PROHABA.CO - Nanda Isnaini Putri (20) ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar pada Senin (2/2/2026) dini hari.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka di sekujur tubuh, termasuk luka tusukan di bagian nadi tangan kiri dan kanan.
Ayah korban, Zainal, mengungkapkan bahwa sebelum meninggal dunia, Nanda sempat pulang ke rumah keluarga di Tanjungbalai.
Setelah itu, korban dijemput oleh suaminya, Ali, untuk kembali ke Kisaran.
“Anak saya memang sempat pulang ke Tanjungbalai.
Setelah itu, Ali menelepon saya dan mengatakan bahwa rumah tangga mereka sudah tidak cocok dan berencana bercerai.
Meski begitu, dia masih ingin berbicara dengan anak kami,” ujar Zainal, Selasa (3/2/2026).
Zainal mengatakan, setelah komunikasi tersebut, Ali datang menjemput korban.
Keduanya sempat berbincang, namun kembali terlibat cekcok.
Bahkan, Ali disebut datang bersama dua rekannya.
“Anak kami masuk ke kamar sambil menangis.
Baca juga: Dampak Penerapan UMP Aceh, 185 Pekerja di RS Swasta Lhokseumawe Terkena PHK
Saya sempat bilang ke istri agar mereka jangan berkelahi lagi,” katanya.
Setelah dibujuk oleh ibunya, korban akhirnya ikut bersama suaminya kembali ke Kisaran.
Namun, setelah itu pihak keluarga kehilangan kontak dengan korban.
“Sekitar habis Maghrib sebelum Isya, istri saya menelepon anak kami, tapi tidak diangkat.
Pada panggilan terakhir justru dijawab oleh Ali.
Saat ditanya bagaimana kondisi anak kami, dia hanya menjawab, ‘Ada itu Mak,’ lalu telepon ditutup,” ujar Zainal.
Keluarga mengaku tidak menaruh kecurigaan saat itu dan masih mengira korban dalam kondisi baik-baik saja.
Namun, sekitar pukul 02.00 WIB, pihak keluarga menerima kabar duka dari Polres Asahan.
“Saya dihubungi petugas Polres Asahan, Pak Eko, yang menyampaikan bahwa anak kami sudah meninggal dunia,” katanya.
Baca juga: Mahasiswi di Gayungan Surabaya Tikam dan Aniaya Pacar di Kos hingga Luka Parah Dipicu Cemburu
Kabar tersebut membuat keluarga terpukul. Mereka langsung berangkat ke Kisaran untuk melihat kondisi korban.
Dari hasil pengamatan keluarga, ditemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh korban.
“Setelah kami lihat, ada bekas tusukan di dekat telapak tangan dan tubuhnya penuh lebam dari lengan hingga dada,” ujar Zainal.
Kasus kematian Nanda telah dilaporkan ke Polres Asahan.
Pihak keluarga berharap pelaku dapat segera diungkap dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kanit Jatanras Polres Asahan, IPDA Asido Nababan, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan satu orang terduga pelaku.
Namun, hingga saat ini polisi belum bersedia membeberkan identitas terduga tersebut.
Baca juga: Pemuda di Pringsewu Lampung Nekat Tikam Suami Pujaan Hatinya, Motif Cinta Ditolak
Baca juga: Aspri Kepala Puskesmas Sendana Palopo Diduga Aniaya Pegawai, Polisi Sidik Kasus