TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah dasar di daerah Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini menghadapi proses hukum, setelah aksinya menasihati murid di dalam kelas memicu laporan dari orang tua siswa.
Guru tersebut bernama Christiana Budiyati atau akrab disapa Ibu Budi.
Kasus ini bermula pada Agustus 2025, saat ada kegiatan lomba sekolah berlangsung.
Ketika itu, seorang murid terjatuh saat mencoba menggendong muridnya, namun teman-temannya justru memilih diam.
Hati nurani sang guru yang tergugah menyaksikan peristiwa tersebut lantas memberi teguran edukatif kepada seluruh murid di kelas itu tentang tanggung jawab.
Teguran itu disampaikan secara kolektif, tanpa makian atau serangan personal.
Namun kemudian, lantaran cara penyampaianya yang dianggap berbeda salah satu murid terpojok lantaran merasa dimarahi di depan kelas.
Persoalan kemudian melebar setelah orang tua salah satu murid mendatangi sekolah. Anak tersebut bahkan disebut berpindah sekolah.
“Ibu menasihati murid supaya jangan menyerah. Nasihat itu ditujukan ke seluruh murid, tapi mungkin cara penyampaiannya dianggap berbeda dan ada yang merasa dimarahi di depan kelas,” ujar Dino Gabriel, putra dari Ibu Christiana Budiyati (Bu Budi), saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Arief Muhammad Tertarik Investasi Kuliner di Kota Serang, Padang Payakumbuah Segera Hadir di Ciceri
Menurut Dino, pihak sekolah telah memfasilitasi dua kali mediasi. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan.
“Sudah dua kali mediasi, tapi belum ada solusi,” katanya.
Ia menilai persoalan semakin panjang setelah adanya laporan ke kepolisian. Padahal, keluarga berharap masalah tersebut bisa diselesaikan di tingkat sekolah.
“Kami tidak menyangka sampai sejauh ini. Harusnya bisa selesai lewat mediasi,” ujarnya.
Dino menambahkan, komunikasi antara keluarganya dan orang tua murid terkait hanya sebatas pesan singkat melalui WhatsApp.
“Kami sempat menanyakan kenapa anaknya tidak masuk sekolah beberapa hari, tapi setelah itu tidak ada respons,” katanya.
Pihak keluarga berharap perkara tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
“Harapannya bisa diselesaikan secara damai, dengan mempertimbangkan semua pihak,” ujarnya.
Baca juga: Aparat TNI-Polri Minta Maaf Usai Tuding Penjual Es Jadul Pakai Bahan Spons di Kemayoran Tak Terbukti
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tangsel, Ipda Yudhi Susanto, membenarkan adanya laporan tersebut.
Menurutnya perkara yang masuk sejak Desember 2025 itu, saat ini masih dalam tahap penyelidikan.
"Untuk saat ini benar sudah ada laporan, dan sedang dalam proses penyelidikan dan pendalaman atas perkaranya," katanya, saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp.
Adapun pihak sekolah, hingga saat ini belum memberikan komentar apapun atas peristiwa tersebut.
Saat jurnalis TribunBanten.com, mendatangi sekolah yang bersangkutan tidak ada satu pun guru maupun pegawai sekolah yang berkenan diwawancara, bahkan penjaga sekolah (satpam) itu pun enggan berkomentar.