TRIBUNSUMSEL.COM - Mengenal sosok Tatu Yulyanah, ibunda selebgram Lula Lahfah yang masih terpukul atas kematian putri tercintanya.
Tatu Yulyanah dan sang suami, Feroz Marikar dikaruniai tiga anak, Farah Dibba Shavira, Lula Lahfah, dan anak adik laki-laki bernama Shaquille Sultan Pahlevi.
Semasa hidupnya, Lula kerap membagikan kebersamaannya dengan orang tua dan saudaranya.
Dalam podcast beberapa wakty lalu, Lula menceritakan masa lalunya mengenai orangtuanya sempat bangkrut hingga membuat sang selebgram sempat putus sekolah SMA dan harus melanjutkan dengan paket C.
Baca juga: Ibunda Lula Lahfah Ungkap Kesedihan, Sebut Putrinya Mandiri dan Tak Merepotkan Orang Tua
Sementara, sang kakak tertua saat itu sedang kuliah mendapatkan beasiswa di Jerman.
Kini perlahan ekonomi keluarga Lula kembali bangkit.
Lula sering mempromosikan dagangan risol sang ibunda, yang diberi nama Risol Ibu Tatu.
Dilansir dari akun Instagramnya @tatu_yulyanah, ibu Tatu juga dikenal sebagai sosilita yang kerap berkumpul bersama rekan-rekannya.
Bahkan, terlihat ibu Tatu juga sering membagikan postingan saat ia tengah berliburan ke luar negeri.
Saat ini diketahui, Tatu telah berusia 53 tahun.
Kepergian Lula Lahfah meninggalkan duka yang mendalam bagi Tatu Yulyanah.
Diketahui, Lula ditemukan meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026) pukul 18.44 WIB di apartemen pribadinya kawasan Jakarta Selatan.
Tatu mengungkapkan dua hari sebelum Lula meninggal dunia, putrinya berturut-turut menelepon Tatu Yulyanah.
Obrolan antara ibu dan anak itu terjalin sebagaimana mestinya.
Bahkan Lula disebut sempat meminta bantuan kepada ibunya.
Baca juga: Curhat Lawas Lula Lahfah Soal Penyakit Soal GERD-nya Kambuh, Sebut Takut Meninggal
Kendati begitu, Tatu tak membeberkan bantuan seperti apa yang diminta oleh mendiang Lula.
"Sebelumnya dua hari berturut-turut dia telepon aku," ucap Tatu, dikutip dari YouTube Cumicumi, Senin (26/1/2026).
Momen terakhirnya dengan sang putri cukup membekas di hati Tatu.
Sehingga ketika mendapat kabar duka lula meninggal dunia, Tatu tak langsung percaya.
Bahkan kondisinya cukup syok di malam itu ketika berada di rumah sakit.
"Aku udah blank banget itu (di rumah sakit)," timpalnya.
"Lula kemarin masih telepon aku, masih nanya, minta bantuan aku," lanjut Tatu menceritakan.
Kematian putrinya yang barusia 26 tahun itu, dirasa sebagai pukulan yang berat bagi keluarga.
"Jadi buat aku ini pukulan paling berat," ucap Tatu lagi.
Dalam momen itu, sebagai seorang ibu, Tatu menilai Lula sebagai putri yang baik.
Sikapnya yang tidak pernah mengeluh ketika ada masalah hingga pekerja keras membuat Tatu cukup merasa bangga.
"Lula anak baik, dia nggak pernah ngeluh tentang apa pun. Apa pun yang dia hasilkan adalah jerih parah dia."
Kendati begitu, kepegian Lula kini membuat keluarga pasrah dengan kehendak Tuhan.
"Tapi sayang Allah punya rencana lain," tutupnya.
Diketahui, Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemennya di lantai 25 kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan, sosok yang pertama kali menemukan Lula adalah sekuriti apartemen usai asisten rumah tangga (ART) khawatir karena tak membuka pintu.
“Korban ditemukan oleh petugas keamanan sekitar pukul 18.44 WIB pada Jumat, 23 Januari 2026,” kata Budi saat dikonfirmasi, Jumat. Satreskrim Polres Jakarta Selatan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pihak kepolisian juga belum bisa memastikan penyebab meninggalnya Lula.
“Harus dilakukan autopsi kalau untuk memastikan (penyebab kematiannya),” ujar Budi.
Baca juga: Lula Lahfah Sempat Curhat soal Penyakit GERD-nya, saat Stres dan Banyak Pikiran Bisa Kambuh
Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menuturkan Lula ditemukan di atas tempat tidurnya.
Pintu kamar Lula dalam keadaan terkunci dari dalam.
"Korban ditemukan dalam posisi telentang di kasur berselimut putih," ujar dalam keterangannya dilansir dari Kompas.com, Sabtu (24/1/2026).
Saat itu, Asiah sang ART merasa curiga karena Lula tidak memberikan respon sejak berada di dalam kamar.
Karena khawatir, Asiah pun meminta bantuan pihak manajemen apartemen untuk membantu membuka pintu kamar tersebut.
Saat pintu kamar Lula dibuka, Asiah bersama dengan empat orang dari manajemen apartemen menemukan kondisi Lula sudah dalam posisi telentang.
Lalu pada bagian mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan saat cek denyut nadi, detak jantung udah tidak ada.
"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, tetapi ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," kata Murodih.
Sekitar pukul 20.20 WIB, tim identifikasi dari Polres Metro Jakarta Selatan tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, guna dilakukan visum.
"Untuk penyebab kematian masih kami selidiki. Kami menunggu hasil visum dari rumah sakit,” ucap dia.
Sebelum meninggal dunia, Lula sempat jalani perawatan di rumah sakit karena beberapa penyakit.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com