TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH – Di tengah hiruk pikuk Kota Bogor yang kian modern, sebuah toko barang antik justru mengajak pengunjung menoleh ke belakang, ke masa ketika radio masih diputar dengan tangan dan kamera analog jadi benda istimewa.
Ialah Flipper Vintage Store, UMKM berbasis nostalgia yang tumbuh dari hobi, sejarah keluarga, dan kecintaan pada benda-benda lawas bernilai tinggi.
Berlokasi di Jalan Baranangsiang Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Flipper Vintage Store bukan sekadar tempat jual-beli barang antik.
Toko ini menjadi ruang hidup bagi kenangan, sejarah, dan cerita masa lalu yang dirawat dengan penuh makna.
Pemilik Flipper Vintage Store, Ridamal Barkamahdar, atau akrab disapa Amal, mengungkapkan bahwa nama Flipper bukanlah hal baru dalam keluarganya.
Nama tersebut sudah digunakan oleh almarhum orang tuanya sejak tahun 1970-an, saat membuka toko di Pasar Bogor.
“Kalau untuk awal mula nama Flipper itu sebenarnya dari toko almarhum papa dan mama saya. Tokonya dulu ada di Pasar Bogor sekitar tahun 70-an. Nama Flipper sendiri terinspirasi dari kartun lumba-lumba dan ikan paus yang tayang di era itu,” ujar Amal.
Warisan nama itu kini dihidupkan kembali, bukan hanya sebagai identitas usaha, tapi juga sebagai nilai yang dijaga hingga sekarang, menghormati sejarah dan perjalanan waktu.
Begitu melangkah masuk ke dalam toko, suasana nostalgia langsung terasa kuat. Interior Flipper Vintage Store dipenuhi berbagai koleksi lawas yang ditata langsung oleh sang pemilik.
Mulai dari radio tua, mesin T-Classic, kamera analog, piringan hitam, dekorasi rumah jadul, hingga berbagai benda antik lain yang kini sulit ditemukan.
Semua koleksi tak hanya dipajang untuk dijual, tetapi juga dirawat sebagai karya seni dan artefak sejarah.
Inilah yang membuat Flipper Vintage Store terasa lebih dari sekadar toko, melainkan ruang apresiasi terhadap masa lalu.
Kolektor, Anak Muda, hingga Pemilik Kafe Jadi Pelanggan
Menariknya, Flipper Vintage Store tak hanya diminati kolektor senior.
Baca juga: 22 Tahun Gak Naik Harga! UMKM Roti Unyil Masshita Bogor Tetap Rp 2.000, Kualitas Bahan Jadi Kunci
Amal menyebut, banyak anak muda kreatif, hingga pemilik kafe bertema vintage dan industrial yang datang mencari barang dekorasi unik.
“Kebanyakan pembelinya anak muda. Ada juga orang tua. Banyak yang bikin kafe bertema vintage atau industrial, ambil barang dari sini buat dekorasi,” katanya.
Beberapa koleksi bahkan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
Amal pernah menjual peta Jawa tahun 1800-an, serta memiliki koleksi pusaka seperti keris dari abad 1200–1300-an, hingga koin dari abad ke-17 dan 1600-an.
Namun, tidak semua barang bisa dijual sembarangan, Amal memegang prinsip kuat untuk menjaga agar benda bersejarah tetap dimiliki bangsa sendiri.
“Saya jual barang-barang tertentu itu harus ke orang Indonesia. Tidak boleh ke orang luar. Barang-barang kita jangan sampai dimiliki negara lain,” tegasnya.
Berawal dari hobi mengoleksi barang antik, Flipper Vintage Store kini tumbuh menjadi UMKM yang mampu menghasilkan omzet sekitar Rp10–15 juta per bulan, baik kotor maupun bersih.
“Kurang lebih omzetnya sekitar 10 sampai 15 juta sebulan,” ungkap Amal.
Barang-barang yang dijual pun beragam, mulai dari pernik kecil bernilai koleksi hingga benda antik bernilai investasi jangka panjang.
Menurut Amal, bisnis barang antik bukan hanya soal jual-beli, tapi juga soal pengetahuan.
“Main antik itu kalau nggak paham, uang satu miliar pun bisa habis. Tapi kalau paham, ini investasi. Tiap tahun harganya bisa naik,” jelasnya.
Menjangkau Pembeli Global, Bertahan di Era Digital
Meski berbasis offline, Flipper Vintage Store juga beradaptasi dengan perkembangan digital.
Penjualan dilakukan secara global untuk barang-barang tertentu, terutama koleksi kecil. Sementara untuk mebel, penjualan masih difokuskan secara lokal.
Untuk pengiriman, saat ini Flipper Vintage Store melayani pengiriman dalam negeri, meski beberapa koleksi pernah sampai ke pembeli luar negeri melalui jalur khusus, seperti perbatasan Batam.
Baca juga: Pempek Kikim: UMKM Bogor yang Naik Kelas, dari Rumahan sampai Supply ke Hotel Ternama
Selain itu, banyak turis asing yang datang langsung ke toko untuk membeli koleksi secara langsung.
Bagi pencinta barang lawas, Flipper Vintage Store Bogor bisa jadi destinasi menarik.
Berlokasi di Jalan Baranangsiang Tegallega, Bogor Tengah, toko ini menawarkan beragam koleksi vintage bernilai sejarah, mulai dari radio tua, kamera analog, piringan hitam, hingga pusaka.
Tak hanya berbelanja, pengunjung juga bisa merasakan suasana nostalgia dan melihat langsung benda-benda lawas yang dirawat dengan penuh cerita.
(Revani Meiliana/Politeknik Negeri Jakarta)