TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA – Nostalgia masa kecil ternyata tidak selalu tentang memori yang tinggal di ingatan.

Di Bogor, ada sebuah toko mainan jadul yang membuat pengunjung seolah kembali ke era 90-an, saat mainan bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari cerita yang menemani kita tumbuh besar.

Namanya Kokoreh Cocooan, sebuah UMKM mainan jadul dan mainan second yang berlokasi di kawasan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Dengan nuansa retro dan rak-rak penuh mainan klasik, tempat ini menjadi ruang nostalgia bagi siapa saja yang rindu akan masa kecil.

Kokoreh Cocooan lahir dari hobi sang pemilik, Dimas, yang sejak awal gemar mengoleksi mainan.

Awalnya, koleksi tersebut hanya untuk kepuasan pribadi, khususnya mainan bertema anime seperti One Piece.

Namun seiring waktu, koleksi semakin banyak dan berkembang ke mainan second yang mulai sulit ditemukan.

“Awalnya sih ngoleksi mainan. Dari situ mulai ke second-an, soalnya di Bogor masih jarang toko mainan second, apalagi di Bogor Utara. Rata-rata kan mainan baru,” ujar Dimas.

UMKM BOGOR - Tampak depan Toko Mainan Second, Kokoreh Cocooan, di kawasan Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor.
UMKM BOGOR - Tampak depan Toko Mainan Second, Kokoreh Cocooan, di kawasan Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor. (TribunnewsBogor.com/Revani Meiliana/Politeknik Negeri Jakarta)

Dari kegemaran itulah, Kokoreh Cocooan akhirnya dibuka sebagai toko, agar lebih banyak orang bisa merasakan kembali serunya masa kecil lewat mainan sederhana.

Nama Kokoreh Cocooan berasal dari bahasa Sunda. “Kokoreh” berarti mencari, sementara “Cocooan” berarti mainan.

Filosofi ini sengaja dipilih karena sesuai dengan konsep toko yang mengajak pengunjung berburu mainan satu per satu.

“Kalau ke sini pasti lama, soalnya harus nyari-nyari. Nggak bisa buru-buru, kayak dulu waktu kecil waktu kita suka nyari-nyari mainan,” kata Dimas.

Konsep ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung bebas menelusuri rak demi rak, membuka kembali memori lama, dan menemukan mainan yang mungkin dulu pernah dimiliki, hilang, atau hanya bisa diimpikan.

Rak Penuh Cerita dan Karakter Ikonik

Begitu masuk ke dalam toko, mata langsung disambut rak-rak penuh warna. Ada robot klasik, mobil-mobilan besi, mainan kartun populer, hingga figur karakter ikonik era 90-an.

Baca juga: Awalnya Cuma Bekal Sekolah Anak, Risollaku Bogor Kini Sukses Produksi 10 Ribu Pcs Risol Setiap Hari

Menurut Dimas, banyak pengunjung datang dengan tujuan tertentu, seperti melengkapi koleksi yang dulu belum lengkap.

“Misalnya Power Rangers, kan ada lima warna. Kalau kurang satu, pasti nyari ke sini. Pas ketemu lengkap, pengunjung seneng banget,” ujarnya.

Tak jarang, mainan yang ditemukan langsung membangkitkan kenangan personal, mulai dari ingatan bermain bersama orang tua, hingga momen kecil yang dulu terasa sederhana, tapi kini sangat berarti.

Segmentasi pembelinya sangat beragam, mulai dari anak muda, kolektor mainan, hingga orang tua yang ingin mengenalkan mainan klasik kepada anak-anak mereka.

“Ada yang sengaja cari mainan masa kecilnya, ada yang cuma nostalgia, ada juga orang tua yang ngenalin anaknya sama mainan dulu,” tutur Dimas.

Untuk mainan anime, peminatnya banyak berasal dari kalangan usia SMP hingga remaja. Sementara figur pajangan dan koleksi tertentu diminati oleh orang dewasa yang sudah bekerja.

Dalam menjalankan usahanya, Dimas aktif mencari dan merawat stok mainan. Rak yang kosong akan segera diisi agar pengunjung tetap punya banyak pilihan.

“Kalau ada barang masih bagus, mending diambil. Soalnya kalau kelewat, nanti kualitasnya bisa di bawah yang pertama,” katanya.

UMKM BOGOR - Deretan figur karakter dari anime populer Detective Conan menjadi salah satu jenis koleksi yang diminati oleh pengunjung dewasa di Kokoreh Cocooan.
UMKM BOGOR - Deretan figur karakter dari anime populer Detective Conan menjadi salah satu jenis koleksi yang diminati oleh pengunjung dewasa di Kokoreh Cocooan. (TribunnewsBogor.com/Revani Meiliana/Politeknik Negeri Jakarta)

Upaya ini dilakukan agar setiap pengunjung, termasuk yang datang dari luar daerah, tetap bisa menemukan mainan yang dicari dan pulang membawa mainan yang berkesan.

Tantangan Stigma Mainan Second

Perjalanan Kokoreh Cocooan tidak selalu mudah. Tantangan terbesar datang di awal usaha, ketika masyarakat masih memiliki stigma negatif terhadap mainan second.

“Dua tahun pertama itu berat banget, orang denger kata second langsung mikirnya jelek,” ungkap Dimas.

Namun perlahan, stigma tersebut mulai terkikis. Memasuki tahun ketiga, pengunjung semakin ramai, dan Kokoreh Cocooan mulai dikenal luas oleh masyarakat.

Meski masih sederhana, Kokoreh Cocooan telah membuktikan bahwa usaha berbasis passion, konsistensi, dan nilai emosional mampu bertahan di tengah gempuran mainan modern dan digital.

Lebih dari sekadar toko mainan, Kokoreh Cocooan adalah ruang untuk mengingat kembali masa kecil, bahwa kebahagiaan pernah sesederhana bermain mainan favorit di rumah.

Bagi pencinta barang jadul, kolektor, atau siapa pun yang ingin merasakan kembali hangatnya nostalgia, Kokoreh Cocooan bisa menjadi destinasi menarik.

Toko ini berlokasi di Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, dan terbuka bagi siapa saja yang ingin berburu kenangan lama lewat mainan sederhana yang penuh cerita.

(Revani Meiliana/Politeknik Negeri Jakarta)

Baca Lebih Lanjut
Intip Flipper Vintage Store di Bogor, Jual Barang Antik Bernilai Tinggi, Ada Keris Abad Ke-1200
Photobooth Koran Jadul di Tepian Sungai Musi Viral, Pengunjung Rela Antre Panjang
Sim F angkat kisah masa kecil di Netflix lewat Surat untuk Masa Mudaku
Antaranews
Intip Keseruan Nelayan Berburu Nike di Muara Sungai Bone–Bolango Gorontalo
Sisi Lain Gang Selot Kota Bogor, Simpan Kisah Pesilat Ditantang Tentara Jepang, Mirip Film Ip Man
Kisah Pria Ciamis Ubah Nasib di Bogor, Dulu Kerja Kuli Bangunan, Kini Jadi Juragan Roti Sukses
Berita Arema FC Hari Ini Populer: Berburu Pemain Lokal Berkualitas, Dalberto Terancam Absen Lagi
Berburu Cabuk Rambak di Solo, Kuliner Jadul yang Kian Sulit Ditemui, Ini 4 Lokasi Favorit Pembeli
14 Pemain Baru Belum Cukup, PSIS Semarang Masih Berburu Pemain Kualifikasi Matang
Bertemu Penarik Perahu Eretan Kota Bogor, Kenang Indahnya Sungai Cisadane Puluhan Tahun Lalu