TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Direktur Boss Event Organizer, Najmudin, mengaku harus menanggung beban ratusan juta rupiah dalam polemik hadiah mobil Honda Brio dari kegiatan jalan sehat di Kabupaten Banyumas.
Ia menyebut, persoalan tersebut membuat kondisi bisnisnya terguncang, apalagi dirinya mengaku tidak memperoleh keuntungan sama sekali dari kegiatan tersebut.
"Kenapa kalau dapat untung dibagi-bagi, kalau rugi cuma saya yang nanggung.
Sudah tidak dapat fee, harus nanggung beban ratusan juta di saat tidak berdaya," kata Najmudin kepada Tribunjateng.com, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Viral Pemenang Jalan Sehat Pemkab Banyumas Belum Dapat Hadiah Brio, Bos EO: Perusahaan Saya Dipinjam
Meski demikian, Najmudin menegaskan pihaknya tetap siap bertanggung jawab agar pemenang undian mobil Honda Brio tetap menerima haknya.
"Terlepas itu semua, sampai detik ini pun saya tetap berusaha menyelesaikan," ujar Najmudin.
Ia mengaku masih menjalin komunikasi dengan pemenang undian tersebut dan berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan.
"Saya masih komunikasi dengan pemenang, pemenang dapat memahami (posisi saya).
Saya berusaha menyelesaikan," tegasnya.
Sebagai pemilik perusahaan, Najmudin menyatakan tanggung jawab tetap berada di pundaknya, meskipun secara teknis ia tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan.
"Saya bukan ambil alih, tapi menyelamatkan nama perusahaan," imbuhnya.
Najmudin mengaku, persoalan ini terjadi karena kesalahannya yang terlalu percaya dengan pihak pelaksana yang meminjam bendera perusahaannya untuk menggelar acara jalan sehat tersebut.
"Bodohnya saya terlalu percaya.
Awalnya sebetulnya saya tidak minat membuat acara tersebut karena lagi konsentrasi usaha lain," ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak ada aliran dana penyelenggaraan jalan sehat yang masuk ke rekening perusahaan maupun rekening pribadinya.
Baca juga: Daftar Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Coma, Xpander, Brio dan 4 Truk
Menurutnya, nama perusahaannya hanya dipinjam oleh seseorang untuk menyelenggarakan acara tersebut.
Najmudin mengaku tidak mengetahui teknis kerja sama antara panitia dengan pihak dealer Honda terkait pengadaan hadiah mobil.
Meski demikian, ia tetap berupaya mencari jalan keluar agar persoalan hadiah mobil tersebut bisa segera terselesaikan dan pemenang tetap menerima haknya. (jti)