Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Pendaki Gunung Kaba di Provinsi Bengkulu yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Korban ditemukan oleh tim pencari setelah sempat terjebak di jurang, dengan kondisi fisik lemas akibat kelelahan dan minim asupan selama terpisah dari rombongan pendakian.
Diketahui, seorang pelajar bernama Abim Briliant (16) akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Pelajar ini diketahui tengah mendaki di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong pada Senin (19/1/2026).
Korban ditemukan dan berhasil dievakuasi keluar dari kawasan TWA Bukit Kaba sekitar pukul 13.00 WIB oleh tim gabungan. Abim diketahui merupakan pelajar SMKN 2 Uram Jaya, Kabupaten Lebong, warga Desa Tangua, Kecamatan Uram Jaya.
Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP Hasan Basri, menjelaskan bahwa proses penemuan korban bermula saat tim melakukan penyisiran intensif di sekitar Pos II jalur pendakian Bukit Kaba.
Kemudian sekira pukul 10.00 WIB, tim pertama menemukan tas carrier berwarna merah serta celana denim milik korban.
Baca juga: Kronologi Penemuan Pelajar Asal Lebong yang Hilang di Bukit Kaba, Sempat Terjebak di Jurang
"Saat dilakukan penyisiran lanjutan sambil memanggil nama korban, terdengar suara sahutan dari arah bawah jurang,”sampai Hasan kepada TribunBengkulu.com.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim gabungan segera memastikan sumber suara dan mendapati Abim berada di dalam jurang di bawah Pos II dalam kondisi lemas akibat kedinginan. Dimana kondisinya hampir pingsan karena sudah lemah sekali.
“Korban ditemukan dalam keadaan sadar, namun lemas. Diduga korban terjatuh dan tidak mampu kembali ke jalur pendakian,”lanjutnya.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju pos shelter, kemudian dibawa ke Puskesmas Sumber Urip menggunakan mobil patroli Polsek Selupu Rejang untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka memar di bagian kepala, luka lecet di kaki. Serta kondisi tubuh sangat lemah akibat hipotermia ringan dan kelaparan serta kehausan.
“Setelah mendapat perawatan medis, korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,”lanjut Hasan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar selalu mempersiapkan diri dengan matang. Serta diharapkan dapat mengikuti prosedur keselamatan saat melakukan aktivitas pendakian di kawasan wisata alam.
"Tetap hati-hati dan waspada, terutama bagi pendaki-pendaki baru, semoga kedepan tidak ada lagi kasus serupa,"tutup Hasan.
Detik-detik pendaki hilang di Bukit Kaba Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu ditemukan selamat dengan kondisi lemas dan nyaris pingsan.
Korban dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba, Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, bernama Abim Briliant (16).
Abim merupakan pelajar SMKN 2 Lebong, warga Desa Tangua, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong.
Korban ditemukan pada Senin (19/1/2026) oleh tim gabungan di salah satu jalur pendakian Bukit Kaba.
Saat ditemukan, korban dalam kondisi lemas dan nyaris pingsan, diduga akibat kelelahan dan kekurangan asupan selama berada di kawasan hutan.
Petugas segera memberikan penanganan awal sebelum melakukan proses evakuasi.
Kapolsek Selupu Rejang, Iptu Ibnu Sina Alfarobi, menerangkan saat ini korban masih dalam proses evakuasi oleh tim gabungan menuju lokasi aman untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.
"Benar, korban sudah ditemukan, selamat," kata kapolsek saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Senin siang (19/1/2026).
Diketahui, korban baru pertama kali melakukan pendakian di TWA Bukit Kaba.
Sebelumnya, korban sempat dinyatakan hilang dan pencarian dilakukan sejak laporan diterima hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.
Nantinya setelah kondisi korban mulai pulih, pihaknya akan memintai keterangan untuk mengetahui penyebab dan kronologi korban bisa menghilang.
"Ya korban ini baru pertama kali mendaki, sehingga diduga tersesat, tapi nanti akan kita mintai keterangannya," jelas kapolsek.
Kapolsek Selupu Rejang, Iptu Ibnu Sina Alfarobi, membenarkan adanya laporan orang hilang di Bukit Kaba.
Ia menjelaskan, korban diketahui baru pertama kali melakukan pendakian Bukit Kaba.
“Benar, ada seorang pelajar hilang saat mendaki Bukit Kaba. Korban ini baru pertama kali mendaki dan masih minim pengalaman,” ungkap kapolsek.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Saat itu korban bersama rekannya Junio berangkat dari Kabupaten Lebong menuju Bukit Kaba.
Setibanya di Pos 1, korban bertemu dengan sejumlah pendaki lain yakni Aurel, Keizha, Tantri, dan Laura, yang sebelumnya saling mengenal melalui media sosial Instagram dan secara kebetulan bertemu di lokasi.
Karena baru pertama kali mendaki dan mengaku tidak bisa mendirikan tenda, korban kemudian meminta izin untuk bergabung dan mendaki bersama rombongan tersebut.
Pendakian pun dilanjutkan hingga ke atas. Namun pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, korban terakhir kali terlihat bersama para saksi di persimpangan Gajah.
Saat itu, korban mengenakan baju hitam, celana bermotif batik, membawa tas carrier warna merah, serta menggunakan topi hitam.
Sebelum dinyatakan hilang, saksi mengungkapkan bahwa korban sempat menunjukkan perilaku tidak biasa. Korban disebut terlihat linglung dan sempat mengobrol mengenai es Kiko.
“Korban melihat bungkus es Kiko dan meminta kepada saksi, padahal itu hanya bungkus bekas pengunjung lain,” jelas kapolsek.
Tak lama kemudian, korban mengatakan kepada saksi bahwa dirinya ingin pergi ke warung untuk membeli es Kiko.
Setelah itu, korban berpisah dari rombongan dan tidak kembali. Merasa curiga, para saksi kemudian turun ke Pos 1.
Setibanya di Pos 1, mereka mendapat informasi bahwa Abim Briliant telah dilaporkan hilang sekitar pukul 08.30 WIB.
Kapolsek menambahkan, pihak kepolisian bersama tim gabungan telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, hingga berkoordinasi dengan keluarga korban.
“Saat ini tim gabungan dari Basarnas, Polsek Selupu Rejang, relawan, serta pihak keluarga masih melakukan penyisiran di jalur pendakian Bukit Kaba,” ujarnya.
Adapun barang-barang terakhir yang diketahui dibawa korban antara lain cangkir warna oranye dan hijau, mantel plastik biru, hoodie abu-abu, manset hitam, topi hitam lis merah, carrier merah hijau tua, celana denim biru putih, air mineral, serta kompor portable.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan para pendaki yang berada di kawasan Bukit Kaba untuk segera melapor apabila menemukan informasi atau petunjuk terkait keberadaan korban.