TRIBUNBENGKULU.COM - Nama Himawan, rekan pendakian Syafiq sejak SMP, menjadi sorotan publik karena keterangannya dinilai janggal oleh sebagian relawan.

Relawan Lahar Brata mengungkapkan pengalamannya saat Himawan dimintai keterangan.

“Informasi beberapa teman, Mas Himawan awal-awal diintrogasi itu menjawab pertanyaan sambil main game. Itu ya, itu terverifikasi,” ungkap Lahar dalam siaran langsung, Jumat (16/1/2025).

Pernyataan ini menjadi sorotan karena datang dari relawan lapangan yang dikenal aktif dan berpengalaman.

Lahar juga menyampaikan adanya pengakuan cekcok antara Syafiq dan Himawan sebelum keduanya berpisah.

“Mas Himawan menyampaikan bahwa mereka sempat cekcok. Tapi cekcok seperti apa tidak pernah dijelaskan secara detail,” ujarnya.

Menurut Lahar, peristiwa itu memang disebutkan, namun tidak pernah diurai secara utuh, menyisakan ruang kosong dalam rangkaian kronologi.

Ia menegaskan, setiap pernyataan yang disampaikannya memiliki dasar dokumentasi dan rekaman.

Kini, pencarian panjang itu telah berakhir. Bagi keluarga, Syafiq telah pulang bukan hanya dari Gunung Slamet, tetapi ke pangkuan Sang Pencipta.

Keikhlasan menjadi penutup dari perjalanan yang dimulai dengan harapan, diuji oleh ketidakpastian, dan berakhir dengan doa.

Pengakuan Tak Sesuai Fakta 

Lokasi penemuan Syafiq yang berbeda dari keterangan Himawan membuat ia menuai rasa curiga.

Himawan menyebut Syafiq turun untuk mencari bantuan, sementara tubuh Syafiq justru ditemukan di atas.

Himawan ramai diduga memberi keterangan palsu kepada tim pencari yang membuat waktu emas pencarian terlewatkan.

Namun di tengah derasnya kecurigaan pada Himawan, kalimat sejuk justru diungkap oleh ayah kandung Syafiq, Dhani Rusman.

Dikutip dari video yang diunggah akun Threads @mountnesia, Dhani Rusman justru mengungkap dukungannya untuk Himawan.

Dalam video itu, Dhani Rusman ungkap keinginannya menganggap Himawan sebagai anaknya sendiri.

"Karena Mas Himawan adalah sahabat Ali, jadi kami pun akan menganggap Mas Himawan seperti anak kami sendiri.

Jadi jangan malu, jangan sungkan ya Mas Himawan, main ke rumah, anggap rumah sendiri.

Tetap nanti kami pun keluarga dari Ali akan menyayangi Himawan," ungkap Dhani Rusman sambil menangis.

Jasad Disembunyikan di Alam Gaib 

Menurut pengakuan seorang relawan, Syafiq ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada hari ke-17 pencarian, tepatnya Rabu (14/1/2025).

Lokasi penemuan jasad berada sekitar 5 kilometer dari Pos 9 jalur pendakian Gunung Slamet.

Hal yang memicu keheranan adalah titik tersebut disebut sudah disisir sejak awal operasi pencarian.

Para relawan menilai mustahil korban baru terlihat di area yang berkali-kali dilalui tim SAR.

Kejanggalan inilah yang kemudian menjadi perbincangan di kalangan relawan pencari.

Syafiq diketahui mendaki Gunung Slamet bersama temannya, Himawan, melalui jalur Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (30/12/2025).

Setelah Syafiq dinyatakan hilang, tim SAR gabungan bersama relawan langsung melakukan penyisiran di sejumlah titik.

Pencarian dilakukan berdasarkan keterangan terakhir dari Himawan selaku rekan pendakian korban.

Amrul (20), relawan independen asal Kabupaten Brebes, mengaku heran dengan waktu penemuan jasad Syafiq.

Menurutnya, lokasi tersebut sudah dilewati tim pencari sejak hari-hari awal.

“Dari hari kedua sampai hari ke-17 itu tidak ditemukan, padahal area sudah pernah dilalui tim pencarian,” ujar Amrul.

Ia menilai ada kejanggalan yang sulit dijelaskan secara logika dalam proses pencarian tersebut.

