TRIBUNJABAR.ID - Beberapa waktu lalu, kisah pilu guru ngaji asal Babakan Ciparay, Kota Bandung yang viral lantaran tak makan menjadi sorotan.
Kisahnya itu juga sampai menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Ia pun diundang Dedi Mulyadi ke kediamannya di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, guru ngaji yang akrab disapa Ustaz Deni Firmansyah itu menceritakan kronologi kisah pilunya yang tak makan sampai viral.
Ustaz Deni mengatakan bahwa saat itu dirinya berpuasa atau tak makan karena tak memiliki uang hingga beras sama sekali.
Namun, ia mengklarifikasi bahwa dirinya dan keluarga kelaparan hanya terjadi saat sehari itu saja.
Baca juga: Respons Dedi Mulyadi Soal Sasak Geulis Dayeuhkolot Rusak Hampir 5 Tahun Tak Diperbaiki
Ustaz Deni mengatakan biasanya dirinya mendapatkan bantuan dari para tetangganya.
Seperti yang terjadi saat Abi Fatima, seorang konten kreator yang meliput dirinya pada awal Februari 2026 hingga akhirnya viral.
Deni mengatakan di pagi hari itu sebelum dirinya kelaparan sempat mendapatkan ketan dari tetangga.
“Jadi pas hari itu kebetulan saya lagi gak pegang uang, gak punya beras, pas makan itu pas ada yang ngasih MBG, dan paginya sempat ada yang ngasih ketan dari tetangga,” ujar Ustaz Deni Firmansyah.
Dari kisah picunya yang viral, Ustaz Deni mengaku mendapat banyak bantuan dari publik.
Bahkan bantuan yang datang pun membuat nasib mereka bak sedang ditimpa keberkahan.
Mulai dari bantuan beras, uang hingga sepeda motor.
“Alhamdulillah jadi banyak yang ngirim, beras, uang, terakhir semalam dari Aisar ngasih sepeda motor,” ujarnya.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi pun turut bersyukur atas bantuan yang sudah diterima guru ngaji di Bandung tersebut.
“Jadi berkah dari tak makan sehari jadi dapet motor,” ujar Dedi Mulyadi.
Ustaz Deni mengatakan ia merasa bersyukur mendapat keberkahan itu setelah konten dari konten kreator Abi Fatima tersebut.
Setelah viral, Ustaz Deni pun membeberkan dirinya menerima uang Rp32 juta dari bantuan yang dikumpulkan sang konten kreator. Kemudian dari donasi publik sekira Rp 18 juta.
Demikian total uang diterimanya di rekening saat ini mencapai hampir Rp 50 juta.
Meski mendapatkan Rp50 juta yang seharusnya bisa dipakai modal usaha, ternyata Ustaz Deni memiliki utang.
Utang tersebut didapatnya setelah mengalami kebangkrutan dari bisnisnya menjual keripik basreng.
Ia mengungkap total utangnya itu sebesar Rp80 jutaan.
Ustaz Deni pun berniat uang yang diterimanya saat ini sementara untuk membayar utangnya terlebih dahulu.
Artinya, jika seluruh uangnya diberikan untuk membayar utang pun, masih tersisa Rp 30 jutaan yang harus dia bayarkan.
Meski begitu, Ustaz Deni pun mendapat kado berupa umrah.
Baca juga: Kisah Ustaz Deni, Guru Ngaji di Gang Sempit yang Dapat Perhatian Dedi Mulyadi, Kerap Tahan Lapar
Dedi Mulyadi pun menawarkan Deni pekerjaan sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate, Kota Bandung.
Dedi Mulyadi menyebut, penunjukan ini juga mempertimbangkan keterampilan teknis yang dimiliki Deni di bidang pertukangan.
Dedi memastikan pekerjaan itu tidak akan mengganggu kegiatan Ustaz Deni mengajar mengaji.
Pasalnya, pekerjaannya itu bisa dikerjakan dari pagi sampai pukul 3 sore.
Demikian sepulang bekerja dari Gedung Sate, Ustaz Deni bisa mengajar mengaji pada sore atau malam hari.
Dedi pun akan memberikan gaji per bulan sekira Rp4,2 juta sebagai tenaga kerja kontrak.
"Pak Ustaznya mau umroh dulu. Terhitung 1 Maret 2026, nanti kerja sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate,” ujar Dedi.
Dedi berharap, dengan pekerjaan tetap ini, kondisi ekonomi Ustaz Deni bisa segera pulih.
Dedi juga meminta Deni untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab.
Kemudian Dedi menjelaskan bahwa dirinya tidak akan membantu dengan memberikan yang secara langsung melainkan lewat pekerjaan itu.
Dengan begitu, lewat pekerjaan itu minimal keluarga Ustaz Deni terjamin bisa makan sehari-hari.
Gubernur Jabar itu juga menjamin pekerjaan yang akan dilakoni Ustaz Deni itu minimal dipekerjakan selama dirinya memimpin Jawa Barat.
Baca juga: Kisah Nia di Bandung Temani Suami Harus Cuci Darah Seumur Hidup, Gantungkan Harapan pada BPJS PBI
Lebih lanjut, Ustaz Deni menjelaskan bahwa kelaparan dirinya bukan karena pelitnya tetangga melainkan dirinya yang tak terbuka soal kondisi ekonominya.
Ustaz Deni dan istrinya mengaku selama ini mereka tak terbiasa berutang karena keterbatasan ekonomi.
Bahkan dirinya hampir tak pernah menceritakan kondisi ekonominya itu kepada keluarga sendiri, apalagi tetangga.
Seandainya dirinya berbicara kepada tetangga, Ustaz Deni yakin mereka akan segera dibantu.
“Tetangga pada baik-baik, jadi ini masalahnya pada intern saya. Saya jarang bilang-bilang kalau makan tidak makan, susah, gak susah, malah sampai ke orang tua pun gak tahu saya gak makan,” ujarnya.
Setelah viral, Ustaz Deni pun menceritakan rekan ustaz di majelis taklim langsung mendatanginya karena turut prihatin karena selama ini dirinya tak mengungkap kondisi ekonominya.
Ustaz Deni kembali menegaskan keluarganya sampai kelaparan bukan karena ketidakpedulian dari tetangga hingga aparat setempat melainkan internal dirinya yang terbuka.
Dalam kesehariannya, ia dan istrinya ternyata tak terbiasa untuk berutang ke warung meski dalam kondisi kelaparan.
Selain mengajar ngaji, dalam kesehariannya Ustaz Deni pun hanya bekerja serabutan.
Seperti jasa pijat, kuli bangunan, menembok, hingga mengelas.