TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kepergian selebgram Lula Lahfah meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga sang kekasih, Reza Arap.
Seperti diketahui, Lula Lahfah meninggal dunia pada Jumat (23/1/2026).
Tujuh hari setelah wafatnya sang kekasih, Reza Arap akhirnya menyambangi makam Lula untuk berziarah.
Reza Arap terlihat mendatangi TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis (29/1/2026).
Menariknya, penampilan Reza Arap saat itu tampak berbeda. Ia terlihat lebih tegap dan bersemangat, meski baru saja kehilangan orang yang dicintainya.
Ternyata, perubahan sikap tersebut bukan tanpa alasan.
Baca juga: Kecemasan Istri Kedua Capt Andy Pilot ATR 42-600 Berujung Duka, Sempat Nangis Minta Bantuan: Help
Reza Arap mengaku tengah berusaha menuruti wasiat terakhir dari Lula Lahfah semasa hidupnya.
“Impian Lula Lahfah itu ke gua, pengen liat gua lebih maju lagi, lebih gila lagi,” ujar Reza Arap, dikutip dari WartakotaLive.com.
Menurut Reza, dirinya kini memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Baginya, hidup harus tetap berjalan meski duka belum sepenuhnya sirna.
“So buat gua, there’s no time for sadness,” ucap Reza.
Ia pun menegaskan bahwa seluruh rencana hidup dan proyek yang pernah dibicarakan bersama almarhumah akan tetap dijalankan.
Melanjutkan mimpi-mimpi tersebut, bagi Reza Arap, merupakan bentuk penghormatan paling nyata untuk Lula Lahfah.
“Semua plan gua yang Lula juga tahu selama hidup, itu akan gua kerjakan di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya,” katanya mantap.
Dalam waktu dekat, Reza Arap juga memastikan agenda streaming marathon yang telah lama direncanakan tetap akan berjalan sesuai rencana.
Kasus kematian selebgram Lula Lahfah kini memasuki babak baru.
Penyidikan yang dilakukan aparat kepolisian semakin diperluas untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya kekasih YouTuber Reza Arap tersebut.
Setelah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Reza Arap, polisi kini bersiap memanggil pihak keluarga Lula Lahfah.
Pemeriksaan terhadap keluarga dilakukan guna mendalami sejumlah hal krusial, salah satunya terkait alasan penolakan autopsi yang sebelumnya disampaikan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya kepolisian mengurai secara utuh rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya Lula Lahfah.
Hingga saat ini, penyidik Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi dari berbagai latar belakang.
Para saksi tersebut meliputi orang pertama yang menemukan jenazah, asisten rumah tangga, sopir pribadi, teknisi apartemen.
Bahkan pihak manajemen apartemen dan orang-orang terdekat almarhumah pun ikut diperiksa.
Baca juga: Kondisi Memilukan Lucky Element Sebelum Meninggal, Istri Bersaksi Suami Sempat Muntah Hebat
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, menjelaskan bahwa penyidik telah menelusuri seluruh rangkaian kejadian sejak awal penemuan jenazah hingga proses pengamanan barang bukti dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Penyidik sudah mendalami rangkaian peristiwa, mulai penemuan jenazah, olah TKP, hingga pemeriksaan 10 saksi,"
"termasuk ART, sopir yang pertama kali menemukan, teknisi, pihak apartemen, serta kekasih almarhumah,” ujar Bhudi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/1/2026), seperti dikutip dari KompasTV.
Bhudi menambahkan, sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian telah dikirim ke laboratorium forensik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil uji laboratorium tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan kesimpulan akhir penyelidikan.
Baca juga: Akhirnya Ayah Ungkap Penyebab Meninggalnya Lula Lahfah, Terang-terangan Bongkar Riwayat Penyakit
Selain saksi nonmedis, kepolisian juga telah memeriksa dokter berinisial R yang mengeluarkan surat keterangan kematian Lula Lahfah.
Tak hanya itu, pihak Rumah Sakit Pondok Indah turut dimintai keterangan terkait riwayat medis mendiang.
Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
Setelah seluruh hasil pemeriksaan, termasuk hasil laboratorium forensik, rampung, pihak kepolisian berencana menggelar konferensi pers untuk menyampaikan perkembangan resmi kepada publik.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)