Beijing (ANTARA) - Produksi emas di China naik tipis pada 2025, sementara konsumsi secara keseluruhan menurun, di tengah peralihan dari perhiasan ke produk investasi, menurut data dari Asosiasi Emas China yang dirilis pada Kamis (5/2).
China memproduksi 381,339 ton emas tahun lalu, naik 1,09 persen secara tahunan (yoy), sementara output dari bahan baku impor naik 8,81 persen menjadi 170,681 ton, menurut data tersebut.
Asosiasi itu menyatakan bahwa sejumlah proyek eksplorasi, pengembangan, dan teknologi telah mencapai terobosan bertahap pada 2025.
Dari sisi konsumsi, konsumsi emas mencapai 950,096 ton tahun lalu, turun 3,57 persen dari setahun sebelumnya, seiring permintaan akan perhiasan anjlok tajam, sementara pembelian emas batangan dan koin melonjak, menandai kali pertama tingkat investasi emas tahunan melampaui konsumsi perhiasan di China.
Aktivitas perdagangan terkait emas melonjak di pasar domestik, dengan total volume perdagangan emas meningkat tajam baik di Bursa Emas Shanghai maupun Bursa Berjangka Shanghai, mencerminkan peningkatan partisipasi dalam konteks harga yang tinggi.
Harga yang lebih tinggi juga mendorong arus masuk yang kuat ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded funds/ETF) emas, yang menambah 133,118 ton selama tahun tersebut, melonjak 149,91 persen dari volume yang tercatat pada 2024 dan meningkatkan total kepemilikan ETF menjadi 247,852 ton per akhir Desember, menurut data tersebut.