TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Hampir sebagian petani karet di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) merasakan harga jual getah karet kering tak kunjung naik signifikan dalam sebulan terakhir.
Kendati di beberapa tempat harga jual getah karet ada yang naik, ada juga yang justru menurun. Sesuai dengan daerah tempat tinggal masing-masing.
Dikatakan salah satu petani karet di Kecamatan Mesuji, Rahmat untuk harga getah karet mingguan saat ini dibeli berkisar Rp 12.000 perkilogram.
"Terakhir saya menjual getah karet awal bulan Januari harganya masih Rp 13.000. Saat ini harganya sedikit turun menjadi Rp 12.000 perkilo," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026) siang.
Meski demikian Rahmat menyebut harga bulan ini terakhir terbilang lebih rendah dibandingkan selama akhir tahun 2025 yang pernah sentuh Rp 15.000 perkilo.
"Memang selama bulan Januari 2026 ini harganya cendrung lebih stabil. Tidak terjadi kenaikan yang tinggi," imbuhnya.
Baca juga: Pekan Terakhir Bulan Januari 2026, Harga Karet di OKU Bervariasi, Antara Rp 12.500-Rp 14.100 Perkilo
Baca juga: Ekspor Karet Sumsel Naik 4,6 Persen Sepanjang 2025, Amerika Serikat Masih Jadi Pasar Utama
Meski harga sedang stabil, akan tetapi dalam satu bulan terakhir kerap turun hujan deras dan acap kali petani tidak bisa menyadap kebun karet miliknya.
"Meskipun harganya menurun, tapi lumayan masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah dengan 1 hektar kebun karet biasanya bisa mendapat 100 kilo setiap 2 pekan,"
"Rata-rata setiap bulannya masih bisa mengumpulkan sekitar Rp 2 juta sekali jual. Tetapi pendapatan tergantung juga dengan harga jualnya," ujarnya.
Sebagai petani karet. Ia berharap harga komoditi karet dapat semakin naik karena sangat dibutuhkan untuk biaya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan sekolah anaknya.
"Kalau harganya bisa kembali naik dan pendapatan petani stabil. Maka bisa menambah pendapatan dan ekonomi bisa sejahtera," tandasnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran wahtsapp Tribunsumsel.com