TRIBUNTRENDS.COM - Teka-teki mengenai jenis cairan yang digunakan dalam aksi penyiraman terhadap seorang siswa SMK di Cempaka Putih akhirnya menemui titik terang.
Pihak kepolisian memastikan bahwa zat yang mengenai korban bukanlah air keras seperti yang sempat dikhawatirkan masyarakat luas.
Kepastian ini muncul setelah jajaran Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penelusuran mendalam terhadap asal-usul barang bukti.
Kanit PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Rita Oktavia, menjelaskan bahwa saat ini kandungan kimia tersebut tengah diuji lebih lanjut di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.
"Cairan kimia. Untuk jenisnya apa, saat ini masih diperiksa di laboratorium Polri yang di Sentul," ujar Rita saat dihubungi Kompas.com, Kamis (12/2/2026).
Langkah klarifikasi ini diambil polisi untuk meredam simpang siur informasi yang beredar di publik.
"Kemarin garis besarnya kami mau mengklarifikasi terkait cairan itu. Sebab masyarakat kan tahunya itu air keras," lanjutnya.
Baca juga: Kondisi Terkini FF Korban Penyiraman Air Keras di Cempaka Putih, Cita-cita Pelayaran di Ujung Tanduk
Awalnya, muncul dugaan bahwa cairan tersebut dibeli secara bebas di toko bahan kimia.
Namun, hasil pemeriksaan terhadap tiga pelajar yang diamankan mengungkap fakta berbeda, cairan tersebut ternyata diambil dari bahan praktikum di sekolah mereka.
Ketiga pelaku diketahui merupakan siswa SMK asal Jakarta Pusat, sementara korban yang berinisial FF (16) adalah siswa SMK asal Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Iya, pelaku siswa-siswa SMK di Jakarta Pusat," tutur Rita membenarkan.
Dalam aksi tersebut, polisi mengidentifikasi peran spesifik dari masing-masing pelaku yang berinisial D, F, dan A:
F: Bertindak sebagai joki atau pengendara motor.
A: Eksekutor yang menyiramkan cairan ke arah korban.
D: Pemilik sepeda motor sekaligus pemilik cairan kimia tersebut.
Hingga kini, ketiganya masih menjalani proses pemeriksaan di Satres PPA dan PPO Polres Jakarta Pusat dengan kondisi yang stabil.
Baca juga: Kasus Siswa di Jakpus Disiram Air Keras, Polisi Kini Kantongi Identitas 3 Pelaku, Video CCTV Viral
Kabar baik datang dari kondisi kesehatan FF. Meski sempat mengalami gangguan pada penglihatan, kondisi remaja 16 tahun tersebut dilaporkan terus membaik.
Fokus pemulihan saat ini ada pada mata sebelah kiri yang masih terdampak sisa cairan.
"Kondisinya sudah mulai pulih gitu kan, sudah mulai pulih. Kemarin juga sudah mulai kita periksa untuk korban, saya lihat oh sudah oke. Cuman hanya tinggal mata sebelah kiri," ungkap Rita.
Meskipun saat ini pandangan korban masih terasa buram, tim medis memberikan optimisme bahwa penglihatan FF akan kembali normal.
"Karena mungkin masih ada efeknya (dari cairan kimia). Harus check-up lagi ke dokter matanya. Sudah sehat kok," tambah Rita.
Berdasarkan hasil visum dan keterangan dokter, cidera tersebut tidak bersifat permanen.
"Ini kan karena bahan kimia (yang kena di mata) yang memang ada efeknya, tetapi tidak menyebabkan cidera. Hanya mungkin mengakibatkan mata merah gitu sehingga burem, penglihatannya kurang jelas," kata Rita menjelaskan.
"Bisa, bisa (sembuh seperti semula). Kemarin kita juga sudah lakukan visum, kata dokter juga, 'Oh ini nanti cepat pulih kok. Bisa melihat seperti semula'. Jadi aman."
Baca juga: Terekam CCTV Jejak Brutal 3 Pelajar di Cempaka Putih Atas Aksi Penyiraman Air Keras
Peristiwa ini pecah pada Jumat (6/2/2026) di kawasan Jalan Cempaka Raya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menceritakan bahwa kejadian bermula secara mendadak saat dua kelompok remaja yang masing-masing berboncengan tiga orang saling berpapasan.
"Kemudian berpapasan sama tiga orang lain, remaja juga. Terus disiram," ujar Roby.
Pasca kejadian, orang tua korban langsung melapor ke polisi.
Karena para pelaku masih di bawah umur, penanganan kasus ini kini berada di bawah kendali Unit PPA sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
"Karena ketiganya masih anak di bawah umur, maka ditangani oleh PPA Polres Metro Jakarta Pusat," tutup Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri.