TRIBUNJAKARTA.COM - Sopir ambulans dianiaya saat membawa pasien menuju rumah sakit di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Polisi saat ini masih menyelidiki kasus penganiayaan sopir ambulans tersebut, sementara identitas terduga pelaku penganiayaan sudah di tangan.
Kasus penganiayaan itu dilaporkan terjadi di Jalan Raya Cirawa–Nyalindung, Kampung Cilimus RT 02 RW 15, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat pada Sabtu (7/6/2026).
Korban berinisial AW (53) saat itu sedang mengemudikan ambulans dan membawa pasien menuju RSUD Cikalongwetan.
Kapolsek Cipatat Kompol Iwan Setiawan membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan terhadap sopir ambulans tersebut.
Laporan diterima polisi setelah korban datang langsung ke kantor Polsek Cipatat dalam kondisi memar-memar.
"Betul kami sudah terima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan dengan korban seorang sopir ambulans," kata Iwan saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).
Polisi telah meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian itu.
Dari hasil pemeriksaan awal, insiden bermula saat ambulans melintas di jalan sempit dan berliku ketika mengantar pasien dalam kondisi sakit.
Di lokasi kejadian, ambulans berpapasan dengan minibus yang dikendarai terduga pelaku.
Namun kendaraan tersebut diduga tidak memberi jalan meski sopir ambulans sudah memberi tanda sedang membawa pasien darurat.
"Diduga terlapor tidak mau mengalah atau memberi jalan serta terlihat emosi kemudian pelapor berusaha menunjukan bahwa sedang dalam keadaan darurat membawa pasien dengan cara membuka pintu bagian belakang agar pasien di lihat oleh terlapor," kata Iwan.
Setelah itu, terduga pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap korban, korban dipukul menggunakan tangan kosong pada bagian bibir dan disikut pada bagian dada.
Akibat kejadian itu, korban mengalami rasa sakit ringan dan sempat merasa sesak saat bernapas.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan penggunaan benda tajam maupun tumpul dalam peristiwa penganiayaan tersebut.
"Setelah itu korban melaporkan kejadian yang di alami nya tersebut ke kantor Polsek Cipatat guna penanganan lebih lanjut," tutur Iwan.
"Tidak ditemukan benda tajam atau tumpul pada saat terjadinya penganiayaan. Korban sudah mendapatkan penanganan medis serta telah dilakukan visum," imbuhnya.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan, identitas terduga pelaku disebut sudah diketahui dan telah dipanggil untuk dimintai keterangan.
"Sudah ada komunikasi dengan keluarga (terduga pelaku), dia ketakutan karena sudah viral. Keluarga siap kooperatif untuk menghadirkannya. Motirnya nanti setelah terlapor diperiksa," ujarnya.
Puluhan pengemudi ambulans lain untuk melakukan aksi solidaritas.
Dengan mengendarai ambulans, mereka mendatangi Polsek Cipatat untuk memberikan dukungan terhadap AW dengan membuat laporan resmi.
Polsek Cipatat pun telah menerima laporan resmi terkait dugaan pemukulan yang dilakukan oleh ADH.
Saat ini, polisi masih melakukan rangkaian penyelidikan, meminta keterangan saksi, hingga keterangan dari terduga pelaku.
"Setelah itu korban melaporkan kejadian yang di alami nya tersebut ke kantor Polsek Cipatat guna penanganan lebih lanjut. Sudah ada komunikasi dengan keluarga (terduga pelaku), dia ketakutan karena sudah viral. Keluarga siap kooperatif untuk menghadirkannya. Motifnya nanti setelah terlapor diperiksa," tandasnya.