Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pelaku yang diduga melakukan percobaan penculikan di Jalan Kresno, Desa Manang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu (24/1/2026), dinilai bertindak nekat meski kondisi sekitar lokasi kejadian terbilang ramai.
Hal tersebut diungkapkan Ketua RT setempat, Lukito (55). Ia mengatakan, saat peristiwa terjadi, aktivitas warga di sekitar lokasi cukup padat dan banyak orang berlalu-lalang.
“Waktu kejadian kondisi sekitar sebenarnya ramai, banyak orang. Tapi pelaku tetap nekat melakukan aksinya,” ujar Lukito, Minggu (25/1/2026).
Menurut Lukito, aksi nekat pelaku justru memicu kepanikan korban hingga berteriak meminta pertolongan.
Teriakan tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi kejadian.
“Begitu korban teriak, warga langsung keluar rumah dan mendatangi lokasi,” katanya.
Ia menambahkan, berkat respons cepat warga, salah satu pelaku berhasil diamankan, sementara pelaku lainnya melarikan diri.
Kejadian itu bermula saat mobil pikap yang ditumpangi tiga orang pelaku menghadang seorang remaja perempuan yang tengah mengendarai sepeda motor dari arah timur ke barat.
Sementara itu, mobil pelaku melaju dari arah barat ke timur dan berhenti tepat di depan korban.
“Salah satu pelaku yang memakai atribut proyek langsung merampas kunci sepeda motor korban,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, korban disebut sempat ditarik untuk dimasukkan ke dalam mobil.
Karena ketakutan, korban kemudian berteriak meminta pertolongan sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
“Mendengar teriakan korban, warga yang rumahnya dekat lokasi langsung keluar. Ada satu pelaku yang berhasil diamankan warga. Total pelaku diketahui ada tiga orang,” jelas Lukito.
Ia menambahkan, satu pelaku keluar dari mobil dan melarikan diri ke arah Makamhaji, sementara satu pelaku lainnya kabur ke arah Jalan Radjiman. Pelaku yang diamankan warga diketahui bukan warga setempat.
“Dari logat bicaranya, bukan orang Jawa. Saat ditanya warga, jawabannya juga tidak nyambung,” tambahnya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.
Berdasarkan kesaksian warga, kejadian itu diyakini sebagai percobaan penculikan, bukan aksi begal.
“Karena korban ditarik untuk dimasukkan ke mobil. Ada warga yang melihat langsung dan sempat menolong korban,” tegas Lukito.
Baca juga: Percobaan Penculikan di Sukoharjo Berujung Tabrak Lari, Pelaku Sempat Tarik Korban
Usai kejadian percobaan penculikan tersebut, pelaku yang melarikan diri ke arah Jalan Radjiman diduga melakukan aksi tabrak lari terhadap sejumlah pengguna jalan.
Jarak lokasi percobaan penculikan dengan Jalan Radjiman kurang lebih sekitar 1 kilometer.
Mobil pikap hitam Daihatsu Grandmax dengan nomor polisi AD 9195 DV dilaporkan menabrak sejumlah pengendara.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Hardian Herlinanda, mengatakan hingga saat ini terdapat sembilan korban dalam peristiwa tersebut.
“Data sementara ada sembilan korban, baik pengendara roda dua maupun roda empat,” ujar Hardian saat dikonfirmasi. (*)