TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nama danau atau situ bernama Situ Citongtut di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor merupakan nama yang unik.
Sebab nama ini cukup jarang digunakan di Bogor sebagai nama tempat yang diawali 'Ci.'
Sementara nama yang diawali 'Ci' di Bogor kebanyakan cenderung umum di wilayah Jawa Barat, seperti Cibinong, Ciawi, Cigombong dan lain-lain.
Lalu dari mana sebenarnya istilah nama 'Tongtut' ini berasal ?.
Banyak yang menduga bahwa 'Tongtut' ini merupakan akronim dari dua kata yang disingkat.
Namun menurut warga sekitar, justru 'Tongtut' ini asalnya diyakini bukanlah akronim.
Tapi diyakini merupakan nama orang zaman dulu di Gunungputri, Kabupaten Bogor.
Hal ini diceritakan oleh Roma, salah satu petugas kebersihan Situ Citongtut yang juga warga setempat.
Konon nama itu berasal dari sosok orang zaman dulu yang pertama menggarap lahan kebun di kawasan Desa Cicadas, Gunungputri.
"Katanya dulu orang yang punya garapan daerah sini, namanya jadi Citongtut," kata Roma kepada TribunnewsBogor.com.
"Cuman dulu orang tersebut boleh dikatakan gagah atau gimana, gak tahu kalau masalah itu mah," sambung dia.
Nama Citongtut ini, kata dia, tak langsung menjadi nama situ atau danau.
Baca juga: Penampakan Air Berminyak di Situ Citongtut Bogor: Bikin Kulit Gatal, Ribuan Ikan Mati, Tanaman Layu
Tapi awalnya dikenal warga menjadi nama saluran kali.
Selain sosok tersebut, juga ada beberapa sosok lain yang juga menjadi nama kali.
"Citongkang, Citongtut, Cisadok, Cibuntet, itu yang dulu garap sini, bersaudara adik kakak," kata Roma.
"Citongtut itu kali kecil, Kali Citongtut katanya. Citongkak sama, kali tempat dulu orang mandi nyuci," katanya.
Kemudian nama Citongtut kini dikenal menjadi nama situ atau danau.
Menurut Roma, dulunya sekitar tahun 80-an danau tersebut dikenal dengan nama Rawa Gede.
Namun kini berubah nama menjadi Situ Citongtut.
"Kalau ini (danau) dulu dibilangnya Rawa Gede. Namanya jadi Citongtut baru kesini-kesini semenjak dikeruk pertama, baru ada namanya, Citongtut," katanya.
"Woah Citongtut ?. Iya. Udah lah bodo amat, saya tahunya Rawa Gede aja," ungkapnya.
Situ Citongtut ini bertahun-tahun lalu punya banyak variasi jenis ikan yang membuat para pemancing ramai berdatangan.
Namun seiring berjalannya waktu, banyak jenis-jenis ikan yang dulu banyak kini telah menghilang di situ ini karena kondisi air yang tercemar limbah.
Bahkan di Situ Citongtut ini sudah beberapa kali mengalami keracunan ribuan ikan, yang terakhir terjadi pada 23 Januari 2026 kemarin.
Terpantau, Selasa (27/1/2026), dari jauh situ ini terlihat tak ada yang aneh.
Namun dilihat dari dekat di beberapa titik area pinggirnya terlihat kondisi air danau yang keruh bercampur cairan minyak.
Para pemancing kini masih ada Situ Citongtut ini, namun menurut warga ini masih tak seramai dulu sebelum air danau tercemar limbah pabrik.
"Dari cerita orang sepuh, Situ Citongtut dulu juga suka dipakai mandi kerbau," tambah Endang salah satu warga sekitar.
Namun aktivitas itu kini sudah tak terlihat lagi setelah banyak lahan pesawahan dan perkebunan di sekitar danau perlahan hilang karena beralih fungsi.