TRIBUNSUMSEL.COM - Presenter Irfan Hakim angkat bicara setelah ramai kecaman terkait diduga membela penyanyi Denada dalam kasus dugaan menelantarkan anak.

Adapun nama Denada tengah menjadi sorotan tajam setelah digugat atas dugaan menelantarkan anak terhadap Ressa Rizky Rosano selama 24 tahun.

Dalam program acara TV yang sama, Irfan Hakim disebut memberikan pembelaan kepada terhadap mantan istri Jerry Aurum tersebut yang saat itu tengah bersedih.

"Semua pasti ada alasannya. Walaupun mungkin ada suatu alasan yang belum bisa diungkap. Dan kita tahu ini tidak hanya sebatas minta diakui, bisa tentang apa pun, tentang apa pun," kata Irfan Hakim sebagai MC, diduga menyinggung kasus dugaan penelantaran anak yang tengah merundung Denada.

Baca juga: Setelah Dituding Bela Denada di Kasus Dugaan Penelantaran Anak, Irfan Hakim Tutup Kolom Komentar IG

Dalam postingan terbarunya di Instagram, Irfan Hakim menyadari bahwa banyak orang yang kecewa kepadanya saat ia dituduh membela Denada.

Secara terbuka, Irfan mengaku tidak berpihak pada Denada ataupun Ressa.

"Gue tahu lu semua kecewa, kesannya gue menormalisasikan tentang hubungan anak ibu yang tidak jelas, kemudian gue mendukung hal itu. Itu kenapa bisa muncul karena ada framing antara podcast di Densu dengan tugas gue di acara FYP Trans 7 wawancara Hotman Paris, itu tidak seperti yang dibayangkan," imbuh Irfan Hakim, dikutip Tribunsumsel.com pada Jumat (30/1/2026).

Dalam klarifikasinya itu, Irfan menjelaskan urutan waktu dirinya mengomentari kasus Denada.

Irfan menururkan bahwa dirinya meminta pandangan hukum dari Hotman Paris soal Denada itu tanggal 20 Januari 2026.

Dimana saat itu terjadi sebelum pihak Ressa muncul di podcast Denny Sumargo terkait kasus dugaan penelantaran anak oleh Denada.

"Itu terjadi tanggal 20 Januari, saat itu gue harus wawancara bang Hotman Paris live, tapi karena macet gue wawancara lewat zoom meeting dari jalan. Saat itu di tanggal 21 Januari belum ada statement jelas dari kedua belah pihak. Ada dari pihak Ressa tapi belum sepanjang di podcast Denny Sumargo," ujar Irfan.

Adapun alasan Irfan kritis sampai debat dengan Hotman Paris terkait kasus Denada itu karena ia membacakan pertanyaan dari netizen.

Irfan mengaku tak ada niat untuk berpihak ke salah satu pihak saja.

Lalu satu minggu setelahnya, barulah Ressa muncul di podcast Denny Sumargo.

Diungkap Irfan, ia tidak setuju jika ada ibu yang menelantarkan anak.

"Dengar ya, ketika ibu tidak mengurus anaknya itu salah. Jika ada komunikasi yang kurang baik antara ibu dan anak, anak dan ibu itu juga salah. Gue ini adalah seorang anak, gue juga seorang bapak, jadi gue tidak membenarkan itu semua," tegas Irfan.

Baca juga: Irfan Hakim Pertanyakan Gugatan Ressa Rizky Rossano Anak Denada, Hotman Paris Beri Penjelasan Hukum

Namun untuk kasus Denada, Irfan menyebut ia sudah mendengarkan pernyataan dari kedua belah pihak yakni Denada dan Ressa.

