Lexi diketahui terjatuh dari lantai 6 gedung Universitas Tarumanagara (Untar) yang mengakibatkan dirinya kini mengalami kelumpuhan dan cacat permanen.
Peristiwa yang terjadi pada April 2023 ini mencuat ke publik setelah pihak keluarga merasa tidak mendapatkan pertanggungjawaban yang semestinya dari pihak kampus maupun organisasi mahasiswa terkait.
Berikut adalah kronologi lengkap musibah yang menimpa adik Keisya Levronka tersebut:
1. Berawal dari Latihan 'Caving' Mapala
Insiden berdarah ini terjadi pada April 2023 di area kampus Untar, Jakarta Barat. Saat itu, Lexi yang merupakan mahasiswa Hukum tengah mengikuti kegiatan latihan Caving (susur gua) yang diadakan oleh organisasi Mahasiswa Hukum Pecinta Alam (Mapala).
Dalam simulasi tersebut, Lexi seharusnya menuruni ketinggian dengan peralatan pengaman. Namun, maut nyaris menjemput ketika prosedur keamanan diduga gagal total.
2. Pengait Terlepas dari Lantai 6
Levi Leonita mengungkapkan bahwa putranya jatuh bebas dari lantai enam gedung kampus. Penyebab utamanya adalah kegagalan alat yang sangat fatal.
"Singkat cerita pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai enam gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas," tulis Levi melalui akun Instagram pribadinya, @levihavron.
3. Dugaan Malprosedur Evakuasi: Dibawa Pakai Taksi Online
Kekecewaan keluarga semakin memuncak saat mengetahui penanganan darurat pasca-kejadian. Alih-alih memanggil ambulans atau tim medis profesional, pihak penyelenggara justru mengevakuasi Lexi dengan cara yang dinilai membahayakan kondisi tulang belakangnya.
Lexi yang baru saja jatuh dari ketinggian lantai 6 justru dibopong dan didudukkan di kursi roda. Mirisnya, ia dibawa ke rumah sakit menggunakan taksi online, bukan kendaraan medis standar.
"Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taxi online) dan ditidurkan lagi di taxi online," ungkap Levi dengan nada geram.
4. Kerusakan Organ Dalam dan Kelumpuhan
Dampak dari benturan keras tersebut sangat mengerikan. Lexi mengalami serangkaian cedera fatal yang mengubah hidupnya dalam sekejap.
Lexi mengalami tulang ekor remuk yang membuat dokter terpaksa memasang pen secara permanen. Organ dalam adik Keisya juga mengalami kerusakan, yakni ginjal bergeser dan sempat tidak berfungsi, paru-paru terendam cairan darah, hingga hati yang robek.
Selama satu tahun penuh, Lexi harus menggunakan kateter dan kursi roda. Meski kini mulai belajar menggunakan tongkat, ia dinyatakan mengalami lumpuh permanen dan harus tidur di atas kasur dekubitus demi kenyamanan tulang ekornya.

5. Dua Tahun Menuntut Keadilan
Setelah hampir dua tahun melakukan pengobatan intensif secara mandiri dan menemui jalan buntu saat berkomunikasi dengan pihak Untar, Levi akhirnya memutuskan untuk memviralkan kasus ini.
"Mengingat sudah dua tahun berlalu begitu saja tanpa penyelesaian pasti dan kesulitan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait," tegasnya.
Pada Sabtu (31/1/2026), Keisya Levronka bersama kekasihnya, Nyoman Paul, tampak mendampingi sang ibunda mendatangi pihak kampus untuk menuntut pertanggungjawaban atas kelalaian yang membuat masa depan Lexi berubah drastis.
Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu itikad baik dan keadilan nyata dari pihak Universitas Tarumanagara atas musibah yang membuat Lexi harus menjalani terapi seumur hidup.