TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Persibas Banyumas menghadapi laga krusial pada babak 16 besar Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026 saat menjamu Persikaba Blora di Stadion Satria, Purwokerto, Rabu (28/1/2026) sore ini.
Pertandingan leg kedua ini menjadi penentuan nasib Persibas melangkah ke babak perempat final, setelah pada leg pertama kedua tim bermain imbang 1–1 di Stadion Krida Loka, Blora, Minggu (25/1/2026).
Pada laga di Blora, Persibas sempat berada di atas angin setelah mencetak gol pada menit ke-88.
Gol tersebut membuat tim berjuluk Laskar Jenderal Soedirman hampir membawa pulang kemenangan penting dari kandang lawan.
Namun, drama terjadi di masa tambahan waktu.
Persikaba Blora berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-101, jauh melampaui tambahan waktu yang awalnya hanya diberikan selama lima menit oleh wasit.
Gol telat tersebut memaksa pertandingan berakhir imbang 1–1.
Hasil ini memicu protes keras dari pihak manajemen Persibas Banyumas.
Mereka mempertanyakan keputusan wasit yang memperpanjang waktu pertandingan hingga lebih dari 10 menit dari waktu tambahan yang diumumkan.
Baca juga: Kabar Baik Buat PSIS Semarang, Motor Serangan Kendal Tornado FC Berpotensi Absen
Baca juga: Coach Jafri Sastra Fokus Benahi Kekurangan Jelang Laga Pamungkas PSIS Kontra Kendal Tornado FC
Selain soal kepemimpinan wasit, manajemen Persibas juga menyoroti kondisi lapangan dan fasilitas ruang ganti di Stadion Krida Loka yang dinilai tidak memenuhi standar kenyamanan tim tamu.
Bermain di kandang sendiri, kemenangan menjadi harga mati bagi skuad asuhan Agus Yuniardi.
Manajer Persibas Banyumas, Riko Tegar Wibowo, menegaskan manajemen berharap pertandingan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Hal ini menyusul isu panas pascakeributan yang sempat terjadi pada laga pertama, melibatkan pemain Persibas dan salah satu pelatih Persikaba.
"Pada intinya kami dari manajemen sudah tidak ada persoalan apapun dengan pihak manajemen Persikaba, yang bersangkutan juga sudah meminta maaf," ujar Riko kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (28/1/2026).
Manajemen Persibas tetap mengimbau suporter menjaga sportifitas dan kondusifitas selama pertandingan.
Pasalnya, insiden sekecil apapun berpotensi berujung sanksi dan denda yang merugikan tim.
"Apa yang terjadi di media sosial juga menjadi perhatian serius pihak manajemen dan panpel.
Jangan sampai Persibas kena denda lagi," ujarnya.
Adapun instruksi pelatih Agus Yuniardi kepada para pemain sangat jelas, yakni fokus penuh pada pertandingan demi meraih kemenangan dan memastikan langkah Persibas ke babak berikutnya. (jti)