TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta, masih menjalani masa pemulihan di kediamannya usai mengalami insiden keras dalam pertandingan melawan PSIR Rembang.

Kondisi tubuhnya tampak belum sepenuhnya pulih, dengan bekas luka memerah yang masih terlihat jelas di dada kanan.

Cedera tersebut terjadi akibat tendangan kungfu yang dilepaskan kiper PSIR Rembang, Raihan Al Fariq, saat laga berlangsung di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1/2026).

Insiden itu terjadi ketika kedua pemain berupaya memperebutkan bola atas dari situasi tendangan bebas.

Rizal mengungkapkan, saat kejadian dirinya fokus mengejar bola tanpa menyadari posisi kiper yang sudah berada sangat dekat dengannya.

"Itu kan tendangan bebas, umpan lambung gitu. Saya kejar sambil lihat bola, tiba-tiba kiper sudah dekat, sehingga saya tidak bisa menghindar."

Ia menjelaskan, dalam kondisi tersebut, dirinya tidak memiliki banyak ruang untuk menghindari benturan yang terjadi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Bandang Kembali Terjang DTW Guci Tegal, 3 Jembatan, Pancuran 13 dan 5 Hilang 

"Jadi cuma bisa ngerem sedikit. Habis itu langsung kena (tendangan dari Kiper PSIR)," terangnya, saat ditemui Tribunjateng.com di rumahnya, di Potlot, Tambahrejo, Kecamatan Blora, Jumat (23/1/2026).

Akibat tendangan keras tersebut, Rizal langsung terjatuh dan mengalami gangguan pernapasan. Ia mengaku sulit membuka mata serta tidak mampu berbicara saat terkapar di lapangan.

"Hidung, sama mulut langsung susah napas. Mata merem. Jadi saya enggak bisa ngomong. Saya dengar, teman saya nyemangati saya."

Dalam kondisi panik dan kesakitan, Rizal hanya bisa memberikan isyarat kepada rekan-rekannya di lapangan.

"Saya cuma nunjuk-nunjuk mulut sama hidung gitu. Mau bicara enggak bisa.

Dalam batin saya ingin ngomong 'ini loh aku enggak bisa napas, enggak bisa ngomong' jadi ya saya hanya nunjuk ke mulut gitu," jelasnya.

Selain sesak napas, nyeri hebat juga dirasakan di bagian dada kanan.

Namun saat itu, ia lebih memprioritaskan permintaan bantuan agar dapat bernapas dengan normal.

Tim medis yang berada di lapangan segera memberikan penanganan awal sebelum membawa Rizal ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.

Selama perjalanan menuju rumah sakit, rasa sesak dan nyeri masih terus dirasakan.

"Saat dibawa ke rumah sakit rasanya juga masih sesak napas, sama nyeri di bagian kanan ini.

Saya takut dan sempat berpikiran buruk, takutnya kalau tulangnya patah atau gimana," jelasnya.

Setibanya di rumah sakit, Rizal langsung menjalani pemeriksaan medis berupa rontgen dan mendapatkan bantuan oksigen.

"Sampai rumah sakit dirontgen terlebih dahulu, terus dikasih oksigen. Setelah itu napas lumayan sudah tidak sesak, sudah mendingan."

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada cedera serius pada bagian dalam dadanya, sehingga kondisinya dinyatakan relatif aman.

"Tapi untungnya setelah rontgen, alhamdulillah baik-baik saja maksudnya dada bagian dalamnya," jelasnya.

Rizal juga mengaku, di tengah situasi tersebut, sempat terlintas kekhawatiran terhadap kondisi orang tuanya di rumah, mengingat insiden yang dialaminya cukup mengerikan.


"Sempat kepikiran ke ibu malah, kan ibu orangnya suka khawatir," jelasnya.


Saat ini Rizal masih melakukan rawat jalan, masih dalam pantauan dokter atas luka yang dideritanya itu.


