TRIBUNENWSSULTRA.COM - Musisi ternama Raim Laode asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja merilis lagu berjudul IQRO.
Menariknya, Raim membuka music video atau MV IQRO dengan suara dirinya di masa lalu.
Ia memperkenalkan dirinya sebagai seorang pemuda dari kabupaten yang terkenal sebagai tempat wisata di Indonesia itu.
"Ya perkenalkan nama saya Raim Laode, dan saya ini pemuda asli made in Wakatobi," suara kecil itu tersematkan pada awal MV IQRO.
Sejak dirilis pada 6 Februari 2026, hari Jumat, lagu ini masuk dalam jajaran trending music YouTube.
IQRO dalam bahasa Arab adalah "Bacalah!"
Dalam lagu ini, Raim mengantarkan sebuah makna mendalam.
Baca juga: ‘Saya Tidak Mau Panggilan Azan Tertutup Lagu-laguku’ Viral Raim Laode Tutup Konser Tanpa Lagu Komang
Bisa dikatakan, lagu ini bergenre religi juga biografi dari Raim Laode.
Raim dikenal sebagai seorang komika dan musisi, yang kerap melibatkan Tuhan dalam perjalananya.
Sama seperti dengan IQRO. Raim memberikan pesan atas kesuksesannya selama ini, ia menyadari bahwa dirinya hanyalah bagian kecil dari semesta.
Ia mencari makna dunia, belajar rendah hati, dan memahami bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari materi, melainkan dari waktu dan kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Hal ini juga ditulis Raim, pada keterangan MV yang diunggahnya di channel YouTube.
"Perjalanan saya yang terkagum dengan kebesaran alam semesta—bintang, langit, dan segala ciptaan yang bersujud kepada Sang Pencipta.
Di tengah keagungan semesta, saya menyadari betapa kecilnya saya sebagai manusia, namun seringkali terseret dalam kesombongan.
Kesadaran ini membuatku terus mencari makna hidup yang sebenarnya, memohon bimbingan untuk menemukan cahaya kebenaran.
Dalam pencariannya, saya akhirnya menemukan pencerahan: kebahagiaan sejati ada di masa kini, bukan nanti. Harta paling berharga bukanlah materi, melainkan waktu yang terus berlalu dan tak bisa ditahan," tulis Raim, pencipta lagu IQRO.
Berikut cuplikan lirik lagunya:
Bintang bintang dan pepohonan
Kedua bersujud pada-Nya
Masih kukagum tentang langit
Kokoh dan tinggi tak bertiang
Siapakah aku sebenarnya
Hanya atom yang kecil besar sombongnya
Sampai di masa ini
ku masih mencari
tentang arti dunia
yang ramai nan sunyi
Bantu aku berjalan menuju cahaya
Lalu aku berjanji menjadi yang baik
Semua Kau cipta berpasang
Sebab hanya Engkau yang satu
Seluruh bima sakti sujud
Tak ada satu pun yang luput
Siapakah aku sebenarnya
Hanya atom yang kecil besar sombongnya
Sampai di masa ini
ku masih mencari
tentang arti dunia
yang ramai nan sunyi
Bantu aku berjalan menuju cahaya
Lalu aku berjanji menjadi yang baik
Baru aku mengerti
ternyata bahagia
bukan perkara nanti tetapi sekarang
Harta paling berharga
bukanlah materi
Tetapi tentang waktu
tak bisa kutahan
(*)
(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)