"Katanya gue merangkul Denada, melindungi. Hampir sebagian besar orang hanya mendengarkan hanya dari satu pihak saja. Mungkin gue diberikan kesempatan mendengarkan dari dua belah pihak. Gue melihat pengakuan dari podcast itu, gue juga mendengarkan cerita dari pihak Denada, yang belum bisa disebarluaskan. Saya tidak berpihak ke pihak manapun. Karena menurut saya apa yang disampaikan Denada apa yang disampaikan Ressa itu hak mereka untuk bersuara," ujar Irfan.

Kini Denada telah mengakui Ressa adalah anak kandungnya, Irfan lega.

"Alhamdulillah, Mudah-mudahan ini jadi awal yang baik, jadi awal komunikasi dan hubungan yang baik antara ibu dan anak. Mudah-mudahan tidak ada pihak yang memanfaatkan momen ini. Kita semua pihak luar, kenapa kita kisruh semuanya?

jika komentar saya dianggap mengecewakan, mohon maaf. Tapi sebetulnya tidak seperti itu kejadiannya," imbuh Irfan.

Untuk diketahui, awal mula Irfan Hakim dituduh membela Denada adalah saat videonya mewawancarai Hotman Paris viral.

Dalam video tersebut tampak Irfan berdebat dengan Hotman soal kasus Ressa Rizky Rossano yang mengaku sebagai anak Denada.

Irfan mengaku heran kenapa Ressa tidak menuntut Denada saat masih kecil saja, kenapa baru sekarang.

Sebab kata Irfan Ressa kini sudah berusia 24 tahun bukan lagi tergolong anak-anak.

Gara-gara pertanyaan Irfan tersebut, ia pun disebut membela Denada.

"Anaknya kan sudah 24 tahun, kan hitungannya sudah bukan anak-anak lagi, sudah dewasa. Nah ketika anak-anak kenapa tidak diungkapnya dulu? kenapa baru sekarang?" tanya Irfan Hakim kepada Hotman dalam tayangan FYP Trans 7.

Mendengar pertanyaan Irfan tersebut, Hotman mengurai jawaban.

Kata Hotman, kemungkinan Ressa baru punya nyali untuk memviralkan dugaan penelantaran anak oleh Denada ketika dewasa.

"Ya mungkin dia baru ada keberanian. Dia kan bukan ahli hukum. Saya dengar dia cuma kerja di warung kopi gaji Rp3 juta sebulan di Banyuwangi, ya mungkin dia baru ada yang menyarankan, itu boleh-boleh aja, tidak ada kadaluarsa istilahnya, belum," ujar Irfan Hakim.

Denada Akui Ressa Anak Kandungnya

Setelah sempat tidak mengakui mempunyai anak yang bernama Ressa Rizky Rosano hingga berujung digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Rp7 miliar.

Kini Denada lewat kuasa hukumnya, mendadak mengakui bahwa Ressa Rizky anak kandungnya.

Menurut kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, kliennya mengaku dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi 24 tahun silam dan diserahkan kepada keluarga besar di sana. 

Firdaus menyebut bahwa alasan penelantaran tersebut diduga karena Denada tidak ingin publik mengetahui dirinya memiliki anak pada saat itu.

Bahkan Ressa diminta Denada untuk memanggil dengan sebutan 'Mbak'.

Baca juga: Ramai Seruan Boikot Terkait Penelantaran Anak, Denada Menangis Lihat Pemuda 19 Tahun di Acara TV

Sementara, Denada yang merupakan putri dari penyanyi legendaris Emilia Contessa belum tampil langsung di hadapan publik. 

Klarifikasi resmi disampaikan oleh perwakilan manajemennya, Risna Ories, yang menyampaikan sikap empati sekaligus keprihatinan atas situasi yang tengah dihadapi kliennya.

“Kami sangat prihatin dengan isu publik yang beredar saat ini. Pada dasarnya, persoalan ini merupakan ranah keluarga,” ujar Risna Ories dalam pernyataan tertulis kepada awak media, Senin 12 Januari 2026.

