SURYAMALANG.COM, MALANG - Sosok Kuncoro , salah satu legenda sepak bola Malang, legenda Arema yang merupakan asisten pelatih Arema FC digambarkan sebagai sosok yang humble oleh rekan yang juga tetangganya, Mamat.

Posisinya sebagai 'orang dalam' di klub Super League, Arema FC, tak membuatnya eksklusif dari lingkungan warga di tempat tinggalnya.

Kuncoro lekat dengan sosok yang akrab, humoris dan ringan tangan di mata sahabat dan para tetangganya meski ia bisa tampil garang di lapangan dan galak sebagai pelatih.

Kini, epergian Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro, meninggalkan duka mendalam.

Tak hanya bagi keluarga besar Singo Edan, tetapi juga bagi sahabat dan lingkungan terdekatnya. 

Salah satu kenangan terakhir tentang sosok almarhum disampaikan oleh Mamat Kiting, sahabat dekat yang hampir setiap hari berinteraksi dengannya.

Baca juga: Riwayat Kuncoro Asisten Arema FC Meninggal di Tepi Lapangan: Perkuat Timnas Indonesia Era 90-an

Di mata Mamat, Kuncoro bukan sekadar figur pelatih yang disegani di lapangan, tetapi pribadi yang hangat dan penuh canda dalam kehidupan sehari-hari.

"Kuncoro itu humoris. Walaupun kelihatannya sangar, tapi orangnya baik,"

"Kekeluargaannya juga bagus banget. Itu yang saya rasakan dan teman-teman semua," ujar Mamat saat ditemui di rumah duka, Minggu (18/1/2026).

Mamat mengungkapkan, pertemuan terakhirnya dengan almarhum terjadi pada dini hari sebelum kabar duka itu datang. 

Mereka masih sempat bertemu usai melaksanakan salat Subuh bersama.

"Terakhir ketemu ya semalam, habis salat Subuh. Seperti biasa ngobrol. Enggak ada tanda-tanda apa pun," ungkapnya.

 

laga terakhir kuncoro
LAGA TERAKHIR - Kuncoro (tanda panah hijau) bersama timnya dalam pertandingan charity 100 tahun stadion Gajayana yang menjadi pertandingan terakhirnya, Minggu (19/1/2026)


Bahkan, dalam obrolan terakhir tersebut, Kuncoro masih sempat bercerita rencana kegiatannya. 

Biasanya yang dibicarakan mengenai sepak bola dan beberapa kegiatan lainnya.

"Kuncoro ini satu jamaah dengan saya. Kalau ketemu ya pas salat. Atau gak gitu waktu sepak bola. Karena kita satu tim di Gondanglegi, Bachelor," ucapnya.

Kabar meninggalnya Kuncoro diterima Mamat dari grup percakapan. 

Awalnya, informasi yang beredar menyebut almarhum sempat pingsan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Namun setelah itu, Kuncoro dikabarkan meninggal dunia, usai menjalani perawatan intensif di RSSA Malang.

"Dapat kabar dari grup. Dibilangnya pingsan, terus beberapa menit kemudian dibawa ke RSSA,"

"Waktu itu kami belum tahu sudah sampai atau belum. Lalu dikabarkan lagi kalau sudah meninggal," kenangnya.

Baca juga: Tangis dan Doa Iringi Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro ke Peristirahatan Terakhir di Gondanglegi


Kuncoro, Sangar di Lapangan, Humoris di Luar


Meski dikenal tegas dan keras saat memimpin latihan Arema FC, Kuncoro justru dikenal sangat membumi ketika berada di tengah masyarakat. 

Hal itu dirasakan betul oleh rekan-rekan sepak bolanya yang ada di desa, tempat ia sering bermain dan para tetangganya.

"Kalau di lapangan memang sedikit sangar. Tapi kalau di luar, humoris banget. Orangnya bermasyarakat, lalu guyub," ujar Mamat.

Almarhum disebut rutin bermain sepak bola bersama rekan-rekannya di tim Bachelor.

Bukan dalam konteks pertandingan resmi, melainkan sebagai sarana silaturahmi.

Menariknya, meski berstatus asisten pelatih Arema FC, Kuncoro tak pernah menempatkan dirinya berbeda ketika bermain di lingkungan sekitar.

Almarhum bisa menyetarakan status sosialnya dengan rekan-rekan sejawatnya yang lain ketika sudah berada di atas lapangan hijau.

"Di sini status pelatih itu enggak ada. Sama saja. Kalau salah main ya diteriaki juga. Kalau ada yang salah yang dibilang salah. Dia enjoy, malah ketawa humoris," ucapnya.

Baca juga: Detik-detik Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro di Stadion Gajayana, Laga Reuni Jadi Duka Perpisahan

 

Ringan Tangan 


Selain humoris, Kuncoro juga dikenal sebagai sosok yang ringan tangan dan mudah membantu siapa pun. 

Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang berdatangan ke rumah duka.

Selain dari official tim Arema FC, ada juga dari Aremania, mantan pemain, para sahabatnya dan warga sekitar.

Bahkan menurut penuturan salah satu tetangganya, sehari sebelum Kuncoro meninggal sempat ingin menyantuni anak yatim.

"Kalau enggak ringan tangan, enggak mungkin orang sebanyak ini datang,"

"Ini nanti sampai beberapa hari pasang terop," tandasnya.

Baca Lebih Lanjut
Kisah Kuncoro, Legenda Arema FC Sangar di Lapangan Humoris di Mata Sahabat dan Tetangga
Kuncoro, Legenda Arema FC Sangar di Lapangan Tapi Humoris di Mata Sahabat dan Tetangga
Kuncoro di Mata Sahabat, Asisten Pelatih Arema FC yang Dermawan dan Membumi
Kuncoro, Sosok Sederhana Legenda Arema, Memulai Karier dan Berpulang di Stadion Gajayana Malang
Tangis serta Doa Iringi Kepergian Kuncoro, Asisten Pelatih Arema FC yang Rendah Hati dan Humoris
Legenda Arema FC Kuncoro Tutup Usia di Stadion Gajayana, Tempat Awal dan Akhir Pengabdiannya
Tangis dan Doa Iringi Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro ke Peristirahatan Terakhir di Gondanglegi
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Penyebab Kuncoro Wafat, Arkhan Kehilangan Sosok yang Buat Betah
Doa dan Tangis Mengiringi Pemakaman Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro di Malang
Warga Kenang Semasa Hidup Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro: Abah Kun Sosok yang Sederhana