Amrul juga mengungkapkan bahwa pencarian sempat melibatkan anak indigo yang didatangkan dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kehadiran anak indigo itu disebut sebagai bagian dari upaya alternatif untuk menemukan korban.

“Saya bersama tim relawan independen juga anak indigo ditugaskan di pos 9 tidak sampai pada lokasi ditemukan jasad Syafiq,” ungkap Amrul.

Ia menjelaskan relawan independen bergantian membantu pencarian sejak laporan kehilangan diterima.

Meski demikian, selama proses panjang tersebut, jasad Syafiq tak kunjung terlihat.

Penjelasan yang diterima Amrul justru bernuansa di luar nalar.

“Kata anak indigonya sih almarhum tertutup hal gaib yang tidak terlihat,” kata Amrul.

Adapun lokasi hilangnya Syafiq berada di area lereng berbatu dengan kondisi tanah yang tandus.

Di kawasan itu juga terdapat banyak aliran sungai kecil.

Menariknya lagi, jasad Syafiq Ali saat ditemukan dalam keadaan sujud di bebatuan. 

Ucapan Terakhir Syafiq Ali 

Terungkap ucapan terakhir Syafiq Ali seorang pendaki yang dinyatakan hilang selama 17 hari di Gunung Slamet. 

Menurut pengakuan Dani Rusman ayah Syafiq Ali, anaknya bukan pendaki berpengalaman.

Gunung Andong menjadi pendakian pertamanya, sebelum kemudian Gunung Slamet menjadi gunung kedua sekaligus terakhir yang ia daki.

Bahkan, kepergian Syafiq ke Slamet bukanlah rencana awal.

“Syafiq awalnya pamit ke Gunung Sumbing,” tutur Dani, mengenang cerita sang anak, Kamis (15/1/2026).

Namun, di tengah perjalanan, entah karena dorongan spontan atau perubahan rencana, langkah Syafiq justru berbelok menuju Gunung Slamet.

Kepada sang ibu, Syafiq sempat mengirimkan pesan singkat yang kini menjadi kenangan paling menyayat.

‘Duh Bun, aku kok kesasar ke Gunung Slamet,’ tulis Syafiq.

Pesan itu menjadi isyarat terakhir bahwa anaknya tengah berada di jalur yang tak pernah direncanakan sejak awal.

Meski demikian, bagi Dani, peristiwa ini menyimpan pesan penting, bukan hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi siapa pun yang hendak mendaki gunung.

“Ini jadi pembelajaran buat kita semua. Mendaki itu harus betul-betul dengan izin dan restu orang tua. Jangan sampai terulang,” ujarnya lirih.

Ia berharap, Syafiq menjadi anak terakhir yang harus pergi dengan cara seperti ini.

 

Baca Lebih Lanjut
Janggal Pengakuan Himawan, Sahabat Syafiq Ali Pendaki Hilang 17 Hari di Slamet: Tak Sesuai Fakta
RIP Syafiq Ali, Meninggal di Gunung Slamet Saat Cari Bantuan untuk Himawan, Ada Pesan untuk Mantan
Himawan Dituding Tak Berempati, Ayah Syafiq Ali Pilih Maafkan Sahabat Anaknya, Fokus Doakan Almarhum
Gelagat Himawan Teman Syafiq Ali yang Ikut Mendaki Gunung Slamet, Dengar Suara Korban: Nyebut Namaku
Kisah Pilu Syafiq Ali, Daki Gunung Slamet Usai Diselingkuhi, Malah Berakhir Tewas 
Awalnya Pamit Turun Cari Bantuan, Syafiq Ali Malah Ditemukan Meninggal di Lereng Atas Gunung Slamet
Ayah Ikhlas Lepas Kepergian Syafiq Ali hingga Pesan Terakhir : Duh Bun, Aku Kesasar ke Gunung Slamet
Dalam Keadaan Sujud, Syafiq Ali Ditemukan Usai 17 Hari Hilang di Gunung Slamet, Jasadnya Utuh 
Sosok Himawan Teman Syafiq Yang Selamat dari Gunung Slamet, Pamit ke Ayah Naik Gunung Sumbing
Fakta Baru Syafiq Ali Ubah Tujuan Pendakian Dari Gunung Sumbing Ke Gunung Slamet Jadi Misteri