Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Desa Salah Sirong, salah satu desa pedalaman dan terpencil di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Saat banjir bandang, kawasan tersebut sempat terisolasi beberapa minggu, kemudian dibuka jalan alternatif juga sulit dilewati sepeda motor, kecuali trail  dan double cabin.

Sejak dua hari lalu, kata Camat Jeumpa, Rusli SSos kepada Serambinews.com, Selasa (13/1/2026) sudah
bisa dilewati dengan sepeda motor maupun mobil. 

Pasalnya, jalan alternatif melalui kebun warga sudah diperbaiki kembali dengan alat berat bantuan Pemkab Bireuen.

“Sejak hari ini sudah bisa lewat, jalan melalui kebun warga  sudah diperbaiki,” ujarnya.

Dengan telah diperbaiki jalan tersebut kawasan yang dulunya susah ditembus sekarang sudah mudah dikunjungi.

Baca juga: VIDEO - Pembangunan Huntara Dimulai di Langkahan Aceh Utara, Ini Lokasi dan Rinciannya

Katanya dari Bladeh ke Blang Gandai, Cot Meugoe, Alue Limeng sudah tembus ke Salah Sirong.

Namun dari Teupin Mane ke Simpang Jaya, Alue Limeng kendaraan roda dua harus melintasi jembatan rangka baja Alue Limeng yang sudah putus dan ambruk, sedangkan roda empat belum bisa lewat.

Dalam musibah banjir desa tersebut sangat terdampak, sebanyak 63 rumah hilang.

Lokasi rumah menjadi aliran sungai, sedangkan badan jalan putus.

Lokasi Desa Salah Sirong berjarak sekitar 11 kilometer (Km) dengan Kota Bireuen ke Teupin Mane.

Dari Teupin Mane masuk ke barat berjarak 12 km, sedangkan jarak dengan pusat Kecamatan Jeumpa
mencapai 28 Km melingkar sebelah barat.

Baca juga: Warga Aceh di Malaysia Apresiasi Serambi Indonesia Atas Penghargaan dari Kemenlu

Dampak sangat berat dirasakan masyarakat, selain korban banjir rumah rusak maupun hilang adalah
jalur transportasi roda dua dan roda empat sulit sekali, sehingga ekonomi masyarakat semakin terpuruk.

Desa Salah Sirong juga termasuk desa terluas, panjang timur barat mencapai 6 kilometer, sedangkan
utara selatan mencapai 17 kilometer.

Berbatasan dengan kawasan Gunung Goh, Bener Meriah dan Krueng Simpo Juli.

Desa ini memiliki potensi besar di bidang perkebunan, tanaman pinang, kelapa, sawit, dan pisang, namun
hancur semua diterjang banjir.

Di sepanjang jalan desa, selain itu terdapat alur sungai yang berkelok- kelok yang semakin luas, juga banyak
kebun warga dan lokasi rumah menjadi aliran sungai.

Jumlah penduduk Desa Salah Sirong mencapai 287 kepala keluarga atau sekitar 1.245 jiwa, yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Namun, terputusnya akses jalan dan jembatan membuat kondisi ekonomi warga lumpuh total.
(*)

Baca juga: TA Khalid Luapkan Kekecewaannya ke Menteri Trenggono karena Tak Beri Kabar Tinjau Lokasi Banjir Aceh

 

Baca Lebih Lanjut
Dilewati Truk Tonase Besar, Jembatan Ketapang II di Ogan Ilir Jebol Untuk Ketiga Kalinya
Jalan Pierre Tendean Manado Mulai Rusak, Warga Minta Segera Diperbaiki
Tips Aman Mengendarai Mobil Listrik Saat Hujan dan Banjir ala Komunitas EV
Sejumlah mobil pecah ban diduga akibat jalan berlubang di FO Pesing
Antaranews
Jembatan Darurat Simpang Temelat Musi Rawas Sempat Ditutup 2 Jam karena Perbaikan, Kini Dibuka Lagi
Avanza Terbalik di Jalur Alternatif Banjarbaru-Batulicin, Sopir Diduga Hilang Kendali di Jalan Licin
Puluhan titik longsor tutup akses jalan utama di Desa Tempur Jepara
Antaranews
Jalan Putus Kapalo Koto–Lambung Bukit Kembali Bisa Dilalui Kendaraan, 7 Alat Berat Masih Bekerja
Polsek Sepauk dan Forkopimcam Cepat Tangani Putusnya Jembatan Jalan Poros Kayu Lapis KM 50 Sepauk
Dampak Banjir Bandang, Desa Ulee Jalan-Bireuen Terancam Jadi Aliran Sungai