Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Kejutan demi kejutan mewarnai distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Setelah baru-baru ini siswa bersama guru SDN Langkap 5, Kecamatan Burneh, Bangkalan, berjalan kaki menjemput 87 buah ompreng MBG karena sempitnya akses mobil boks SPPG, kini distribusi menu MBG untuk 1.877 siswa di Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, dilengkapi uang senilai Rp 50 ribu per ompreng. 

Keberadaan uang kertas yang dibungkus plastik dalam tiap ompreng MBG itu disajikan pada Rabu (11/2/2026) dan sempat viral di media sosial.

Menyasar sejumlah 19 lembaga pendidikan mulai dari tingkat PUAD, SD/MI, SMP/MTs, hingga siswa SMA/SMK. 

Penelusuran TribunMadura.com, Kamis (12/2/2026), SDN Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, menjadi salah satu lembaga pendidikan penerima manfaat MBG.

Pihak sekolah membenarkan bahwa penyajian MBG kemarin memang lengkap dengan bungkusan uang Rp 50 ribu yang diselipkan pada menu bakso. 

Sehingga menu bakso MBG  itu terasa spesial bahkan hingga membuat kaget siswa.

Karena sebelumnya, tidak pernah ditemukan uang sepeserpun dalam setiap pendistribusian menu MBG. 

"Biasanya tidak ada (uang) isinya, uangnya saya taruh di kantong. Senang sekali, buat ditabung," ujar siswa kelas IV SDN Pangeleyan, Ulfaira Nur Afifah dengan nada polos sambil menyantap MBG dengan sajian menu lauk chicken katsu dan buah anggur. 

Baca juga: Hari Pertama MBG di Talango Sumenep, SPPG Palasa Distribusikan 1.003 Porsi ke Siswa

Uang Rp 50 Ribu Sedekah H Khairul Umam atau Haji Her

Menu MBG bakso spesial sebanyak 1.877 porsi itu berasal dari SPPG Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan.

Dipastikan, pihak SPPG mengeluarkan uang tambahan sebesar Rp 93.850.000 yang diselipkan dalam 1.877 porsi menu bakso spesial. 

Kepala SPPG Pangeleyan, Fathurrosi Ali mengungkapkan, keberadaan uang Rp 50 ribu dalam setiap ompreng MBG diberikan oleh H Khairul Umam atau yang dikenal dengan sapaan Haji Her, asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. 

"Untuk sedekah bagi siswa agar lebih semangat dan merasakan kebahagiaan juga. Tidak ada unsur apapun hanya Haji Her mau berbagi saja kepada siswa penerima manfaat," ungkap Ali di dapur SPPG Pangeleyan, Kamis (12/2/2026). 

Baca juga: Akses Sempit Menuju Sekolah, Siswa dan Guru SD di Bangkalan Jalan Kaki Jemput MBG

SPPG Pangeleyan diresmikan dan mulai beroperasi pada 12 Januari 2026 dengan total penerima manfaat sejumlah 2.350 siswa pada 19 lembaga pendidikan, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3). 

"Tapi distribusi untuk B3 dilakukan pada Senin dan Kamis, sehingga kemarin (menu bakso plus Rp 50 ribu) tidak dapat. Jadi siswa penerima manfaat sejumlah 1.877 siswa, mulai dari siswa tingkat PAUD, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK," pungkasnya. 

Keuntungan dari SPPG untuk Membangun Rumah Tak Layak Huni

Terobosan SPPG Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, tidak semata menyelipkan uang Rp 50 ribu di setiap 1.877 porsi MBG menu bakso pada Rabu (11/2/2026).

Namun keuntungan dari SPPG akan disisihkan untuk membangun rumah tidak layak huni. 

Hal itu ditegaskan Kepala Desa (Kades) Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah, Zhaiqhulhak Alfarisi, Kamis (12/2/2026).

