SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Salah satu tokoh masyarakat ternama di Palembang, Kms Haji Alim Ali, meninggal dunia pada Kamis (22/1/2026) di usia 88 tahun.
Ia sebelumnya sudah terlebih dahulu kehilangan wanita yang setia mendampinginya selama ini, Nyimas Hj Aminah.
Ibu dari enam anak tersebut meninggal dunia pada tahun 2024 silam.
Haji Halim pernah berujar, istrinya itu punya andil besar menjadikan dirinya sebagai salah satu pengusaha sukses di Palembang.
Baca juga: Walikota Ratu Dewa Ungkap Pesan Terakhir Haji Halim untuk Palembang
Pernyataan Haji Halim tersebut ia sampaikan ketika diwawancarai oleh mantan Kepala Newsroon Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel, Weny Ramdiastuti, 23 Februari 2023 silam.
Sebab, Nyimas Hj Aminah meyakinkan orangtuanya agar Haji Halim mengelola salah satu bidang usaha yang dimiliki.
"Ibu haji ini (Nyimas Aminah) nyerahin pabrik bapaknya 'kau pimpinlah', ada uwaknya juga belum menikah ngasih aku saham kosong pimpinlah pablik, akhinya aku bikinlah Sentosa Jaya," kata Haji Halim kala itu.
Figur Nyimas Hj Aminah juga disenangi banyak orang, terutama dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Disebutkan salah satu tetangga di sekitar rumah KMS H Halim, Nyimas Hj Aminah merupakan sosok yang senang berbagi.
"Pak Haji dan Cik Minah, sering berbagi ke tetangga, terutama di bulan puasa," ujar Abdurachman, salah satu tetangga di jalan Dr M Isa No 1 kediaman KMS H Halim.
Nyimas Hj Aminah meninggal dunia pada Rabu (11/12/24) di Rs Siti Fatimah Palembang.
Nyimas Aminah dan H Halim dikaruniai enam anak, yakni:
- Nyimas Rodiah Halim,
- Nyimas Rohana Halim,
- Kms Umar Halim,
- Nyimas Fatma Halim,
- Nyimas Sarah Halim, dan
- Nyimas Ria Halim.
Kms H Abdul Halim Ali meninggal dunia di rumah sakit Siti Fatimah, Palembang siang ini, Kamis (22/1/2026).
Sebelumnya ia dikabarkan kondisinya semakin drop dan kritis di ruang ICU.
Pantauan Sripoku.com, jenazah H Halim diantar menuju ke rumah duka menggunakan ambulans RSUD Siti Fatimah dan diiringi beberapa mobil milik keluarganya.
Jenazah dibawa keluar dari rumah sakit sekitar pukul 15:21 WIB.
Kabag Humas dan Protokol RSUD Siti Fatimah, Sella Okarina, mengatakan sebelum meninggal dunia H Halim dirawat di ruang CVCU.
"Memang benar meninggalnya di RSUD Situ Fatimah, H Halim meninggal sekitar pukul 14:23 WIB. Terakhir tadi dirawat di ruang CVCU," ujar Sella saat dijumpai.
Ia tak bisa menyampaikan lebih lanjut mengenai teknis dan diagosa penyebab H Halim meninggal.
Karena hal itu hanya bisa disampaikan oleh dokter yang merawat.
"Memang almarhum sering bolak-balik, kalau dia sakit ke RSUD Siti Fatimah. Kalau soal teknis dan diagnosa akan disampaikan langusung oleh dokter yang merawat," katanya.