TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu lagi objek wisata berkelas hadir di Sulawesi Utara (Sulut).
Namanya Puncak Tumampas.
Lokasinya di Desa Kauditan 1, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minut, provinsi Sulut.
Berlokasi di samping Gunung Klabat, gunung tertinggi di Sulut, Puncak Tumampas menyuguhkan sesuatu yang "agak laen".
Yakni panorama alam yang indah serta pemandangan kota Bitung dan Kabupaten Minut dari ketinggian.
Baca juga: Daftar 3 Objek Wisata di Sulut Berbau Oriental, Cocok Dikunjungi Turis Saat Imlek
Dari puncak Tumampas, dapat disaksikan Sunrise pada pagi hari.
Alam tersapu awan bak lukisan hidup pada siang dan malamnya gemerlap City Light kota Bitung.
Wow. Untuk menggapainya, pengunjung mesti mendaki.
Pendakian berlangsung santai dengan pemandangan indah di kiri dan kanan.
Ini jenis sport tourism yang belum ada di Sulut.
Puncak Tumampas adalah yang pertama.
Turis dari manapun, apalagi yang suka alam berpotensi jatuh hati.
Tribunmanado menyambangi lokasi tersebut pada Sabtu (7/2/2026) sore.
Begitu tiba, langsung ditagih uang parkir sebesar Rp 5000.
Setelah itu langsung mendaki.
Sesimpel itu.
Ada belasan orang yang saat itu mendaki bersama.
Suasana begitu riang gembira.
Alam yang masih perawan jadi saksi pertemuan hati dan alam.
Tak heran, perjalanan ke puncak terasa ringan, meski jaraknya lumayan.
Sepanjang perjalanan terdapat dua buah pos persinggahan.
Lelah sepanjang jalan terbayar manis.
Setiba di atas, suasana begitu menakjubkan.
Semua terpana, menatap penuh arti, tanpa suara.
Disana, dalam keremangan sore, tampak pemandangan kota Bitung dari ketinggian.
Terlihat rumah - rumah bak lampu kecil.
Hutan berubah menjadi kegelapan, yang melingkupi lampu lampu itu, tapi tak kuasa memadamkannya.
Laut terlihat tenang. Kapal diatasnya diam dan memancarkan cahaya yang memantul di air.
Pulau Lembeh berdiri tegap, gelap, penuh misteri.
Di atasnya awan warna - warni.
Jingga, putih, biru dan hitam.
Pemandangan itu berangsur lenyap.
Kemudian malam tiba.
Dan tampaklah kota Bitung yang gemerlap.
Rumah, toko, lampu jalan serta pabrik berubah menjadi cahaya kecil dalam jumlah banyak.
Karena saat itu mendung, tampak kabut menaungi cahaya itu, seolah melindunginya dari kegelapan di sekitar.
Kenny seorang warga mengaku takjub dengan pemandangan disana.
"Rasanya seperti jatuh cinta pada pandangan pertama," katanya.
Sebut dia, alam terasa begitu mewah saat berada di puncak Tumampas.
Dirinya berharap tempat itu akan didatangi lebih banyak warga.
"Bahkan turis asing, rugi kalau tidak kemari," katanya.
Dani, penjaga sekaligus pengelola Puncak Tumampas menuturkan, pengunjung terus meningkat.
Sehari bisa 50 pengunjung.
"Kalau libur bisa sampai 200 orang" katanya.
Sebut dia, tempat wisata itu mulai di teropong turis asing.
Sejumlah turis pernah datang dan mereka sangat senang.
Dikatakannya, biaya masuk tergolong murah.
Hanya Rp 5000 bayar parkir dan Rp 2000 untuk bayar kebersihan.
Dirinya berharap puncak Tumampas dapat menjadi objek wisata yang berkontribusi pada peningkatan wisatawan di Sulut. (Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini