Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri
TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Banjir akibat luapan Bengawan Jero di Lamongan, Jawa Timur, meluas, Rabu (14/1/2026).
Tak hanya permukiman dan sawah tambak di lima kecamatan yang terendam, namun banjir juga menggenangi Jalan Raya Karanggeneng-Sumlaran.
Satu di antara jalan yang terendam banjir ada di Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, sepanjang sekitar 500 meter, tepatnya di depan Pondok Pesantren Matholiul Anwar, Simo, Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan.
"Jalan tergenang sepanjang 500 meter," kata warga setempat, Safari Ranu Wijaya kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Banjir yang menggenang di ruas jalan ini, kata Safari, setinggi lebih kurang 30 cm sampai 40 cm, bahkan ada yang sampai 60 cm.
Banjir yang terjadi di ruas jalan provinsi yang menghubungkan antara Kecamatan Sukodadi dengan Kecamatan Paciran Lamongan ini sudah terjadi dalam beberapa hari ini, akibat luapan Bengawan Jero.
"Kalau jalan ini tergenang sudah hampir lima hari," ujarnya.
Banjir yang terjadi tepat di depan Ponpes Matholiul Anwar ini juga membuat santri dan pelajar yang ada di pondok pesantren ini harus rela basah-basahan karena genangan terjadi tepat di depan pondok.
Baca juga: Genangan Banjir di Sawah Jombang Jadi Tempat Rekreasi Dadakan di Tengah Ancaman Gagal Panen Petani
Para santri dan pelajar harus rela menyingsingkan pakaian mereka agar tidak terkena air saat tiba di area ponpes.
Meski area pondok pesantren tidak sampai tergenang, kejadian ini membuat para santri tergerak membantu pengendara yang melintas untuk mendorong dan memperbaiki motor yang mogok karena terkena genangan air.
Banyak santri menjadi relawan untuk mengarahkan kendaraan agar bisa melintas di jalur yang tergenang.
Sementara, Pengasuh Ponpes Matholiul Anwar Simo Sungelebak Lamongan, Saifullah Abid atau Gus Abid membenarkan jika ruas jalan raya yang ada di depan pondoknya tergenang banjir luapan Sungai Bengawan Jero.
Meski tidak sampai masuk ke area ponpes, namun banjir yang menggenang di ruas jalan tersebut mengganggu kegiatan belajar mengajar yang ada di pondok.
"Kegiatan belajar mengajar juga terganggu, terutama siswa yang dari Bengawan Jero," ungkap Gus Abid.
Untuk mengatasi banjir yang belum surut agar kegiatan belajar mengajar di pondok tetap berlangsung, Gus Abid menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan santri dan siswa serta orang tua santri untuk menjemput mereka di titik yang sudah ditentukan.
Pengurus antar madrasah/sekolah di lingkungan pondok sudah berkoordinasi untuk menjemput di titik tertentu di sekitar Bengawan Jero.