Risna menegaskan bahwa setiap permasalahan keluarga memiliki sisi dan cerita yang tidak selalu dapat dipahami oleh pihak luar, termasuk manajemen sekalipun. Menurutnya, privasi keluarga tetap harus dihormati di tengah sorotan publik yang semakin intens.

“Bagaimanapun juga, setiap keluarga memiliki privasi dan dinamika masing-masing. Setiap keluarga punya cerita yang tidak selalu diketahui orang lain,” tambahnya.

Hasil mediasi yang digelar, Kamis (29/1/2026) gagal membuat Denada melalui kuasa hukumnya, Muhammad Ikbal pun buka suara dan membuat pengakuan.

"Ya, (Ressa) memang anaknya (Denada)," kata Iqbal.

Muhammad Ikbal menegaskan selama ini Denada tidak pernah tidak menganggap Ressa sebagai anak.

Pihaknya menyebut, Denada telah memenuhi kebutuhan Ressa sebagai anaknya.

"Jadi gini, Denada ini nggak pernah tidak menganggap Ressa itu sebagai anak gitu. Nggak pernah, karena semua juga dipenuhi. Sekolah juga dipenuhi semua. Intinya nggak ada masalah apa-apa," ujar Ikbal dikutip dari YouTube Cumicumi, Jumat (30/1/2026).

Ia lantas tidak menutup kemunginan untuk berdamai, kendati hasil mediasi telah gagal.

"Terus mediasi kan gagal dalam perkara ini, sehingga lanjut ke pokok perkara sidang. Namun kan tidak menutup kemungkinan apabila di tengah perjalanan itu ada perdamaian ya, tetap kita upayakan," beber Ikbal.

Terkait kabar Denada menggugat balik Ressa, Ikbal menampik.

"Sejauh ini nggak ada gugatan balik ya. Gugatan balik itu kan ada dalam rekonvensi. Rekonvensi itu nanti jawaban sidang dan kita juga belum jawab," selorohnya.

Ressa Tutup Damai

Seiring dengan gagalnya proses mediasi yang telah berlangsung empat kali tanpa satu kali pun kehadiran Denada itu, pihak Ressa menyatakan menutup pintu damai. 

Meski dalam momen tersebut, kuasa hukum Denada membenarkan bahwa Ressa adalah anak Denada dan menyatakan bahwa perempuan kelahiran 19 Desember 1978 tersebut tak pernah tak mengakui Ressa.

"Ketika kemarin saya sudah membuka pintu mediasi dan peluang terjadinya perdamaian di tingkat mediasi serta mengoptimalkan upaya mediasi, sekarang sudah tertutup," kata kuasa hukum Ressa, Ronald Armada.

Ronald sendiri adalah menantu dari tante Denada, Ratih, yang selama ini merawat Ressa dan turut menjadi penggugat Denada bersama sang suami, Dino.

Ronald menyebutkan bahwa sebelum menutup pintu damai, ia telah mengupayakan berbagai hal, hingga mengajukan pertambahan waktu mediasi.

Namun hingga proses mediasi berakhir, pihak Denada terus bergeming dari upaya-upaya damai yang telah coba ditawarkan, termasuk mediasi melalui video call yang ditawarkan oleh PN Banyuwangi pun tak ditanggapi. 

"Sekarang pintu saya terbuka untuk bermain di ranah persidangan, yang kita harus fight. Kalau fight, ada yang jatuh ada yang tidak. Karena mereka inisiasinya seperti itu, ya monggo," tegas Ronald. 

Ia juga meminta maaf karena opsi terakhir tersebut akhirnya dipilih.

"Mohon maaf mbak Dena. Tidak ada inisiasi saya menjatuhkan sampean. Tetapi sampean yang mengkondisikan dan sampean yang meminta dan memaksa saya bertindak seperti ini," tandasnya.

