Laporan wartawan Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani.
TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Dungo Kauman Coffee menjadi salah satu kedai kopi yang kerap dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Kedai ini berlokasi di kawasan wisata Kampung Batik Kauman.
Lokasinya dikenal sebagai hidden gem karena berada di dalam area kampung dan jauh dari jalan utama.
Dungo Kauman Coffee beralamat di Jalan Cakra No.36, Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
Lokasinya tidak jauh dari Masjid Agung Surakarta dan kawasan Pasar Kliwon.
Kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus destinasi wisata religi.
Baca juga: Kedai Kopi dan Teh Titi Laras Solo: Cita Rasa Tradisional di Tengah Kota
Pemilihan lokasi di Kampung Batik Kauman dilakukan karena karakter kawasan yang tenang dan memiliki nilai historis.
Dungo Kauman Coffee dirintis oleh Alfian Eko Nugroho (31).
Ia merupakan lulusan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Alfian Eko Nugroho lebih dikenal dengan sapaan Pian.
Menurut Pian, suasana kampung mendukung konsep kedai yang ia bangun.
“Kebetulan saya suka tempat-tempat yang berbau klasik. Kampung Kauman ini punya suasana yang tenang dan historis,” kata Pian.
Perjalanan Alfian Eko Nugroho di industri kopi dimulai dari ketertarikannya terhadap dunia kopi sejak masa kuliah.
Ketertarikan tersebut bermula setelah menonton film Filosofi Kopi, yang mendorongnya untuk mengenal kopi lebih jauh.
Kesempatan magang di pusat penelitian kopi di Jember kemudian memperkuat keputusannya untuk terjun ke dunia kopi secara profesional.
Pengalaman tersebut menjadi titik awal bagi Pian untuk membuka kedai kopi pertamanya.
Pada 2016, ia membuka kedai kopi di lantai dua Pasar Gede bersama rekannya.
Lokasi yang sebelumnya dikenal sepi itu disulap menjadi tempat nongkrong mahasiswa.
Sejak saat itu, Pian terus mengembangkan usahanya dengan berbagai konsep dan lokasi berbeda hingga akhirnya membuka Dungo Kauman Coffee pada 2024.
Menurut Pian, perjalanan tersebut penuh tantangan, namun membentuk karakter usahanya saat ini.
“Kalau diingat-ingat, perjalanan tiap tahunnya pasti ada tantangannya. Tapi dari situ saya belajar untuk terus melangkah,” kata Pian.
Untuk menuju lokasi, pengunjung dapat memulai perjalanan dari pusat Kota Solo.
Titik keberangkatan dapat dimulai dari kawasan Gladak, Keraton Kasunanan Surakarta, atau Pasar Gede.
Dari titik tersebut, pengunjung dapat mengarahkan kendaraan menuju Pasar Kliwon dan Masjid Agung Surakarta.
Bagi pengunjung dari Stasiun Solo Balapan, perjalanan dapat dilanjutkan ke arah Gladak.
Setelah itu, perjalanan diteruskan menuju Pasar Kliwon.
Sementara itu, dari Terminal Tirtonadi, pengunjung dapat menuju pusat kota terlebih dahulu.
Setelah sampai di pusat kota, perjalanan dilanjutkan ke kawasan Kauman.
Setelah memasuki kawasan Kampung Batik Kauman, pengunjung dapat mencari Jalan Cakra.
Jalan tersebut berada di sekitar Masjid Agung Surakarta.
Akses jalan menuju lokasi relatif mudah.
Namun, lebar jalan cukup terbatas karena berada di kawasan permukiman warga.
Posisi Dungo Kauman Coffee berdda di dalam kampung.
Pengunjung disarankan melaju pelan agar tidak terlewat.
Sejumlah penunjuk arah sederhana tersedia di sekitar kawasan.
Kendaraan roda dua dapat diparkir di area parkir Jalan Yos Sudarso.
Sementara itu, pengunjung yang menggunakan mobil disarankan memarkir kendaraan di area parkir Jalan Yos Sudarso atau area luar kampung.
Setelah memarkir kendaraan, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
“Karena lokasinya di dalam kampung, kami memang menyarankan pengunjung untuk parkir di area sekitar dan masuk dengan berjalan kaki,” ujar Pian.
Pengunjung yang menggunakan transportasi online dapat mengetik “Dungo Kauman Coffee” pada aplikasi navigasi.
Titik lokasi kedai telah terdaftar dan dapat diakses oleh pengemudi.
Dungo Kauman Coffee buka setiap hari.
Jam operasional dimulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB.
Dengan lokasi di kawasan wisata Kampung Batik Kauman, kedai ini kerap menjadi pilihan singgah wisatawan.
Dungo Kauman Coffee sering dikunjungi setelah wisatawan berkunjung ke Masjid Agung Surakarta dan sentra batik di sekitarnya.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)