Selain bersedekah Rp 50 ribu per ompreng, Haji Her disebut Kades Ulhaq, sapaannya, tidak akan mengambil keuntungan dari beroperasinya dapur SPPG Pageleyan. 

"Hasil dari MBG akan dibagikan kepada masyarakat di Kecamatan Tanah Merah untuk membangun rumah layak huni. Saya selaku Kepala Desa Pangeleyan mengucapkan terima kasih kepada Haji Her selaku Mitra Bhayangkari Polres Bangkalan," ungkap Ulhaq. 

Baca juga: 28 SPPG di Bangkalan Kantongi SLHS, Satgas MBG Gelar Rakor Evaluasi dan Sinkronisasi Data

Satgas MBG Bangkalan Sebut Ada 159 SPPG Peroleh ID BGN 

Satuan Tugas (Satgas) MBG Pemkab Bangkalan menghela nafas panjang ketika mengetahui bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan ID untuk sebanyak 159 dapur SPPG.

Sebagaimana disampaikan Satgas MBG Pemkab Bangkalan, Dr Bambang Budi Mustika kepada TribunMadura.com. 

Padahal berdasarkan target satgas berdasarkan data pembagian penerima manfaat, Dr Bambang menjelaskan, kebutuhan dapur SPPG di Kabupaten Bangkalan sejumlah 116 unit. 

"Sekarang dari BGN yang sudah mendapatkan ID sebanyak 159 unit SPPG, sehingga maksimal penerima manfaat untuk setiap kecamatan menyusut sekitar 1.500 per SPPG. Sekarang ini pembagian penerima manfaat sebanyak 2.000 hingga 2.300 per SPPG dengan asumsi total 116 dapur," ungkap Dr Bambang. 

Sejauh ini, lanjutnya, total jumlah dapur SPPG yang sudah running atau lengkap dengan kepala SPPG berjumlah 90 unit yang tersebar merata di 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Dari jumlah tersebut, 75 unit dapur SPPG di antaranya telah beroperasi mendistribusikan MBG. 

"Dari total 75 unit SPPG yang telah beroperasi, sebanyak 26 unit di antaranya telah memiliki dokumen SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi), sementara 26 unit lainnya masih berproses," pungkas Bambang.

Baca Lebih Lanjut
Senangnya Ribuan Siswa Bangkalan saat Buka Ompreng MBG, Ternyata Ada Uang Rp 50 Ribu dari Haji Her
Januar
Bikin Sumringah MBG Plus Rp50 Ribu Di Balik Ompreng, Sedekah H Her 
Wiwit Purwanto
Akses Sempit Menuju Sekolah, Siswa dan Guru SD di Bangkalan Jalan Kaki Jemput MBG
Dwi Prastika
Gara-gara Kehilangan Uang Rp 75 Ribu, Guru di Jember Lepas Pakaian Siswa, Ibu-ibu Geram Dobrak Pintu
Dwi Prastika
Hari Pertama MBG di Talango Sumenep, SPPG Palasa Distribusikan 1.003 Porsi ke Siswa
Dwi Prastika
Uang Rp75 Ribu Hilang, Guru SD di Jember Suruh 22 Siswa Lepas Pakaian, Wali Siswa Dobrak Pintu
Weni Wahyuny
Benarkan Soal Pungutan Rp 1,2 Juta ke Siswa SD yang Akhiri Hidup di NTT, Kepsek: Uang Komite
Vivi Febrianti
GEGARA UANG SERING HILANG! Guru di Jember Nekat Lucuti Pakaian Siswa di Kelas
Ahmadshalsamalkhaponda
Musim Manten dan Haflatul Imtihan, Rumah Buket Centika Bangkalan Tak Pernah Surut Orderan
Dwi Prastika
Kronologi Guru di Jember Minta 22 Siswa Lepas Pakaian, Berawal dari Kehilangan Rp 75 Ribu
Glery Lazuardi