Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Padamnya listrik selepas waktu Magrib sekitar pukul 18.00 WIB di Kabupaten Bangkalan, Madura, memantik keresahan masyarakat, Selasa (10/2/2026) malam.

Pasalnya, beredar pesan berantai bahwa listrik padam juga terjadi di Kabupaten Sampang, hingga Sumenep yang disertai postingan status tentang kondisi listrik padam. 

Di Kabupaten Bangkalan, listrik padam menimpa sejumlah desa di Kecamatan Burneh dan Kecamatan Socah yang berada dalam satu garis Penyulang Desa Parseh berkekuatan 40 trafo.

Termasuk beberapa wilayah di Kecamatan Kota seperti Kelurahan Pejagan, Kemayoran, Bancaran, Pangeranan, hingga beberapa desa di Kecamatan Blega. 

"Kabupaten Sampang sempat padam di Kecamatan Tambelangan, untuk kecamatan lain di Sampang saya belum tahu," ungkap Kurnia, warga Sampang kepada TribunMadura.com pada Selasa (10/2/2026).

Sementara warga Kabupaten Sumenep, M Ramli menyampaikan, listrik padam sempat melanda kawasan sisi timur Sumenep seperti di Kecamatan Gapura.

Namun sekitar pukul 19.20 WIB, pasokan listrik kembali menyala. 

"Listrik sudah menyala sekitar 5 menit yang lalu, untuk Kabupaten Pamekasan aman informasinya," ujar M Ramli. 

Baca juga: Kabel PLN Terbakar, Listrik 3 Kecamatan di Bangkalan Padam, Warga: Belum Juga Andal

Beberapa menit sebelum listrik kembali normal, informasi soal listrik padam kembali muncul dengan judul, 'INFO GGN UP2B JATIM' sempat membuat masyarakat kembali resah karena trauma sebelumnya, Madura Blackout hingga terjadi pemadaman bergilir di empat kabupaten. 

Pesan 'INFO GGN UP2B JATIM' itu berisikan keterangan; 
- kl 18.10, Pht 150 kV Tandes-Ujung trip
- Pkl 18.10, Perak-Ujung trip 

OLS Bekerja Pht tandes-Perak. Beban Padam Trafo-2 Bklan, Trafo-2 Smnep, Trafo-2 Sampang = 110 MW.

Pesan tersebut ditutup dengan kalimat, 'Terima Kasih Dispatcher UP2B JTM.'

PLN ULP Bangkalan Bantah Madura Blackout

Terganggunya pasokan listrik di Kabupaten Bangkalan direspons Manajer PLN ULP Bangkalan, Mohammad Nasir dengan permohonan maaf atas ketidaknyamanan karena sedang terjadi gangguan pada penghantar jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV.

Pemicunya adalah kondisi hujan disertai petir sehingga berdampak pada terhentinya aliran listrik di beberapa wilayah.

"Saat ini tim teknis PLN telah berada di lapangan dan melakukan penanganan serta proses penormalan sistem secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dan keandalan sistem," ungkap Nasir, Selasa (10/2/2026).

Saat dihubungi melalui selulernya, Nasir membantah kondisi tersebut blackout, namun sebatas kendala padam pada beberapa penyulang akibat tergangggunya eksisting SUTT 150 kV. 

"Pasokan listrik di RSUD Syamrabu Bangkalan juga telah kembali normal, barusan Ibu Wadir RSUD sudah menghubungi," tutur Nasir kepada TribunMadura.com. 

Baca juga: Sempat Padam Listrik, Sekolah di Bangkalan Kini Siaga Genset Selama Ujian TKA 2025

Keresahan masyarakat pelanggan PLN malam ini bukan tanpa alasan.

Karena sebelumnya, masyarakat di Pulau Madura; Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep pernah merasakan pemadaman bergilir secara merata sebanyak tiga kali selama periode tahun 2022-2023.

Pertama, listrik padam terjadi disebabkan terbakarnya sistem kelistrikan di jalur transmisi 150 kV kawasan Jembatan Suramadu pada 26 Februari 2022 pukul 21.44 WIB.

Jalur yang terbakar itu merupakan transmisi utama yang menyuplai pasokan listrik ke seluruh wilayah di Pulau Madura.

Terbakarnya kabel tersebut telah menyebabkan defisit atau kehilangan daya sebesar 70 MW.

Sehingga pasokan daya listrik untuk empat kabupaten di Madura berkurang.

Akibatnya, terjadi pemadaman bergilir dengan estimasi 5-6 jam pada waktu siang dan malam hari.