Rizal tidak menyangka bakal terkena insiden tersebut. Rizal sendiri pun sebenarnya baru bermain sekitar 5 menit, usai menjadi pemain pengganti.


"Baru 5 menit masuk lapangan itu. Saya kan pemain pengganti, kan ada yang kena kartu merah, terus saya masuk menggantikan striker.

Karena kan cuma 10 pemain, jadi saya diminta untuk membantu pertahanan."


"Saya masuk, dan pertama kali dapat bola ya itu sebelum tendangan bebas, itu kan saya sempat mau kontrol bola atas, kontrol dada terus kena dorong jadi jatuh."


"Nah itu kan jadi pelanggaran, jadi tendangan bebas. Setelah tendangan bebas itu baru kena insiden itu," jelasnya.


Usai insiden itu, kiper PSIR Rembang, Raihan Al Fariq juga tempat meminta maaf kepada Rizal via pesan WhatsApp.


"Sempat minta maaf kemarin melalui chat, minta maaf.  Terus katanya juga mau datang ke sini."


"Cuma emang lagi ngatur jadwal saja, buat ke sini untuk permintaan maaf secara langsung," jelasnya.


Adapun, Rizal dimungkinkan bakal absen di pertandingan selanjutnya dalam laga awal 16 besar, karena masih dalam tahap pemulihan.


Sebagai informasi, Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah, telah memberikan sanksi kepada kiper PSIR Rembang dan wasit.


Keputusan itu diambil usai adanya insiden tendangan kungfu, dalam laga PSIR Rembang melawan Persikaba Blora di Stadion Krida, Kabupaten Rembang, Rabu (21/1/2026) sore.


Komdis PSSI Jawa Tengah menjatuhkan sanksi hukuman kepada kiper PSIR Rembang, Raihan Al Fariq, yakni larangan beraktivitas dan berpartisipasi di Sepakbola di bawah naungan PSSI seumur hidup.

Serta sanksi denda sebesar Rp. 5.000.000 atas pelanggaran terhadap ketentuan tersebut.


Sementara itu untuk sanksi yang diberikan bagi Perangkat Pertandingan berdasarkan memo internal yang dikeluarkan oleh Komite Disiplin kepada Komite Wasit PSSI Jawa Tengah adalah memberikan rekomendasi untuk mendapatkan pembinaan kembali kepada Wasit yang dinilai under perform saat memimpin pertandingan tersebut, melalui hukuman tidak ditugaskan lagi pada kompetisi dan pertandingan lainnya dibawah lingkup PSSI dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.(Iqs)

Baca Lebih Lanjut
Curhat Rizal Dimas: Sempat Tak Bisa Napas dan Pikirkan Ibu Usai Kena Tendangan Kungfu di Rembang
Soal Tendangan Kungfu Pemain PSIR Rembang, Asprov PSSI Jateng Pastikan Ada Sanksi. Putusan Hari Ini
Pesan Haru Ayah Rizal Dimas Usai Insiden Tendangan Kungfu: Jangan Terlalu Berani, Utamakan Selamat
Minta Maaf Tak Cukup, Kiper PSIR Rembang Dilarang Bermain Seumur Hidup Imbas Tendangan Kungfu Liga 4
Kiper PSIR yang Lepaskan Tendangan 'Kung-fu' Dihukum Seumur Hidup
KumparanBOLA
Kiper PSIR Rembang Raihan Disanksi Seumur Hidup Buntut Tendangan Brutal ke Pemain Persikaba Blora
Nasib Kiper PSIR Raihan Usai Menendang Pemain Persikaba, Tak Cuma Karir Terhenti di Usia 20 Tahun
Kiper PSIR Rembang Dilarang Main Bola PSSI Seumur Hidup, Jokri : Masih Muda Bisa Dibina
Nasib Hogi Jadi Tersangka Karena Lindungi Istri yang Jadi Korban Jambret di Sleman
Detik-detik Wako Ratu Dewa Pergoki Pemuda Lakukan Perusakan di Jembatan Ampera, Pelaku Ngaku ODGJ