TRIBUNJATIM.COM - Cerita menarik disampaikan oleh Mike, seorang pemuda yang belakangan jadi sorotan media sosial.
Pasalnya Michael Octavian atau Mike, mengawali karirnya sebagai manusia silver di lampu merah.
Kini hidupnya sangat berbeda setelah ia terjun ke dunia sosial media dan membagikan video serta foto.
Banyak yang menyangka gimmick, Mike mengungkap bahwa dirinya dulu memang benar-benar menjadi manusia silver.
"Aku kerjanya di daerah Pasar Baru waktu itu tahun 2023," kata Mike di Melaney Ricardo.
"Itu berawal dari ikut-ikut teman, teman-teman rumah memang cari uangnya di situ semua," jelasnya.
Mike yang putus sekolah dan hanya tamat Sekolah Dasar itu memilih menjadi manusia silver karena ingin membantu orangtua.
"Memang lagi ada masalah ekonomi di keluarga, jadi Mike mungkin kurang-kurangin beban orangtua," ucapnya.
Ibu Mike bahkan baru tahu putranya menjadi manusia silver karena video makeovernya viral di media sosial.
"(Ibu) Enggak tahu, itu ember yang Mike pakai minta-minta itu bajunya tuh Mike taruh di teman, jadi tiap jalan (jadi manusia silver) alasan main," ungkapnya.
Menjadi manusia silver, Mike tahu rasanya harus mewarnai tubuh dengan cat silver dan menahan diri dari rasa panas. Bahkan sampai dikejar Satpol PP, juga pernah dirasakan Mike.
"Dia enggak bakal kering karena kita raciknya itu pakai minyak goreng," jelas Mike tentang warna silver yang digunakan.
"Dan kita ngilangin itu pakai sabun sunlight," jelasnya.
Nasib Mike berubah ketika tiba-tiba saja ada kreator konten dari salah satu merek barbershop mengajaknya untuk melakukan makeover.
"Waktu itu Mike lagi cari uang di dekat-dekat Pasar Baru, tiba-tiba ada pihak Captain Barbershop, izin buat konten makeover," jelasnya.
"Mike lagi enggak ada kegiatan, jadi Mike mau aja. Dan video itu viral, jadi ada agensi-agensi yang nanya-nanya untuk minta kontak Mike," imbuhnya.
Kini Mike yang memiliki keturunan Belanda dan China dari eyangnya itu tak lagi menjadi manusia silver karena demi menjaga penampilannya.
Di waktu luangnya saat tak ada pekerjaan sebagai model, Mike kini memilih untuk membantu teman yang memiliki warung kopi tak jauh dari rumahnya.
"Bantu teman di warung, kan teman ada buka warung tuh, warung-warung kayak kopi gitu, bantu jaga itu," ujarnya.
"Lumayan sih sehari Rp 40.000," lanjutnya.
Sebagai informasi, meskipun baru memulai kariernya sebagai model, Mike banyak dilirik merek-merek besar Tanah Air.
Seperti Sapto Djojokartiko, Danjyo Hiyoji, Temma Prasetuo hingga Harry Halim.
"Jadi yang ngelihat potensinya dia itu justru yang big brand semua," ujar Hans, dari agensi Humann Management yang kini menaungi Mike.
Nasib Mike berubah ketika tiba-tiba saja ada kreator konten dari salah satu merek barbershop mengajaknya untuk melakukan makeover.
"Waktu itu Mike lagi cari uang di dekat-dekat Pasar Baru, tiba-tiba ada pihak Captain Barbershop, izin buat konten makeover," jelasnya.
"Mike lagi enggak ada kegiatan, jadi Mike mau aja. Dan video itu viral, jadi ada agensi-agensi yang nanya-nanya untuk minta kontak Mike," imbuhnya.
Kini Mike yang memiliki keturunan Belanda dan China dari eyangnya itu tak lagi menjadi manusia silver karena demi menjaga penampilannya.
Di waktu luangnya saat tak ada pekerjaan sebagai model, Mike kini memilih untuk membantu teman yang memiliki warung kopi tak jauh dari rumahnya.
"Bantu teman di warung, kan teman ada buka warung tuh, warung-warung kayak kopi gitu, bantu jaga itu," ujarnya.
"Lumayan sih sehari Rp 40.000," lanjutnya.
Sebagai informasi, meskipun baru memulai kariernya sebagai model, Mike banyak dilirik merek-merek besar Tanah Air.
Seperti Sapto Djojokartiko, Danjyo Hiyoji, Temma Prasetuo hingga Harry Halim.
"Jadi yang ngelihat potensinya dia itu justru yang big brand semua," ujar Hans, da