Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Sebuah unggahan di media sosial mendadak viral pada Senin (9/2/2026).

Postingan tersebut berisi keluhan seorang warga penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait kondisi makanan yang diterimanya untuk balita.

Dalam unggahan yang beredar, warga tersebut mengeluhkan paket MBG yang diterima dibungkus menggunakan plastik, bukan ompreng sebagaimana mestinya.

Bahkan, nasi MBG tersebut disebut dicampur langsung dengan buah-buahan dalam satu bungkus.

Disebut Berasal dari SPPG Sindang Dataran

Keluhan itu pun menyebut bahwa paket MBG tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Dataran.

Pengunggah mempertanyakan apakah memang prosedur penyaluran MBG dilakukan dengan menggunakan plastik.

Unggahan tersebut menuai beragam komentar dari warganet.

Tak sedikit yang menyayangkan pengemasan makanan balita yang dinilai tidak sesuai standar gizi dan kebersihan.

Klarifikasi Kepala SPPG Sindang Dataran

Menanggapi viralnya video tersebut, pihak SPPG Sindang Dataran memberikan klarifikasi.

Kepala SPPG Sindang Dataran, Abdul Rahman Habibullah, menyampaikan bahwa pengemasan MBG menggunakan plastik tersebut merupakan kesalahan dari kader posyandu.

“Assalamualaikum izin sebelumnya, perkenalkan nama saya Abdul Rahman Habibullah Kepala SPPG Sindang Dataran. Izin konfirmasi dan klarifikasi terkait video yang beredar mengenai paket makan bergizi yang dibungkus dengan plastik. Itu merupakan kesalahan dari kader kami dan yang bersangkutan sudah mengakui,” tulisnya dalam pesan klarifikasi.

Langkah Tindak Lanjut dari SPPG

Pihak SPPG juga menyatakan akan melakukan klarifikasi langsung kepada kader yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak kembali terulang ke depannya.

Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rejang Lebong, Anastasia Intan, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut menjawab bahwa permasalahan itu sedang dibuat klarifikasi oleh kader.

Dijelaskannya, kader yang memasukkan plastik, sedangkan dari dapur SPPG pengemasan menggunakan ompreng.

"Lagi dibuat klarifikasinya, karena dari pihak SPPG bentuknya ompreng, seharusnya sampai ke rumah penerima dalam bentuk ompreng," jelas Intan.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

Baca Lebih Lanjut
Aksi Nekat Bobol Pondok Kebun Warga Kota Bengkulu, Petani di Rejang Lebong Dibekuk Polisi
Curi Motor NMAX di Lubuklinggau Utara, Dua Warga Rejang Lebong Bengkulu Ditangkap Polisi
Cuaca Bengkulu 4–6 Februari 2026 Didominasi Hujan, Wilayah Terdampak Berubah Tiap Hari
Cuaca Bengkulu 7–9 Februari 2026 Didominasi Hujan, Beberapa Wilayah Masuk Status Siaga
Ricky Jenihansen
Polda Bongkar Rumah Produksi Arak Ilegal di Kepahiang dan Rejang Lebong
Skenario Maut Oga Terbongkar, Kelabui Mertua Usai Bunuh Istri Pengantin Baru di Lebong Bengkulu
Hendrik Budiman
Ramai Laporan Siswi di Kudus Meninggal gegara MBG, SPPG Buka Suara
Detik
Siswa SD Makan MBG Mi Ayam Pakai Tangan karena Tak Diberi Sendok, SPPG: Anggaran Belum Ada
Ani Susanti
Breaking News: Terungkap Pembunuh Pengantin Baru di Lebong Bengkulu, Ternyata Suami Sendiri
Ricky Jenihansen
Penyesalan Oga Yunanda Tega Cekik Hingga Tewas Istri di Lebong Bengkulu, Pengantin Baru Tengah Hamil
Kharisma Tri Saputra