TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah kepungan air yang merendam Jalan Daan Mogot arah ke Cengkareng, Jakarta Barat, seorang pemuda tampak sibuk. Pakaiannya basah kuyup, namun semangatnya tak surut.
Ia adalah Iwan (25), warga Rawa Buaya yang memilih menghabiskan waktunya untuk membantu para pengendara motor yang menjadi korban keganasan banjir.
Dengan kaus hitam dan celana pendek yang digulung, dia siaga di tepi genangan air. Sejak pukul 12.00 WIB pandangannya sigap menyisir setiap motor yang tiba-tiba mati mesin saat mencoba menerjang banjir.
"Panggilan dari hati saya mah. Intinya saya membantu masyarakat, kalau motor trouble (bermasalah - red) saya bantu supaya jalan lagi," ujar Iwan saat ditemui di sela-sela kesibukannya menolong warga, Kamis (29/1/2026).
Bagi Iwan, membantu adalah soal kepuasan batin. Meski sudah lebih dari 10 motor, bahkan mobil dan truk, yang ia bantu dorong dan hidupkan kembali, Iwan mengaku tak mematok tarif. Ia bekerja secara sukarela.
Jika ada warga yang memberi uang, ia terima dengan syukur. Jika tidak, ia pun tak keberatan.
"Jarang (yang kasih uang). Saya sukarela dari hati, kalau ada alhamdulillah kalau enggak ada ya sudah, los," ucapnya tersenyum.
Iwan bercerita, rata-rata motor mati mesin karena air masuk ke bagian CVT atau selang udara.
Dengan bekal pengetahuan mekanik otodidak, ia mencabut selang pembuangan air dan membiarkannya kering sejenak.
"Saya diemin dulu lima menit biar air keluar semua. Alhamdulillah biasanya aman, nyala lagi," jelasnya.
Baca juga: Viral Motor Mogok Usai Mengisi BBM di SPBU Kembang Kerep Jakbar, Warna Bensin Berubah Jadi Kuning
Aksi heroik Iwan ternyata dilatarbelakangi oleh pengalamannya sendiri. Pria yang juga bekerja sebagai driver ohek online itu mengaku pernah merasakan sulitnya saat motor mogok di tengah banjir.
"Pernah ngalamin sendiri waktu kerja, mogok. Dari situ saya belajar sendiri gimana caranya biar air keluar. Sekarang saya coba berbagi ilmu sama orang lain," ucap Iwan.
Baginya, melihat motor kembali menyala dan pengendara bisa melanjutkan perjalanan adalah upah yang tak ternilai.
Iwan membayangkan ada keluarga yang sedang cemas menunggu para pengendara ini sampai di rumah dengan selamat.
"Berdoanya supaya sehat semua, aman demi keluarga yang di rumah menunggu. Itu saja," katanya.
Saat ditanya sampai jam berapa ia akan bertahan di tengah banjir, pemuda berusia 25 tahun ini hanya memberikan jawaban singkat.
Baca juga: Puluhan Motor Mogok, Lalu Lintas Kacau Gara-gara Banjir di Tangerang Selatan
"Kurang tahu, se-Lillahitaala-nya capek saja," pungkasnya.
Sementara itu, sekira pukul 18.40 WIB, banjir yang seharian menutup jalan Daan Mogot ke arah Cengkareng berangsur surut, berkat pengaturan genangan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat.
Sebanyak empat unit pompa air bersiaga dan digunakan pada titik banjir yang tepat berada di Stasiun Pompa Air Daan Mogot KM13.
Selain pompa air, petugas juga sudah membuka pintu air untuk dikeluarkan ke Saluran Mookervaart.