TRIBUNNEWSMAKER.COM - Sosok Ressa Rizky Rossano kini tengah jadi sorotan lantaran mengaku sebagai anak kandung penyanyi Denada.
Ressa yang tinggal di Banyuwangi dan dirawat oleh tante Denada kini muncul ke publik.
Ia minta Denada mengakui dirinya anak kandung.
Ressa mengaku selama ini ditelantarkan, tidak dianggap anak.
Padahal Ressa tahu dirinya anak kandung Denada sejak duduk di bangku SMP.
Namun saat itu ia masih kecil, belum tahu soal hukum.
Ressa bahkan memanggil Denada sebutan 'mbak'.
Baca juga: Meski Denada Akui Ressa Rizky Anak Kandung, Gugatan Tetap Jalan, Tuntutan Rp 7 Miliar Tak Disepakati
Kini setelah sosoknya viral, Ressa diajak live TikTok oleh salah satu brand skincare.
Pada kesempatan tersebut, Ressa terlihat menangis lantaran diberi hadiah sepeda listrik.
Video Ressa menangis saat dapat hadiah sepeda listrik itu viral di media sosial.
"Makasih banyak ya kak,' ujar Ressa sambil menangis.
"Jangan nangis, nggak papa Ressa, kamu berhak dapet semuanya, terima kasih ya," ujar host.
Baca juga: Akhirnya Denada Akui Ressa Rizky Rosano Anak Kandung, Ungkap Alasan Sempat Tak Beri Kejelasan Status
Host kemudian membeberkan kebaikan Ressa yang tidak mau merepotkan orang lain.
"Dia itu guys mau tak jemput dari Banyuwangi pakai mobilku, dia nggak mau takut ngerepotin.
Dia naik kereta sendiri, jadi aku jemput di stasiun," ujar host.
Ressa pun terharu sambil mengusap air matanya.
"Makasih ya kak," ujar Ressa, dikutip dari akun Threads @raffiririn, Jumat (30/1/2026).
Kini, setelah digugat ke Pengadilan, Denada mengakui Ressa anaknya.
Hasil mediasi yang digelar, Kamis (29/1/2026) gagal membuat Denada melalui kuasa hukumnya, Muhammad Ikbal pun buka suara dan membuat pengakuan.
"Ya, (Ressa) memang anaknya (Denada)," kata Iqbal.
Muhammad Ikbal menegaskan selama ini Denada tidak pernah tidak menganggap Ressa sebagai anak.
Pihaknya menyebut, Denada telah memenuhi kebutuhan Ressa sebagai anaknya.
Baca juga: Teka-teki Ayah Kandung Mulai Terbongkar di Tengah Perjuangan Ressa Agar Diakui Denada,Sosok Ini Tahu
"Jadi gini, Denada ini nggak pernah tidak menganggap Ressa itu sebagai anak gitu. Nggak pernah, karena semua juga dipenuhi. Sekolah juga dipenuhi semua. Intinya nggak ada masalah apa-apa," ujar Ikbal dikutip dari YouTube Cumicumi, Jumat (30/1/2026).
Ia lantas tidak menutup kemunginan untuk berdamai, kendati hasil mediasi telah gagal.
"Terus mediasi kan gagal dalam perkara ini, sehingga lanjut ke pokok perkara sidang. Namun kan tidak menutup kemungkinan apabila di tengah perjalanan itu ada perdamaian ya, tetap kita upayakan," beber Ikbal.
Terkait kabar Denada menggugat balik Ressa, Ikbal menampik.
"Sejauh ini nggak ada gugatan balik ya. Gugatan balik itu kan ada dalam rekonvensi. Rekonvensi itu nanti jawaban sidang dan kita juga belum jawab," selorohnya.
Seiring dengan gagalnya proses mediasi yang telah berlangsung empat kali tanpa satu kali pun kehadiran Denada itu, pihak Ressa menyatakan menutup pintu damai.