Kedua, masyarakat pelanggan PLN di Pulau Madura kembali merasakan pemadaman bergilir di akhir tahun 2022.

Selama dua hari perbaikan, 23-24 Desember, normalisasi pasokan listrik telah menyasar sejumlah 446 unit gardu atau trafo dengan jumlah 95.502 pelanggan yang padam di Pulau Madura.

Ketiga, terjadi gangguan pada transmisi SKTT 150 kV Ujung-Bangkalan yang menyebabkan trip pada PMT Bay Bangkalan pada 3 Februari 2023 sore.

Akibatnya, pemadaman bergilir kembali dilakukan selama 17 hari karena pasokan listrik di Pulau Madura.

Untuk mengatasi permasalah tersebut, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur kala itu terpaksa meminta bantuan hingga sebanyak 262 personel dari Pulau Jawa-Bali. Ratusan personel itu terdiri dari tim pemeliharaan, konstruksi, dan engineering.

Selama perbaikan berlangsung, pasokan listrik di Pulau Madura kala itu juga ditopang dengan bantuan 106 unit genset mobile dari lintas PLN unit se Jawa-Bali. Bantuan genset mobile itu sebagai upaya menjaga pasokan listrik di objek vital layanan seperti puskesmas, kantor polisi, kantor koramil, kodim, hingga pondok pesantren di Madura tetap terjaga.

Ratusan personel gabungan itu merampungkan proses penyambungan atau jointing pada Joint Pit (JP) 17 di Jembatan Suramadu sisi Bangkalan dan JP 5 di sisi Surabaya hingga tahapan energize.

Perbaikan juga dilakukan pada titik lain, yakni pada jaringan kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Sirkit II Kenjeran-Bangkalan.

Sistem kelistrikan di Pulau Madura ditopang melalui dua sirkuit interkoneksi; SKTT 150 kV Sirkit I Ujung-Bangkalan dan SUTT 150 kV Sirkit II Kenjeran-Bangkalan melalui Jembatan Suramadu.

Sirkit I dan II itu total berdaya pasok 330 MW atau masing-masing memiliki daya 165 MW yang disalurkan melalui 57 penyulang di Madura.

Selama ini, kedua line itu memikul beban puncak pemakaian listrik di Pulau Madura yang mencapai kisaran sebesar 290-300 MW pada tahun 2022.

Kondisi pas-pasan daya listrik itu kemudian direspons pihak PLN dengan melakukan penguatan jalur suplai listrik ke Pulau Madura dengan pembangunan SKTT 150 kV Sirkit III dan IV di Jembatan Suramadu yang rampung pada tahun 2023.

Pembangunan line III dan IV merupakan langkah antisipatif agar kejadian terganggunya pasokan listrik ke Pulau Madura tidak terulang di masa mendatang.

Keberadaan line III dan IV dengan masing-masing kapasitas 150 kV yang melintasi Jembatan Suramadu itu akan menambah total daya pasokan listrik di Pulau Madura hingga sebesar 600 MW.

Dengan beban puncak pemakaian listrik di Pulau Madura sebesar 290-300 MW, maka PLN optimistis Madura bisa menjadi kawasan industri karena surplus pasokan listrik.

"Alhamdulillah pasokan listrik kembali normal malam ini, semoga tetap aman," pungkas Nasir.

Baca Lebih Lanjut
Hasil Pengadaan Tanah GITET 275 kV Kendari Rampung, PLN UIP Sulawesi Lanjut Tahap Sertifikasi
PLN UIP JBTB Berhasil Energize Dua Infrastruktur Kelistrikan Krusial di Paiton
Gerak Cepat, PLN Bungku Tangani Gangguan Kabel Putus di Desa Ipi Morowali
Mahyuddin
Musim Manten dan Haflatul Imtihan, Rumah Buket Centika Bangkalan Tak Pernah Surut Orderan
Dwi Prastika
Pemenang RS BHC RUN 2026 Kategori 5K Umum Putri Sebut Madura Selalu Buat Kejutan
Sri Wahyuni
Azfar Burhan, Kiper Unggul FC Malang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan di Bangkalan Madura
Eko Darmoko
Gerombolan Monyet Liar Sikat Tanaman Warga Perumahan di Bangkalan hingga Kejar Bocah yang Main Bola
Futsal Bangkalan Berduka, Kiper Klub Ternama Azfar Burhan Meninggal Dunia seusai Tabrakan dengan Bus
Januar
Polisi Tertibkan Arena Balap Kelereng di Sampang Madura, Dibantu Warga
Manajer Tim Perseba Bangkalan Kenang Sosok Almarhum Azfar Burhan Kiper Unggul FC Malang
Dwi Prastika