TRIBUN-MEDAN.com, LUBUK PAKAM - Pasar tradisional Delimas Lubuk Pakam resmi ditutup oleh Pemkab Deliserdang, Senin (19/1/2026).
Seluruh pedagang direlokasikan ke pasar tradisional Bakaran Batu yang berjarak kurang lebih 1,5 km. Saat ini, pedagang sudah berkumpul di Pasar Bakaran Batu.
Pantauan Tribun Medan, pintu keluar masuk pasar tradisional Delimas sudah ditutup dengan seng. Tertulis tulisan ‘Dilarang Masuk’. Aktivitas jual beli di Pasar Delimas terakhir terlihat pada Minggu (18/1/2026).
"Tadi malam ini ditutupnya (pintu keluar masuk). Sudah pindah orang itu (pedagang) ke Bakaran Batu. Kalau kami masih di sini," ujar Boru Sihombing pedagang ikan mas di samping pintu masuk Pasar Delimas.
Meski sudah ditutup, namun di Jalan Sultan Hasanuddin Lubuk Pakam masih ada aktivitas jual beli. Di tempat ini masih ada pedagang sayur dan grosir yang buka menempati kios atau ruko-ruko. Saat ini pedagang di sini pun mulai merasakan dampak atas adanya penutupan Pasar Delimas ini.
Baca juga: Dengar Keluhan Pedagang, Direksi PD Pasar Benahi Penataan dan Soal Kebersihan
"Kami pun katanya mau dipanggil ini. Kalau dampak ya adalah, pembeli kami sudah kocar kacir," kata Sihombing.
Sementara itu suasana yang lebih ramai terasa di Pasar Bakaran Batu Lubuk Pakam. Karena banyak pedagang yang sudah berkumpul di tempat ini suasana tidak lagi sepi seperti hari-hari biasa khususnya pada pukul 11.00 WIB. Saat diwawancaria, banyak keluhan yang masih dirasakan pedagang baru.
"Semalam masih jualan di Delimas, hari inilah kami pertama di sini. Kalau ditanya di Lubuk Pakam ini sayalah orang terlama sebelum Delimas dibangun pun sudah jualan saya. Keluhan air lah karena air harus ngangkat dulu kalau di sana sudah ada," kata Sari.
Sari merasa untuk hari pertama ia belum merasa cocok dengan tempat ini. Apalagi posisi los yang didapatnya berada di bagian belakang.
Plt Kadisperindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deliserdang, TM Yahya menyampaikan, 215 pedagang Delimas sudah dipindahkan dan diberikan tempat di Pasar Bakaran Batu.
"Untuk hari ini memang terlihat masih belum teratur, pedagang masih melanggar batas-batas yang diberikan. Selain itu kita juga melihat masih ada lapak yang kosong padahal ini sudah ditata sedemikian rupa," kata Yahya yang ditemui di Pasar Bakaran Batu.
Yahya mengatakan jika sampai 31 Januari nanti masih ada lapak dan kios yang kosong, maka selanjutnya akan diberikan kepada pedagang lain yang aktif. Pihaknya akan membuatkan pengumuman tersebut di spanduk dan akan dipasang di Pasar Bakaran Batu.
PT Delimas Suyakannaka yang selama ini telah membangun gedung dan mengelolanya selama 30 tahun sudah mengembalikan aset kepada Pemkab pada 24 September tahun lalu. Hal ini lantaran Pemkab tidak memperpanjang kerja sama meski pun pihak perusahaan telah mengajukan permohonan.