Meski dalam momen tersebut, kuasa hukum Denada membenarkan bahwa Ressa adalah anak Denada dan menyatakan bahwa perempuan kelahiran 19 Desember 1978 tersebut tak pernah tak mengakui Ressa.
"Ketika kemarin saya sudah membuka pintu mediasi dan peluang terjadinya perdamaian di tingkat mediasi serta mengoptimalkan upaya mediasi, sekarang sudah tertutup," kata kuasa hukum Ressa, Ronald Armada.
Ronald sendiri adalah menantu dari tante Denada, Ratih, yang selama ini merawat Ressa dan turut menjadi penggugat Denada bersama sang suami, Dino.
Ronald menyebutkan bahwa sebelum menutup pintu damai, ia telah mengupayakan berbagai hal, hingga mengajukan pertambahan waktu mediasi.
Namun hingga proses mediasi berakhir, pihak Denada terus bergeming dari upaya-upaya damai yang telah coba ditawarkan, termasuk mediasi melalui video call yang ditawarkan oleh PN Banyuwangi pun tak ditanggapi.
"Sekarang pintu saya terbuka untuk bermain di ranah persidangan, yang kita harus fight. Kalau fight, ada yang jatuh ada yang tidak. Karena mereka inisiasinya seperti itu, ya monggo," tegas Ronald.
Ia juga meminta maaf karena opsi terakhir tersebut akhirnya dipilih.
"Mohon maaf mbak Dena. Tidak ada inisiasi saya menjatuhkan sampean. Tetapi sampean yang mengkondisikan dan sampean yang meminta dan memaksa saya bertindak seperti ini," tandasnya.
Sejak tahu bahwa Denada adalah ibu kandungnya saat ia masih duduk di bangku SMP, Ressa hanya bisa memanggil Denada dengan sebutan 'mbak'.
"Disuruh manggil 'Mbak,'" ujar Ressa di Curhat Bang Denny Sumargo.
"Sebetulnya mulai dulu (ingin) pengakuan. Tapi kan Ressa bingung mau ngomongnya gimana?" kata Ressa.
Terlebih Ressa melihat sendiri perjuangan Denada untuk kesembuhan Aisha, yang diakuinya membuatnya merasa diperlakukan berbeda.
"Aku sih enggak iri atau gimana, cuma lihat dari posisi Aisha sama Ressa sendiri kan berbeda," ucap Ressa.
"Kenapa Ressa kok yang dibuang?" tanya Ressa yang kemudian mulai meneteskan air mata.
Ressa mengaku, andai dia diakui, dia mau saja membantu merawat Aisha sebagai adiknya.
"Seharusnya, jelas sebagai kakaknya Aisha, dulu Aisha sakit bisa juga Ressa yang bantu ngejagain," ujar Ressa.
Dia juga menegaskan, kemunculannya saat ini setelah 24 tahun bukan karena uang, karena yang diinginkan dan ditunggu dari dulu adalah pengakuan dari Denada sendiri.
"Kalau masalah uang, Ressa enggak minta uang. Cuma ya gimana ya kok sampai maaf kok sampai sejahat ini gitu," kata Ressa.
"Ressa bisa cari uang sendiri, bisa kerja sendiri. Cuma untuk ketenangan hati selama ini, Ressa, tunggu mulai dulu. Sampai detik sekarang pun ibu enggak mau ngakuin," ucapnya.
Siap menjalani tes DNA, Ressa juga mengaku pasrah jika kedepannya Denada tetap bersikeras tak mau mengakuinya sebagai anak.
"Ya enggak apa-apa (tidak diakui)," kata Ressa.
"Sedih pasti tapi mau gimana lagi," imbuhnya pasrah.
Bagi Ressa, dia juga tak bermimpi untuk bisa tinggal bersama Denada, karena tinggal bersama orangtuanya yang sekarang sudah cukup baginya.
"Aku pokoknya enggak benci (Denada). Bagaimanapun tetap ibu Ressa," tutur Ressa sambil menghapus air mata.
(TribunNewsmaker.com/ Listusista / TribunSumsel)