TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Berkunjung ke Pulau Sebatik, kabupaten Nunukan, provinsi Kalimantan Utara, rasanya kurang lengkap jika tidak mampir ke Warung Perbatasan.
Warung Perbatasan ini berlokasi di desa Aji Kuning, kecamatan Sebatik Tengah, kabupaten Nunukan.
Dibuka sejak tahun 2022, Warung Perbatasan menawarkan menu khas Malaysia.
Daya tarik lain Warung Perbatasan juga bisa melihat langsung Rumah Dua Negara yang menjadi ikon di Pulau Sebatik.
Tribun Kaltara berkesempatan mampir ke Warung Perbatasan, pada Selasa (20/1/2026) lalu.
Sejak pukul 4 sore, pelayan sudah mulai sibuk merapikan meja dan kursi, menata menu di meja.
Pelanggan mulai berdatangan satu persatu.
Baca juga: Pembangunan Koperasi Merah Putih di Sebatik Nunukan Dimulai, Penguatan Ekonomi Warga Perbatasan
Tak langsung duduk, beberapa pengunjung berswafoto di depan rumah dua negara.
Setelah cukup puas mengambil foto, pengunjung kemudian menikmati berbagai menu yang tersedia.
Warung Perbatasan, rumah makan yang berada di perbatasan Indonesia Malaysia mengusung konsep rumah makan khas Malaysia.
Karena konsepnya yang unik, warung makan itu ramai diserbu pembeli.
Awalnya rumah ini disewakan oleh pemiliknya, lalu kemudian diambil alih kembali dan dijadikan tempat wisata Rumah Dua Negara (Indonesia-Malaysia).
Rumah tersebut dicat berwarna merah putih selayaknya bendera Indonesia.
Ketika memasuki rumah tersebut, pengunjung akan merasakan nuansa Indonesia di ruang tamunya.
Kemudian masuk ke bagian dalam, pengunjung akan merasakan nuansa Malaysia.
Hj. Hajerah pemilik rumah, menjadikan rumah tersebut sebagai objek wisata, agar nantinya pengunjung dapat merasakan sensasi datang dan melihat keunikan tinggal di perbatasan.
Anak dari pemilik rumah tersebut membuka warung makan dengan menu khas Malaysia.
Sekilas mengenai penampakan rumah makan tersebut, terlihat seperti rumah panggung pada umumnya yang banyak ditemui di wilayah Sebatik.
Pembeli ataupun pengunjung dapat menikmati makanan khas Malaysia sekaligus berkunjung ke rumah dua negara tersebut.
Pembeli dapat memilih menu mulai dari menu Burger, menu Western, serta aneka minuman segar.
Kepada TribunKaltara.com, Muhammad Ayu selaku pemilik warung mengaku warungnya ini ramai dikunjungi pelanggan yang rindu makanan khas Malaysia. Salah satunya adalah chicken chop yang paling banyak diburu.
Chicken chop merupakan hidangan populer di Malaysia, berupa potongan ayam tanpa tulang yang digoreng atau dipanggang, disajikan dengan saus ala Barat.
Untuk menunya, ia menjual jenis masakan antara lain menu burger, menu western, nasi goreng, serta aneka minuman segar, seperti, es leci, sparkling sirup, thai tea, the O disiapkan.
Semuanya dijual dengan harga terjangkau, berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu, pengunjung dapat menikmati sajian khas Malaysia.
Pembeli atau pengunjung yang datang juga dapat membayar menggunakan Rupiah ataupun Ringgit. Pengunjung juga dimudahkan dengan adanya pembayaran melalui QRIS.
Asnia, pengunjung Warung Perbatasan mengaku sudah berlangganan sejak lama, katanya makanan yang tersedia di warung harganya terjangkau dan rasanya bikin rindu makanan Malaysia.
“Saya senang makan di sini, saya bawa keluarga biasanya makan di sini, rasanya enak seperti berada di Malaysia.” tuturnya.
Akses menuju Warung Perbatasan cukup mudah, lokasinya tidak jauh dari patok 2 Indonesia-Malaysia, serta tugu Cinta Bangga Paham Rupiah.
Warung Perbatasan buka mulai pukul 4 sore hingga 10 malam. Pengunjung dapat menyaksikan keindahan langit sore di sini.
Untuk menuju Pulau Sebatik, bsia melalui jalur laut dari Kota Tarakan, Klimantan Utara.
Dari Pelabuhan Tengkayu I, Tarakan, bis anaik speedboat reguler rute Tarakan – Sungai Nyamuk (Sebatik).
Perjalanan memakan waktu tempuh sekira 2,5 - 3 jam.
Namun, sebelum itu, pastikan jadwal berangkat speedboat reguler rute tersebut.
Menuju Sebatik juga bisa ditempuh dari Nunukan.
Dari Dermaga Sei Jepun atau Pelabuhan PLBL Liem Hie Djung di Nunukan, naik perahu kayu (ketinting) atau speedboat kecil menuju dermaga di Sebatik (seperti dermaga Bambangan).
Waktu tempuhnya berkisar 15 hingga 20 menit.
(*)