TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Viral di media sosial aliran air di Curug Cipendok di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, mengalir deras dan keruh berwarna coklat.
Kejadian itu berlangsung bersamaan dengan banjir bandang di beberapa daerah yang di bawah Gunung Slamet.
Meski begitu, di Curug Cipendok tidak sampai terjadi banjir bandang.
Beberapa nitizen menduga keruhnya aliran Curug Cipendok karena dampak di bekas proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di lereng Gunung Slamet.
Meskipun proyek tersebut dinyatakan gagal dan sudah lama berhenti.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Desa Karangtengah, Agus Sulistyono mengatakan, kejadian aliran Curug Cipendok mengalir deras dan berwarna keruh itu minggu lalu, bersamaan banjir bandang di beberapa daerah lain.
Tetapi di wilayahnya debit air tidak menambah hingga menyebabkan banjir bandang, hanya membuat air keruh.
"Persis kaya di video. Dari hulunya seperti itu, sumbernya ke atas dari Gunung Slamet," katanya kepada tribunbanyumas.com, Kamis (29/1/2026).
Saat ditanya kemungkinan keruhnya air akibat proyek PLTP yang gagal, Agus mengungkapkan, tidak tahu persisnya.
Karena menurutnya, untuk mencapai lokasi proyek PT Sejahtera Alam Energy (SAE) yang gagal itu harus melelui akses jalan Kaligua, Kabupaten Brebes.
"Belum ada penjelasan resmi. Belum tahu sumbernya dari mana," ungkapnya.
Baca juga: Jadwal Pertandingan dan Prediksi Starting Line Up PSIS vs Kendal Tornado FC
Dulu Sempat Tedampak
Agus bercerita, dulu saat proyek tersebut berjalan di tahun 2017, dampaknya memang dirasakan oleh warga di Desa Karangtengah.
Keruhnya air hingga menyebabkan petani ikan dan padi jadi korban.
Bahkan ketebalan lumpur di air sungai sampai 10 centimeter.
"Dampaknya endapan lumpur dan pasir. Tanah pertanian jadi mengeras," katanya.
Agus mengatakan, lumpur persawahan yang awalnya gembur, tertumpuk lumpur baru.
Imbasnya sampai sekarang masih terasa, padi yang ditumbuh jadi kerdil.
"Dulu tanah di sini subur, sekarang jadi gak sehat," jelasnya. (fba)