TRIBUNNEWS.COM - Fenomena GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada anak semakin banyak dialami oleh keluarga muda di Indonesia. Kondisi ini membuat anak menolak makan, sulit menerima asupan gizi, dan kerap menimbulkan kecemasan pada orang tua.
Sayangnya, respons yang paling sering muncul justru adalah memaksa anak makan, padahal pendekatan tersebut dinilai dapat memperburuk situasi.
Dalam banyak kasus, GTM tidak hanya berkaitan dengan nafsu makan, tetapi juga melibatkan aspek psikologis anak. Tekanan saat makan berpotensi menciptakan pengalaman negatif, yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kebiasaan makan anak. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih tenang dan ramah anak kini semakin dianjurkan.
Seiring meningkatnya kesadaran tersebut, orang tua mulai mencari solusi nutrisi pendamping yang dapat membantu menjaga asupan gizi anak tanpa menambah tekanan. Salah satu produk yang belakangan banyak diperbincangkan adalah Susu Flyon Kids, susu nutrisi anak yang cukup populer di kalangan orang tua dengan anak GTM.
Flyon Kids diposisikan sebagai susu pendamping nutrisi, bukan pengganti makanan utama. Produk ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak ketika asupan makanan harian belum optimal, khususnya pada fase GTM.
Dari sisi formulasi, Flyon Kids mengandung berbagai nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembang. Produk ini juga dirancang dengan rasa yang relatif ringan agar lebih mudah diterima anak, sehingga dapat dikonsumsi tanpa paksaan.
Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan banyak orang tua yang ingin menjaga kecukupan nutrisi anak, namun tetap menghormati ritme dan kenyamanan anak saat makan.
Baca juga: Bunda Perlu Aware Lebih Dini, Ketahui Fakta Mengenai GTM pada Anak
Para pemerhati tumbuh kembang anak menilai bahwa keberhasilan mengatasi GTM tidak bergantung pada satu produk semata. Kunci utamanya adalah pendekatan menyeluruh, mulai dari suasana makan yang lebih positif, konsistensi pola asuh, hingga kesabaran orang tua dalam mendampingi anak.
Susu nutrisi dapat berperan sebagai penopang kebutuhan gizi selama fase sulit ini, sembari orang tua secara bertahap membangun kembali kebiasaan makan sehat. Ketika tekanan berkurang, anak cenderung lebih terbuka untuk mencoba makanan dan menikmati proses makan.
Pengalaman banyak orang tua menunjukkan bahwa perubahan pendekatan—dari memaksa menjadi mendampingi—dapat membawa dampak positif. Dengan suasana makan yang lebih tenang dan dukungan nutrisi yang tepat, anak perlahan dapat kembali menunjukkan minat terhadap makanan.
Meski popularitas Flyon Kids meningkat di media sosial, orang tua tetap disarankan untuk bersikap realistis. Susu nutrisi bukan solusi instan untuk GTM, melainkan bagian dari proses yang membutuhkan waktu, konsistensi, dan pemahaman terhadap kebutuhan anak.
Fokus utama tetap pada penciptaan pengalaman makan yang positif dan aman bagi anak. Nutrisi pendamping dapat membantu menjaga keseimbangan gizi, tetapi peran orang tua dalam membangun lingkungan makan yang nyaman tetap menjadi faktor terpenting.
Bagi orang tua yang tengah mencari cara mengatasi GTM dengan lebih tenang dan tanpa paksaan, Flyon Kids dapat dipertimbangkan sebagai salah satu opsi nutrisi pendamping, selama digunakan sebagai bagian dari pendekatan menyeluruh terhadap tumbuh kembang anak.
Baca juga: Cegah Anak Alami GTM dan Selamatkan Anak dari Anemia, Dokter Sarankan MPASI Jenis Ini