TRIBUNMANADO.CO.ID – Shanty Tambajong, ibu dari Godbless Solang, remaja yang ditikam dan ditemukan meninggal di Mahakeret Barat, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (20/1/2026).

Memohon kepada masyarakat dan netizen untuk menjaga perasaan keluarga dengan tidak membagikan foto-foto kondisi Abes saat kejadian.

"Mohon hapus foto Abes waktu kejadian, mohon dengan sangat karena sangat menyiksa hati kami," pintanya.

Ia juga mengklarifikasi anggapan negatif beberapa pihak yang menilai Abes sebagai anak nakal hanya karena penampilan.

"Banyak yang berpikir Abes anak jahat karena pakai anting. Di sini kami ingin meluruskan bahwa yang dipakai hanya anting yang dijepit, bukan ditindik. Dia anak yang baik," pungkas Shanty menutup curahan hatinya.

Apresiasi untuk Kepolisian dan Tuntutan Hukum

Shanty secara khusus menitipkan pesan kepada pihak berwajib agar kasus ini diusut tuntas tanpa ada celah bagi pelaku untuk lolos. Keluarga bahkan merelakan jenazah Abes diotopsi demi kelancaran proses hukum.

"Dear pihak berwajib (kepolisian), yang kami butuhkan adalah keadilan buat anak kami Abes, agar pelaku bisa dihukum sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan agar tidak ada lagi Abes selanjutnya," tegasnya.

Meski menuntut keadilan, Shanty memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat kepolisian yang telah bekerja cepat menangkap para pelaku dalam waktu 24 jam, serta memberikan pengawalan dari rumah duka di Teling hingga ke Matungkas dan kembali ke pekuburan di Teling.

"Lanjutkan jerih lelah yang tak dapat kami balas. Hanya doa agar para pak polisi terus diberkati. Yang akan melanjutkan kasus ini, jangan melepaskan orang jahat seperti mereka, beri mereka pengajaran sesuai dengan apa yang mereka lakukan."

Pesan Menohok untuk Pelaku

Ditengah rasa duka, Shanty melontarkan pertanyaan mendalam bagi para pelaku yang tega merenggut nyawa anaknya. Berdasarkan foto-foto yang beredar, ia melihat tidak adanya rasa penyesalan dari pihak pelaku.

"Buat pelaku, apakah kalian tak merasakan apa yang Abes punya orang tua dan keluarga rasakan? Kalian tidak punya rasa penyesalan atas perbuatan yang dilakukan. Secara manusia, kami tak mampu menerima rasanya kami juga akan membalas perbuatan kalian," ungkapnya jujur.

Namun, di tengah kemarahan tersebut, pihak keluarga memilih jalan iman.

Mengutip pesan Bunda Pdt Cleopatra Turangan, Shanty menyatakan bahwa mereka telah melepaskan pengampunan.

"Penguatan iman kepada kami, sehingga kami sudah melepaskan pengampunan karena yang kami aminkan pembalasan adalah milik Tuhan."

Fakta-Fakta Kasus Kematian Godbless Solang

Fakta-fakta kasus penikaman yang berujung kematian seorang remaja di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Korban diketahui bernama Godbless Solang (13).

Sementara terduga pelaku, yakni warga Kecamatan Pineleng, Minahasa, Sulut, berinisial VP (18).

Korban Godbless Solang ditemukan tak bernyawa pada Selasa (20/1/2026) siang.

Sejumlah fakta kasus kematian Godbless Solang di wilayah Kelurahan Mahakeret Lingkungan Satu, Kecamatan Wenang, Kota Manado, mulai terungkap.

Terkait hasil autopsi jenazah korban hingga penangkapan terduga pelaku.

Korban Alami Luka Tusuk di Punggung

Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri.

Kasat Reskrim Polres Manado AKP Elwin Kristanto mengungkapkan bahwa luka tusuk tersebut menjadi temuan utama dalam hasil otopsi.

“Dari hasil otopsi, ditemukan luka tusuk di punggung sebelah kiri korban,” ujar AKP Elwin saat dikonfirmasi Tribun Manado, Rabu (21/1/2026).

Barang Bukti

Berdasarkan penyelidikan sementara, korban sempat berusaha menyelamatkan diri meski mengalami luka serius, sebelum akhirnya meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

AKP Elwin menjelaskan, dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui perbuatannya. 

Polisi juga mengamankan satu orang lain yang masih berstatus sebagai saksi, serta sebilah senjata tajam yang diduga digunakan untuk menusuk korban. 

Tim Bravo Resmob Polres Manado berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial V.P (18) di Desa Munte, Kabupaten Minahasa Selatan, setelah bergerak cepat dan sekitar 12 jam setelah kejadian.

Lokasi Korban saat Ditemukan

Korban ditemukan di wilayah Kelurahan Mahakeret Lingkungan I, Kecamatan Wenang, Manado.

Jasad korban tergeletak tangga-tangga di sebuah lorong sempit.

Diketahui, korban Godbless Solang sempat berusaha menyelamatkan diri meski mengalami luka tusuk serius, sebelum akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Mahakeret adalah salah satu kelurahan di kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.

Jarak Mahakeret ke Pusat Kota Manado Pasar 45 adalah 6,5 km atau bisa ditempuh dengan naik kendaraan 17 menit lewat Jl. Arie Lasut.

 

Baca Lebih Lanjut
Hasil Autopsi Jenazah Godbless Solang Remaja yang Ditemukan Meninggal di Mahakeret Manado
Dipicu Salah Paham. Terduga Pelaku Melakukan Penikaman terhadap Godbless Solang di Mahakaret Manado
Populer Sulut: Penyebab RSIA Kasih Ibu Manado Ditutup hingga Kronologi Meninggalnya Godbless Solang
Barang Bukti Sajam yang Digunakan Pelaku Tikam Remaja Godbless Solang di Manado, Sudah Disita
5 Fakta Kasus Kematian Godbless Solang, Hasil Autopsi Jenazah Korban hingga Barang Bukti dari Pelaku
Penampilan Orang Tua Rival Indigo Jemput Anaknya di Gunung Slamet Bikin Netizen Kagum
Pesan Terakhir Remaja di Karimun ke Ibu Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia: Abang Sayang Bunda
Kronologis Remaja di Karimun Tewas Kondisi Tak Wajar, Sang Ibu Histeris Lihat Kondisi Anaknya
5 Hari Tak Terlihat, Nenek di Brebes Ditemukan dalam Kondisi Meninggal di Rumahnya
Kronologi KKM KM Sabuk Nusantara Ditemukan Meninggal di Kapal, Sempat Cekcok dengan Tunangan