Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Puluhan tahun menjadi buruh ternak alias paron Kambing di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Mang Sakim (54) kini bisa memiliki kambing sendiri.
Itu lantaran mendapat kadedeuh dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM (Kang Dedi Mulyadi) sebesar Rp 5 Juta.
Penerimaan uang dari KDM itu melalui Dirut BUMDes Aria Kamuning Desa Kaduela dan terjadi saat orang nomor satu di Jawa Barat mendatangi lokasi sumber mata air di desa setempat.
Kemudian, dalam perjalanannya KDM memberhentikan Mang Sakim hingga berdialog dan menanyakan aktivitas keseharian warga desa setempat.
Baca juga: Sawit di Bukit Cigobang Cirebon Tak Dicabut, Muncul Tuntutan Ganti Rugi Rp 15 Ribu per Pohon
"Iya, tadi saya waktu jalan bawa rumput dan di berhentikan KDM, dan Pak KDM nanya soal keseharian saya. Terus tanya, rumput buat kambing siapa? Dan saya jawab, bahwa kambing yang di ternak saya adalah Paron (buruh tani)," kata Sakim.
Lama berdialog dengan KDM, Mang Sakim merasa kaget saat diberi uang untuk membeli kambing.
"Iya saya kaget diberi uang buat beli kambing," kata Sakim seraya menambahkan bahwa selama 20 tahun usaha ternak kambing mengandalkan paron alias buruh ternak.
"Ya, paron itu istilah paroan atau berbagi. Jadi kambing milik orang saya ternak dan ketika beranak, hasilnya bagi dua. Jika beranak dua ekor, itu mendapat bagian satu ekor, baik saya atau pemilik kambing. Begitu juga, kalau beranak satu ekor, ya setengahan," katanya.
Di tempat yang sama, Dirut BUMDes Aria Kamuning, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Iim Ibrahim mengatakan, pemberian uang kepada Sakim sebagai amanat.
"Lantaran Mang Sakim gak punya rekening bank. Terus ajudan KDM ngasih uang ke rekening saya dan saya berikan langsung uang itu ke Mang Sakim," katanya.
Terlepas dengan pemberian kadedeuh kepada Mang Sakim, KDM juga berjanji akan kembali mengunjungi Desa Kaduela yang memiliki destinasi wisata alam dan potensi BUMDes setempat. (*)