TRIBUNNEWSMAKER.COM - Arti kode Botol Kosong saat penemuan jasad Yazid pendaki yang hilang di Bukit Mongkrang, Karanganyar.
Istilah Botol Kosong ramai dibahas ketika penemuan jasad pendaki Yazid Ahmad Firdaus (26) ditemukan oleh tim pencarian.
Setelah itu banyak yang penasaran apa sesungguhnya arti Botol Kosong.
Yazid Ahmad Firdaus (26) merupakan warga Gawanan, Kecamatan Colomadu, yang sempat hilang di Bukit Mongkrang pada Januari lalu.
Aditya, salah satu tim SAR gabungan yang ikut dalam pencarian Yazid, mengungkapkan bahwa istilah penyebutan atau kode botol kosong memang sering digunakan oleh relawan.
Kode tersebut digunakan untuk mengistilahkan penemuan pendaki dengan kondisi sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.
"Itu kode saja penyebutannya," ungkap Aditya melalui pesan singkat, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Penyebab Wendy Walters Cerai, Diduga Pergoki Reza Arap Tiduri Asisten Pribadi hingga Wanita Lain
Keberadaan Yazid Ahmad Firdaus (26) menemui titik terang.
Yazid adalah warga Gawanan, Kecamatan Colomadu yang hilang di bukit Mongkrang, Karanganyar.
Pencarian Pemuda tersebut dilakukan berhari-hari.
Dia akhirnya ditemukan pada Selasa (10/2/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno menerangkan, jasad Yazid ditemukan di aliran sungai kawasan Bukit Mitis.
Penemuan jasad tersebut pada Selasa pagi dan saat ini tengah dilakukan proses evakuasi oleh petugas.
Baca juga: Dini Kurnia Bongkar Kebohongan Ressa Rizky Anak Denada, Sebut Pernah Menikah: Ga Rutin Nafkahi Anak
"Tadi kita temukan bersama relawan, kita temukan di sungai wilayah Mitis."
"Kita temukan sekira pukul 08.00 WIB, ini dievakuasi ke bawah," ungkap Hendro saat dihubungi awak media, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, korban ditemukan oleh relawan gabungan yang melakukan pencarian mandiri.
Sementara itu, kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan dikenali sebagai Yazid.
"Betul, Yazid. Alhamdulillah jasadnya masih utuh. Informasinya ada sepatu dan kaos kaki yang mungkin terbawa arus," jelasnya.
Hasil koordinasi dengan keluarga, rencana jenazah akan dibawa ke RSUD Karanganyar setelah proses evakuasi selesai.
Operasi SAR sendiri digelar selama sepekan, namun tidak menemukan titik terang dan sempat ditutup.
Proses pencarian kemudian diperpanjang tiga hari hingga Rabu (28/1/2026), dan diperpanjang lagi selama tiga hari hingga akhirnya ditutup pada Sabtu (31/1/2026).
(Tribunnewsmaker.com/TribunSolo.com)