Sejak tahu bahwa Denada adalah ibu kandungnya saat ia masih duduk di bangku SMP, Ressa hanya bisa memanggil Denada dengan sebutan 'mbak'. 

"Disuruh manggil 'Mbak,'" ujar Ressa di Curhat Bang Denny Sumargo. 

"Sebetulnya mulai dulu (ingin) pengakuan. Tapi kan Ressa bingung mau ngomongnya gimana?" kata Ressa. 

Terlebih Ressa melihat sendiri perjuangan Denada untuk kesembuhan Aisha, yang diakuinya membuatnya merasa diperlakukan berbeda. 

"Aku sih enggak iri atau gimana, cuma lihat dari posisi Aisha sama Ressa sendiri kan berbeda," ucap Ressa. 

"Kenapa Ressa kok yang dibuang?" tanya Ressa yang kemudian mulai meneteskan air mata. 

Ressa mengaku, andai dia diakui, dia mau saja membantu merawat Aisha sebagai adiknya.

"Seharusnya, jelas sebagai kakaknya Aisha, dulu Aisha sakit bisa juga Ressa yang bantu ngejagain," ujar Ressa. 

Dia juga menegaskan, kemunculannya saat ini setelah 24 tahun bukan karena uang, karena yang diinginkan dan ditunggu dari dulu adalah pengakuan dari Denada sendiri. 

"Kalau masalah uang, Ressa enggak minta uang. Cuma ya gimana ya kok sampai maaf kok sampai sejahat ini gitu," kata Ressa. 

"Ressa bisa cari uang sendiri, bisa kerja sendiri. Cuma untuk ketenangan hati selama ini, Ressa, tunggu mulai dulu. Sampai detik sekarang pun ibu enggak mau ngakuin," ucapnya. 

Siap menjalani tes DNA, Ressa juga mengaku pasrah jika kedepannya Denada tetap bersikeras tak mau mengakuinya sebagai anak. 

"Ya enggak apa-apa (tidak diakui)," kata Ressa. 

"Sedih pasti tapi mau gimana lagi," imbuhnya pasrah. 

Bagi Ressa, dia juga tak bermimpi untuk bisa tinggal bersama Denada, karena tinggal bersama orangtuanya yang sekarang sudah cukup baginya. 

"Aku pokoknya enggak benci (Denada). Bagaimanapun tetap ibu Ressa," tutur Ressa sambil menghapus air mata.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

Baca Lebih Lanjut
Dituding Bela Denada, Irfan Hakim Ngaku Sempat Dicurhati, Minta Maaf: Tidak Seperti Itu Kejadiannya
Terlanjur Dihujat Imbas Bela Denada, Irfan Hakim Minta Maaf Dicap Sudutkan Ressa: Tidak Seperti Itu
Irfan Hakim Diduga Bela Denada Soal Isu Penelantaran Anak, Hotman Paris Langsung Beri Pesan Menohok: Dia Bisa Lapor Polisi!
Widy Hastuti Chasanah
Disebut Bela Denada Soal Isu Penelantaran Anak, Momen Irfan Hakim Debat dengan Hotman Paris Viral
Momen Irfan Hakim Debat dengan Hotman Paris, Sang Presenter Disebut Bela Denada: Bisa Dituntut Balik
Bela Denada tentang Kisruh Hak Pengakuan Anak, Kolom Komentar Presenter Irfan Hakim Digeruduk
Di Tengah Isu Punya Anak Kandung Lelaki, Viral Denada Tetiba Menangis saat Syuting, Irfan Hakim Bela
Sederet Artis Geram ke Denada soal Isu Telantarkan Anak, Irfan Hakim Justru Bela? Akun IG Digeruduk
Mediasi Gagal, Pihak Ressa Minta Maaf Siap Bertarung dan Tak Bermaksud Menjatuhkan Denada
Denada Mendadak Nangis di Tengah Acara sampai Ditenangkan Rekan Artis, Irfan Hakim: Kami Manusia