TRIBUNTRENDS.COM - Kepergian Lula Lahfah meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan penggemar, tetapi juga bagi sosok yang paling dekat dengannya, Reza Arap Oktovian.
Di balik kabar wafatnya sang influencer, terungkap bagaimana Arap memberikan perhatian besar terhadap kesehatan Lula semasa hidup.
Bahkan, ia tak segan menyindir kebiasaan buruk sang kekasih bukan untuk merendahkan, melainkan sebagai bentuk kepedulian.
Sejak menjalin hubungan pada Juli 2025, Reza Arap dan Lula Lahfah kerap memperlihatkan kedekatan mereka.
Hubungan yang terjalin bukan sekadar romantis, tetapi juga penuh perhatian, terutama ketika Lula mulai mengalami gangguan kesehatan.
Baca juga: Jawaban Polisi Soal Kejanggalan Lokasi Surat Kematian Lula Lahfah, Antara Apartemen dan Klinik Depok
Perhatian Reza Arap terhadap Lula Lahfah terlihat jelas sejak awal menjalin hubungan. Keduanya kerap tampil mesra dan saling mendukung satu sama lain.
Kedekatan itu semakin nyata ketika Lula harus menjalani perawatan medis pada Januari 2026.
Saat Lula dirawat di rumah sakit, Arap disebut setia mendampingi. Ia datang, menemani, bahkan menginap demi memastikan kondisi kekasihnya tetap terjaga.
Sikap tersebut menunjukkan betapa besar kepedulian Arap terhadap kesehatan Lula.
Namun, kebersamaan itu harus terhenti secara mendadak. Influencer Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di kamar Apartemen Essence Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026).
Jasad Lula pertama kali ditemukan oleh asisten rumah tangga (ART) bernama Asiah bersama empat petugas apartemen sekitar pukul 18.44 WIB.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menjelaskan bahwa Asiah mulai curiga karena panggilannya berulang kali tidak mendapat respons dari Lula.
Karena khawatir, Asiah meminta bantuan manajemen apartemen untuk membuka pintu kamar.
Saat pintu terbuka, Lula ditemukan dalam posisi telentang di atas kasur, tertutup selimut putih. Mulutnya terbuka, sementara bibirnya tampak kebiruan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Lula.
“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” kata Kompol Murodih.
Meski demikian, polisi menemukan sejumlah obat-obatan di sekitar kamar tempat Lula ditemukan.
Selain itu, terdapat pula surat keterangan rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI).
“Tetapi ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI (Rumah Sakit Pondok Indah),” ujar Murodih.
Baca juga: Teka-teki Penyebab Lula Lahfah Meninggal, Benarkah Karena Overdosis? Dokumen Medis Tersebar
Beberapa waktu sebelum meninggal dunia, tepatnya pada 2 Januari 2026, Lula sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
Saat itu, ia secara terbuka mengungkapkan kondisi kesehatannya melalui balasan komentar kepada warganet.
“Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, GERD,” kata Lula.
Ia menjelaskan bahwa ISK merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Kemih, penyakit yang umumnya disebabkan oleh kurangnya konsumsi air putih.
Pengakuan ini memperlihatkan bahwa Lula memang tengah berjuang dengan berbagai gangguan kesehatan.
Dalam situasi tersebut, Reza Arap disebut memberi perhatian penuh. Lula mengungkapkan bagaimana Arap langsung datang dan menemaninya saat ia sakit.
“Dia langsung nyamperin kok, nginep,” kata Lula.
Tak hanya mendampingi, Arap juga mendorong Lula untuk mengubah gaya hidup, terutama soal kebiasaan minum air putih. Ia bahkan memaksa Lula untuk lebih banyak mengonsumsi air demi kesehatannya.
“Terus pas aku bilangin semua ini karena kurang air putih dia langsung kek, ‘Liat life style gua, gua selalu minum air putih makanya gua sehat’,” kata Lula menirukan ucapan Arap.
Baca juga: Detik-Detik Sekuriti Temukan Jasad Lula Lahfah dalam Kondisi Mulut Membiru, Lebam Menghiasi Tubuh
Dalam salah satu unggahan sebelum meninggal dunia, terlihat momen ketika Arap menyindir kebiasaan buruk Lula dengan gaya santai.
“At least gua gak harus kurus banget biar barang gua laku. Barang gua laku kok gua gak harus kurus,” kata Arap.
Ucapan itu disambut Garry dari AAA Clan.
“Iya lagi, iya lagi, iya lagi,” timpalnya.
Selain itu, Arap juga menyinggung pola makan dan minum Lula.
“At least gua seimbang makan banyak minum banyak,” katanya.
Lula pun merespons, “Hah? emang aku gak?”
Menurut Arap, kebiasaan Lula justru sebaliknya.
“Lu makan dikit minumnya banyak,” katanya.
“Iya lagi, iya lagi, iya lagi,” sahut Lula sambil mengiyakan.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan menyampaikan bahwa setelah Lula ditemukan meninggal dunia, ada dokter yang datang untuk melakukan pemeriksaan.
“Dokter yang datang ya,” katanya.
Hingga kini, beredar foto surat kematian dari sebuah klinik di Depok, Jawa Barat, yang menyebutkan bahwa Lula meninggal dunia akibat henti jantung.
Namun, terkait lebam yang terlihat di tubuh Lula, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut hal tersebut belum bisa dipastikan penyebabnya.
“Lebam itu kan bisa saja dari lebam mayat,” katanya.
Untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, polisi menyatakan perlu dilakukan otopsi.
“Untuk memastikan akibat kematian harus lakukan otopsi,” ujarnya.
Kepergian Lula Lahfah pun meninggalkan cerita tentang perhatian, kepedulian, dan upaya orang-orang terdekatnya terutama Reza Arap yang selama ini berusaha menjaga kesehatannya, hingga takdir akhirnya berkata lain.
***