TRIBUNNEWS.COM - Iis Dahlia dituding menyalahkan Ressa Rizky Rossano atas diboikotnya Denada dari acara TV.
Ressa Rizky Rossano, seorang pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur baru-baru ini muncul dan mengaku sebagai anak kandung pedangdut Denada.
Sejak usianya 10 hari, pemuda 24 tahun itu telah dititipkan bahkan diasuh secara mandiri oleh tante dan Om Denada, Dino Rossano Hansa yang merupakan adik kandung ibu Denada, Emilia Contessa.
Denada akhirnya kini mengakui Ressa sebagai anak kandungnya, namun membantah menelantarkan sang putra.
Belakangan, Ressa berkesempatan bertemu dengan sejumlah rekan Denada, salah satunya Iis Dahlia.
Di sebuah acara yang digelar Sheila Shaukia itu, Ressa mengaku justru mendapatkan tekanan dari Iis Dahlia.
Hal itu disampaikan sendiri oleh Ressa dan juga kuasa hukumnya, Ronald.
Ibu Devano Danendra tersebut diduga menyalahkan Ressa atas diboikotnya Denada kini.
"Tadi Iis Dahlia, saya menyebut nama karena memang itu yang terjadi. Itu dia memberikan entah kritik membangun, entah apa, tapi dia memojokkan Ressa seakan-akan gara-gara dia kan akhirnya temannya itu tidak mendapatkan pekerjaan begitu," ujar Ronald, dikutip dari YouTube STAR 7 Channel, Senin (2/2/2026).
Menimpali sang kuasa hukum sekaligus kakak iparnya itu, Ressa menguraikan apa yang diucapkan Iis Dahlia.
"Intinya aja ya, 'bagaimanapun itu kan masih darah daging kamu'. Ini enggak saya tambahi, enggak saya kurangi ya," tutur Ressa menekankan.
Baca juga: Soroti Psikis Anak, Psikolog Minta Permasalahan Denada dengan Ressa Cepat Diselesaikan secara Baik
"Terus (Iis Dahlia) bilang, 'Kasihan loh itu diboikot dari TV, enggak bekerja'," imbuh Ressa lagi.
Mendengar itu, Ressa merasa seolah disalahkan atas diboikotnya sang ibu.
Padahal, Ressa tak pernah berniat untuk menghilangkan pekerjaan Denada dengan kemunculannya.
"Ya maksudnya, Ressa kan enggak meminta seperti ini. Dan bukan Ressa yang minta diboikot. Yang membuat diboikot kan bukan Ressa," katanya menyesal.
Terseretnya Denada dalam kasus dugaan penelantaran terhadap Ressa membuat kariernya terancam.
Posisi Denada sebagai salah satu juri program acara dangdut di sebuah stasiun televisi turut terimbas.
Tagar Boikot Denada digaungkan memenuhi kolom komentar akun Instagram stasiun tv tersebut.
"#BOIKOTDENADA," demikian bunyi tulisan itu.
Pantauan Tribunnews, Jumat (30/1/2026), video-video cuplikan yang menampilkan Denada kini mulai tak nampak.
Video yang beredar hanya menampilkan sejumlah rekan Denada di acara yang sama, di antaranya Irfan Hakim, Caren Delano, dan juga Iis Dahlia.
Tak hanya itu, Instagram Denada pun dipenuhi seruan tagar Boikot Denada.
Setelah tagar itu viral, baru-baru ini video Denada menangis saat menjadi juri di acara dangdut itu viral.
Dalam cuplikan video yang beredar di media sosial, Denada masih duduk di bangku juri.
Ketika seorang pemuda berusia 19 tahun tampil kurang bagus saat bernyanyi, Denada tidak menekan tombol buzzer seperti juri lain.
Baca juga: Denada Ngaku Curahkan Kasih Sayang, Biayai Sekolah, dan Rutin Transfer Ressa Uang, Klaim Punya Bukti
Tombol buzzer dalam program itu menyiratkan penolakan atas penampilan talent di atas panggung.
Ketika ditanya alasannya oleh Irfan Hakim, putri mendiang Emilia Contessa itu terlihat ragu menjawab.
Ia hanya tersenyum dengan mimik wajah kebingungan.
"Ih," ungkap Denada seolah menahan tangis.
Dia sesekali mengibaskan tangannya untuk mencegah air matanya turun.
Irfan Hakim terus menekannya dengan pertanyaan, memancing gejolak emosional Denada.
"Kenapa?" tanya Irfan.
"Nggak papa," jawab Denada lirih, tersenyum dengan gaya centilnya.
Suaranya mulai terbata menahan isak tangisnya pecah.
Mendapati itu, Caren Delano yang ada di sisi Denada langsung memeluknya.
Begitu pun dengan Iis Dahlia yang juga duduk di kursi juri.
Terdengar tangis Denada di balik wajahnya yang tenggelam dalam pelukan Caren.
"Semua pasti ada alasannya. Walaupun mungkin ada suatu alasan yang belum bisa diungkap. Dan kita tahu ini tidak hanya sebatas minta diakui, bisa tentang apa pun, tentang apa pun," kata Irfan Hakim sebagai MC, diduga menyinggung kasus dugaan penelantaran anak yang tengah merundung Denada.
Denada yang diwakili kuasa hukumnya, Muhammad Ikbal menegaskan selama ini tidak pernah tidak menganggap Ressa sebagai anak.
Ia mengaku rutin mencurahkan kasih sayang bahkan membiayai sekolah Ressa.
"Pertama, Denada itu tidak pernah tidak menganggap Ressa itu sebagai anak. Garis bawahi itu!" tegas Ikbal, dikutip dari YouTube Cumicumi, Jumat (30/1/2026).
"Yang kedua, kasih sayang tetap dicurahkan, biaya-biaya tetap dipenuhi. Enggak kurang-kurang, sekolah juga," imbuhnya lagi.
Pengacara mantan istri Jerry Aurum tersebut juga mengeklaim memiliki bukti mentransfer Ressa sejumlah uang, bahkan di bulan Januari ini.
"Saya itu punya bukti transfernya kemarin itu Januari tetap dikirimin ya," tukas Ikbal.
Terkait pengakuan pihak Ressa yang membantah dibiayai, bahkan sama sekali tidak dianggap anak oleh Denada, Ikbal mengaku tak nyambung dengan kuasa hukum Ressa.
"Saya itu memang nggak pernah nyambung secara dalam kasus ini sama pihak kuasa hukumnya penggugat."
"Cuma gini, apabila semua sudah dipenuhi sama pihaknya Mbak Denada maupun Bunda Emilia, sudah dipenuhi materi, kasih sayang, semua sudah dikasih. Yang ingin saya tanyakan, terus drama apa ini? Kan gitu," ujarnya.
Baca juga: Denada Akui Ressa sebagai Anak, Kuasa Hukum Singgung Kemungkinan Damai setelah Mediasi Gagal
Sebelumnya, Ressa menyesalkan iktikad Denada terhadap keluarga yang sudah mengasuhnya sejak kecil.
Ia hanya meminta keadilan dan pengakuan dari mantan istri Jerry Aurum itu.
Ressa sendiri telah menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak.
(Tribunnews.com/ Salma)