TRIBUNMANADO.CO.ID - Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar duka yang berasa dari atas kapal.
Wahyu Prasetyo (33), seorang pria yang menjabat sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) di Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 105, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya pada Rabu (14/1/2026) malam.
Kejadian yang berlangsung saat kapal sedang bersandar di Dermaga II Pelabuhan Samudera Bitung ini mulai viral secara luas di berbagai platform hingga Kamis (15/1/2026).
Pelabuhan Bitung berjarak sekitar 50,5 kilometer dari Kota Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara.
Jarak tersebut dapat ditempuh dengan berkendara darat menggunakan kendaraan bermotor selama kurang lebih satu jam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terakhir kali terlihat melakukan aktivitas rutin di bagian mesin kapal pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WITA.
Kecurigaan mulai muncul saat Kapten Kapal, Yanus Thomas Nafie, mencoba menghubungi Wahyu melalui telepon pada pukul 10.00 WITA namun tidak mendapatkan jawaban.
Lantaran tidak ada respons sepanjang hari, Kapten Kapal memerintahkan sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) untuk mengecek kondisi Wahyu di kamarnya sekitar pukul 18.50 WITA.
"Saat pintu kamar dibuka, kami melihat Wahyu Prasetyo sudah dalam posisi tergantung," kata Yanus Thomas Nafie Kapten Kapal KM Sabuk Nusantara 105, saat memberikan keterangan kepada polisi.
Sebelum ditemukan meninggal, Wahyu dikabarkan sempat berkomunikasi dengan tunangannya, SS.
Dalam keterangannya kepada pihak kepolisian, S mengakui adanya perselisihan singkat di antara mereka pada pagi hari sebelum kejadian.
"Saya sangat shock ketika mendengar kabar bahwa Wahyu telah meninggal dunia dengan cara gantung diri," ujar Sity saat memberikan keterangan ke polisi.
Pihak kepolisian dari Polsek Kawasan Pelabuhan Samudera (KPS) Bitung bersama Tim Inafis Polres Bitung segera bergerak melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Manembo-nembo Bitung untuk menjalani proses Visum Et Repertum (VER).
Kapolsek KPS Bitung, Iptu Harly Buida SH menegaskan, berdasarkan pemeriksaan oleh dokter forensik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
"Kematian Wahyu Prasetyo dipastikan murni gantung diri," sebut Kapolsek KPS Bitung Iptu Harly saat dikonfirmasi melalui Kasi Humas Polres Bitung Iptu Natip Anggai, saat di konfirmasi Tribun Manado Kamis (14/1/2026).
Saat ini, jenazah Wahyu Prasetyo telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa menuju kampung halamannya di Pulau Jawa untuk proses pemakaman.