TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi jambret di jalanan cukup meresahkan warga Pekanbaru. Seperti yang pernah dialami oleh Tiwi warga jalan M Ali Tangkerang, Pekanbaru.
Handphone miliknya tiba-tiba disambar jambret saat melintas di Jalan Sudirman Pekanbaru.
Kejadian jambret tersebut dialami Tiwi pada pertengahan 2025 lalu. Namun kejadian jambret yang ia alami itu tidak dilaporkan ke polisi.
Kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (19/1/2026) Tiwi menceritakan jika jambret yang ia alami pada sore hari saat sedang berkendara seorang diri.
Ia menceritakan saat itu, ia mendapat panggilan lewat handphone.
Tanpa berpikir panjang, Tiwi menjawab panggilan tersebut sembari masih berkendara.
"Saya tidak menggunakan headset. Jadi menerima panggilan langsung lewat handphone. Saat itulah tiba-tiba ada yang menyambar handphone milik saya," ungkapnya.
Saking cepatnya kejadian itu, Tiwi hanya kaget saja. Mau teriak pun pelakunya sudah menjauh memacu sepeda motornya.
"Pelakunya dua orang. Satu yang membawa motor satu lagi yang mengambil handphone," ceritanya.
Baca juga: Ingat Jambret HP Bocah di Pekanbaru yang Viral Kemarin? Pelaku Kabur ke Sumbar
Baca juga: Polda Riau Tangkap Jambret Emas Total Seberat 1 Kg
Kejadian itu hanya ia ceritakan ke saudaranya. Tiwi mengaku tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
" Ya musibah. Saya juga lalai karena mengunakan handphone dijalan. Gak tahu kalau ada yang mengintai," ujarnya.
Kasus jambret yang dialami Tiwi tersebut tentu saja menjadi perhatian serius terkait aksi kejahatan jalanan itu.
Beberapa warga yang ditanya Tribunpekanbaru.com soal maraknya aksi jambret mengaku sangat khawatir.
Ida, warga jalan Bukit Barisan mengatakan jika pelaku kejahatan marak lagi di jalan tentu itu sangat menggangu.
"Apalagi bagi perempuan kan. Kadang kami ( perempuan) ini banyak keperluannya. Makanya sering harus berkendara ( mengunakan sepeda motor) untuk mencari kebutuhan," ujarnya.
Menurut Ida, suaminya harus bekerja. Jadi ia yang harus mencari kebutuhan yang segera dipenuhi.
" Khawatir juga kalau malah jadi korban jambret. Saya harap, warga bisa amanlah dijalan raya," ungkapnya.
Beda lagi yang disampaikan Felly, warga jalan Sepakat.
Menurutnya, aksi jambret kadang sudah sangat membahayakan. Tidak hanya barang berharga yang diambil, namun pelaku juga tidak mengenal kasihan.
" Saya pernah mendengar informasi korban jambret di Jalan Bakti yang mengakibatkan korbanya meningal dunia. Pelakunya sendiri dengan cuek berlaku begitu saja," ungkapnya.
Felly berharap pelaku jambret harus ditindak tegas. Jika tertangkap berikan efek jera.
" Saya harap polisi bisa mengidentifikasi pelaku-pelaku kejahatan di jalan termasuk jambret. Dan pelaku yang berhasil ditangkap harus diberikan hukuman yang setimpal," ungkapnya.
(TribunPekanbaru.com/Pekanbaru)