Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Hampir setiap hari, Endang Saputra (41), perantau asal Banten, bolak-balik ke konter handphone milik Rindi Cantika (21) di Sragen Kulon.
Bukan hanya untuk memperbaiki ponselnya, tetapi juga sekadar meminjam jaringan internet agar bisa melakukan panggilan video dengan istri dan anaknya yang masih berusia enam bulan di kampung halaman.
Kisah haru perjuangan Endang sebagai sales parfum keliling yang hidup serba terbatas ini kemudian menyita perhatian warganet setelah Rindi mengabadikannya dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial.
Rindi mengaku rasa iba muncul setiap kali Endang datang ke konter.
Hampir setiap hari, Endang datang tidak hanya untuk urusan handphone, tetapi demi bisa melakukan panggilan video dengan keluarganya.
“Dalam sehari bisa tiga sampai lima kali datang, cuma buat video call keluarganya. Biar anaknya tidak lupa sama bapaknya,” kata Rindi.
Rindi menceritakan awal mula pertemuannya dengan Endang.
“Pertama kali datang itu hanya untuk memperbaiki tombol volume HP-nya. Waktu itu masih bisa diperbaiki dan dipakai,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Ponsel tersebut menjadi satu-satunya alat komunikasi Endang, baik untuk bekerja maupun untuk menjalin kontak dengan keluarganya di Banten.
Namun, beberapa hari kemudian, Endang kembali ke konter karena handphonenya sudah tidak bisa diperbaiki lagi.
Dari situlah percakapan mulai mengalir, dan Rindi mengetahui kondisi kehidupan Endang yang serba terbatas.
Baca juga: Dari HP Rusak, Terungkap Kisah Perantau Banten di Sragen Rindu Istri dan Bayinya Tapi Tak Ada Ongkos
Endang bekerja sebagai sales parfum keliling dengan penghasilan yang tidak menentu.
Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia masih ditanggung oleh bos tempatnya bekerja, sementara kebutuhan lain seperti membeli handphone baru atau ongkos pulang kampung tidak mampu ia penuhi.
“Beliau sering cerita ingin pulang bertemu istri dan anaknya yang masih enam bulan, tapi tidak punya ongkos. HP rusak saja sudah bingung, apalagi mau beli yang baru,” tutur Rindi.
Baca juga: Empati Perempuan Sragen Ini Bikin Perantau Banten Bisa Pulang Kampung, Galang Donasi Rp15,9 Juta
Melihat perjuangan Endang, Rindi akhirnya mengabadikan kisahnya melalui video dan mengunggahnya ke media sosial.
Video tersebut mendapat respons luas dari warganet dan menjadi awal terbukanya donasi untuk membantu Endang pulang ke kampung halaman.
Dari pertemuan sederhana akibat handphone rusak, terjalin kepedulian yang akhirnya mengantarkan Endang Saputra kembali berkumpul bersama istri dan bayi kecilnya.
(*)