BANGKAPOS.COM--Pesepak bola nasional Egy Maulana Vikri mengungkap pengalaman tak terlupakan yang dialaminya tepat menjelang kelahiran anak pertamanya.
Momen tersebut terjadi saat ia mendampingi sang istri, Adiba Khanza, yang akan menjalani proses persalinan. Kisah ini bukan hanya menyisakan rasa haru, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual yang membuat keluarga besar terenyuh.
Buah hati pertama pasangan Egy Maulana Vikri dan Adiba Khanza lahir dengan selamat dan diberi nama Elara Maha Kalila.
Kelahiran cucu pertama ini membawa kebahagiaan besar bagi Umi Pipik, istri mendiang pendakwah kondang Ustaz Jefri Al Buchori atau yang akrab disapa Uje.
Namun, di balik kebahagiaan tersebut, tersimpan cerita unik yang dipercaya sebagai isyarat kehadiran almarhum Uje.
Umi Pipik membagikan kisah tersebut dalam sebuah acara televisi. Ia menceritakan kronologi persalinan putrinya yang terbilang berbeda dari biasanya.
Menurutnya, rangkaian kejadian tersebut dimulai satu hari sebelum Adiba melahirkan.
Saat itu, Adiba Khanza dan Egy Maulana Vikri tengah merayakan ulang tahun pernikahan pertama mereka.
Pasangan ini diketahui menikah pada 10 Desember 2023 dan merayakan anniversary mereka di sebuah hotel di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
“Jadi memang sebelum ngelahirin tuh mereka berdua ngerayain ulang tahun pernikahan satu tahun,” ujar Umi Pipik.
Malam itu, Adiba dan Egy menikmati momen romantis sebagai pasangan suami istri.
Bahkan, di sela makan malam, mereka sempat bercanda dan berharap sang bayi tidak lahir di hari tersebut agar momen ulang tahun pernikahan bisa dinikmati dengan tenang.
Namun, tak lama setelah acara makan malam selesai, Adiba mulai merasakan kontraksi.
Kondisi tersebut membuat pasangan ini harus segera bersiap menuju rumah sakit untuk proses persalinan.
Egy Maulana Vikri kemudian mengemudikan mobil menuju rumah sakit di kawasan Bintaro.
Dalam situasi panik dan terburu-buru, sebuah kejadian tak terduga pun terjadi di perjalanan.
Umi Pipik mengungkapkan bahwa mobil yang dikendarai Egy tiba-tiba berbelok arah.
Seharusnya, mereka masuk ke jalur tol untuk menuju Bintaro.
Namun tanpa disadari, mobil justru mengarah ke TPU Karet Bivak, tempat dimakamkannya almarhum Ustaz Jefri Al Buchori.
“Ada hal yang lucu. Harusnya lurus masuk tol, kok tiba-tiba belok ke Karet, kuburannya almarhum,” kata Umi Pipik.
Menurutnya, kejadian tersebut sama sekali tidak direncanakan.
Bahkan Egy sendiri mengaku kebingungan saat menyadari arah mobil yang dikemudikannya tidak sesuai tujuan.
“Tanpa disengaja. Terus akhirnya si Egy bilang, ‘Loh kok beloknya ke sini sih?’ Pas Adiba nengok, ‘Lah, ini kan makamnya Abi’,” lanjut Umi Pipik.
Menyadari mereka berada di dekat makam ayah tercinta, Adiba dan Egy memutuskan untuk berhenti sejenak.
Meski Adiba tengah merasakan kontraksi, keduanya menyempatkan diri untuk mengirimkan doa.
Mereka turun dari mobil, membaca surat Al-Fatihah, lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.
Setelah itu, perjalanan berjalan lancar hingga akhirnya mereka tiba di rumah sakit di kawasan Bintaro.
Umi Pipik meyakini bahwa kejadian tersebut bukanlah sebuah kebetulan.
Ia merasa ada isyarat kuat dari almarhum Uje yang seolah ingin ikut hadir dan menemani proses kelahiran cucu pertamanya.
“Oh, kakeknya pengen nemenin, pengen lihat,” ucap Umi Pipik dengan nada haru.
Isyarat kehadiran almarhum Ustaz Jefri Al Buchori, menurut Umi Pipik, tidak berhenti sampai di situ.
Sesampainya di rumah sakit, ia kembali merasakan pengalaman yang membuat bulu kuduk merinding.
Saat Adiba sudah berada di ruang bersalin, Umi Pipik mendengar lantunan sholawat khas yang biasa dibawakan oleh mendiang suaminya.
Suara tersebut terdengar jelas dan membuat suasana menjadi penuh emosi.
“Nyampe masuk rumah sakit, udah masuk kamar bersalin tuh, suara sholawatnya Uje. Makin merinding lah kita,” kenang Umi Pipik.
Ia menduga kondisi emosional Adiba yang tengah bersiap melahirkan, ditambah dengan kunjungan singkat ke makam sang ayah, membuat perasaan sang putri menjadi lebih sensitif dan mellow.
“Mungkin Adiba pengen kali ya, perasaannya mellow. Apalagi habis dari makam gitu,” jelasnya.
Akhirnya, proses persalinan Adiba Khanza berjalan dengan lancar.
Pada 11 Desember 2025 pukul 11.00 WIB, Adiba melahirkan seorang bayi perempuan melalui persalinan normal.
Bayi tersebut diberi nama Elara Maha Kalila, sebuah nama yang memiliki makna mendalam dan penuh doa. Umi Pipik menjelaskan arti dari nama cucu pertamanya itu.
“Elara itu wanita yang bersinar. Maha itu selamanya. Kalila artinya dikelilingi orang-orang yang mencintainya,” tutur Umi Pipik.
Egy Maulana Vikri pun mengaku lega dan bersyukur karena sang istri dan anak pertamanya dapat melalui proses persalinan dengan selamat.
Momen ini menjadi pengalaman emosional yang akan selalu dikenangnya, terutama karena rangkaian kejadian yang terasa begitu dekat dengan kenangan sang ayah mertua.
Kisah ini pun menyentuh banyak orang, karena menggambarkan ikatan keluarga, doa, serta keyakinan akan kehadiran orang tercinta meski telah tiada.
Bagi keluarga Umi Pipik, kelahiran Elara Maha Kalila bukan hanya membawa kebahagiaan baru, tetapi juga menghadirkan rasa hangat akan cinta yang diyakini tak pernah benar-benar pergi.
(Tribunnewsmaker.com/Grid.id)