TRIBUN-BALI.COM, BADUNG — Penggunaan Lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (LPJU-TS) di Kabupaten Badung menyisakan tantangan tersendiri, khususnya saat Hari Raya Nyepi.
Dinas Perhubungan (Dishub) Badung mengakui bahwa sistem lampu tenaga surya yang sebelumnya terpasang menyulitkan proses pemadaman massal ketika Nyepi berlangsung.
Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, mengungkapkan bahwa persoalan tersebut muncul karena sebagian besar LPJU tenaga surya belum dilengkapi dengan Miniature Circuit Breaker (MCB).
Baca juga: Badung Keruk Rp26 Miliar Lebih APBD 2025 untuk 2.714 LPJU Baru di Semua Kecamatan
Akibatnya, petugas harus memadamkan lampu satu per satu.
“Sebagian besar PJUTS yang terpasang sebelumnya tidak dilengkapi MCB. Jadi saat Nyepi, kami harus mematikan lampu satu per satu, itu tentu memakan waktu dan tenaga,” ujar Yuda Darma saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, sejak 2025 Dishub Badung mulai melakukan penggantian dan pemeliharaan LPJU tenaga surya, khususnya yang merupakan peninggalan pemasangan saat perhelatan G20 oleh Balai Jalan.
Baca juga: 108 Titik LPJU di Denpasar Diganti LED, Agar Lebih Terang, Hemat, dan Cegah Kriminalitas
Sejumlah lampu diketahui sudah tidak berfungsi optimal, bahkan ada yang padam total.
“Kami lakukan penggantian melalui kegiatan pemeliharaan, sesuai usulan dan keluhan masyarakat,” jelasnya.
Salah satu fokus pemeliharaan berada di kawasan Jalan Nusa Dua Selatan.
Di jalur tersebut, tercatat terdapat 218 titik LPJU tenaga surya yang kini seluruhnya telah diganti dengan unit baru dan dilengkapi MCB.
Baca juga: 18.535 LPJU di Denpasar Bali Akan Dipadamkan Saat Hari Raya Nyepi, Dishub Terjunkan 69 Personel
“Dengan MCB, proses pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan serentak. Tidak perlu lagi mematikan satu per satu, terutama saat Nyepi,” ungkap Yuda Darma.
Selain untuk memudahkan pemadaman, pemeliharaan ini juga bertujuan meningkatkan kenyamanan dan estetika kawasan, mengingat ruas jalan tersebut merupakan kawasan pariwisata strategis yang dikelilingi hotel-hotel berbintang dan pernah menjadi lokasi kegiatan G20.
“Pengaduan masyarakat sudah cukup banyak terkait kondisi PJU. Di sisi lain, kawasan ini adalah etalase pariwisata Badung, sehingga penerangan jalan harus benar-benar terjaga,” imbuhnya.
Baca juga: Tahun Ini Dishub Karangasem Pasang 100 Titik LPJU
Meski demikian, Dishub Badung belum membeberkan besaran anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pemeliharaan dan penggantian LPJU tenaga surya tersebut. (*)