TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026, Kota Pontianak bersiap disemarakkan oleh atraksi naga raksasa sepanjang 90 meter.
Naga tersebut akan ditampilkan oleh kelompok Naga Karya Makmur dalam rangkaian perayaan Imlek hingga Cap Go Meh 2026.
Ketua Panitia Naga Karya Makmur, Ferry, mengungkapkan bahwa naga yang dipersiapkan tahun ini memiliki panjang 90 meter dengan total 25 ruas dan akan dimainkan oleh sekitar 100 personel, termasuk tim pengiring musik.
Baca juga: Daftar Even Besar Kota Pontianak Tahun 2026, Ada Cap Go Meh dan Gawai Dayak
Persiapan intensif terus dilakukan demi menampilkan pertunjukan terbaik.
“Untuk tahun ini naga Karya Makmur kita ambil panjangnya 90 meter, jadi ada 25 ruas. Personelnya kurang lebih 100 orang termasuk musik,” ujar Ferry saat ditemui di sela latihan di Jalan Parit Makmur, Siantan, Pontianak Utara, Kota Pontianak, Jumat malam, 23 Januari 2026.
Rangkaian penampilan naga akan diawali dengan prosesi sakral buka mata yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Februari 2026.
Setelah itu, Naga Karya Makmur akan melakukan kunjungan ke rumah-rumah sponsor serta memenuhi berbagai undangan sebelum tampil pada puncak perayaan.
Baca juga: Imlek 2026 dan Cap Go Meh: Cek Tanggal Perayaan serta 4 Tradisi Khas Cap Go Meh Setelah Hari 15
“Pas buka mata nanti kita kunjungan ke rumah sponsorship. Habis itu juga ada undangan yang masuk. Di hari puncak kita parade di Jalan Gajah Mada,” jelasnya.
Menariknya, Naga Karya Makmur lahir dari semangat gotong royong warga Parit Makmur.
Kelompok ini terbentuk atas inisiatif bersama masyarakat yang ingin menghadirkan kesenian naga sebagai bagian dari perayaan budaya di Pontianak.
“Awalnya dari kumpulan warga Parit Makmur. Kebetulan ngumpul, pengen buat naga, ya sudah kita gotong-royong. Ini tahun kedua,” tutur Ferry.
Kelompok ini pertama kali berdiri pada 2025 dan kini memasuki tahun kedua penampilan.
Mayoritas pemain naga berasal dari kalangan pelajar dan anak muda dengan latar belakang yang beragam, baik dari segi etnis maupun budaya.
“Pemain kita campur, tidak harus mutlak suku Chinese. Kebanyakan pelajar, jadi kita regenerasi,” ungkapnya.
Meski demikian, Ferry mengakui tantangan terbesar dalam mengelola kelompok naga adalah menjaga kekompakan anggota, mengingat adanya regenerasi pemain setiap tahunnya.
“Tantangannya pasti ada, terutama kekompakan. Tiap tahun ada yang mundur, ada yang baru,” katanya.
Dari sisi visual, Naga Karya Makmur memiliki ciri khas tersendiri, terutama pada desain kepala naga dan penggunaan kain full print yang berbeda dari naga pada umumnya.
“Kalau naga kita, dari tampilan kepala saja sudah beda. Untuk kain kita full print, bukan sablon,” tambah Ferry.
Ia berharap penampilan Naga Karya Makmur tahun ini dapat berjalan sukses seperti tahun sebelumnya, sekaligus mewujudkan target menjadi naga terpanjang yang tampil dalam perayaan Imlek di Pontianak.
“Mudah-mudahan tahun ini sukses seperti tahun kemarin dan target kita tercapai, jadi naga terpanjang,” harapnya.
Saat ini, persiapan Naga Karya Makmur disebut telah mencapai sekitar 58 persen dan tinggal menunggu prosesi buka mata sebelum ikut meramaikan puncak perayaan Cap Go Meh 2026.
“Persiapan sampai detik ini sekitar 58 persen. Tinggal nunggu hari buka mata, baru kita ramaikan Cap Go Meh,” pungkasnya.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!