mampu Mengobati Luka? Ini Penjelasan Ahlinya
Grid
Kisah Jonianus Rusmin Fallo, dari Usaha Tambal Ban Mengantar Anak ke Bangku Kuliah